Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Camkan itu


__ADS_3

Setiap terapi devano selalu mendapingi kayren. dia tidak ingin memberikan celah sedikitpun untuk daniel bisa mendekati kayren.


Seperti siang ini. devano terus menggenggam tangan kayren dan membantu kayren berjalan tanpa tongkatnya. daniel hanya bisa melihatnya dari kejauhan dia sekarang lebih sering membantu gio karena gio lebih membutuhkannya.


Terlihat devano dan kayren terus berlatih berjalan sesekali terdengar gelak tawa mereka. itu membuat hati daniel terasa nyeri.


"Apa belum lelah". tanya devano kayren hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan terlalu di paksakan lebih baik kita istirahat dan menyudahi belajar berjalannya ya". devano tersenyum menatap kayren


"Siap big bossku". jawab kayren dan dia memberi hormat kepada devano.


Devano terkekeh melihat tingkah kayren.


"Bagus kau harus nurut pada big bossmu ini ok sayang". dia mengedipkan matanya membuat kayren bergidik. lalu mereka tertawa bersama.


"Kay maaf sepertinya aku harus pergi dulu aku ada janji dengan ayahku". devano melihat jam tangannya yang sudah menunjukan waktu makan siang.


"Jangan bertengkar dengan ayahmu van aku mohon". kayren memegang tangan devano.


"Tenang saja sayang aku takkan melakukannya". devano tersenyum mengusap pucuk kepala kayren.


"Sudah ya aku pergi dulu. hey gio aku titip calon istriku. jika ada laki-laki yang berani mendekatinya bahkan sampai menggodanya kau tembak saja kepalanya. kakimu saja kan yang cidera tanganmu masih berfungsi dengan baik kan". devano pamit kepada kayren lalu berpaling ke arah gio dan alice

__ADS_1


"Siap big boss". hanya itu yang gio katakan dia melihat kaptennya pergi dari taman itu. lalu dia menatap alice


"Apa itu perintah sayang. jika memang perintah aku akan benar-benar melakukannya". tanya gio kepada alice namun matanya menatap daniel yang tengah gugup menelan ludahnya mendengar ucapan devano.


"Mungkin". alice tersenyum menatap gio.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di tempat lain devano terlihat sudah sampai di rumah ayahnya. dia memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam rumahnya. nampaknya ayahnya sedang kedatangan tamu itu terlihat ada beberapa mobil di dekat garasi ayahnya.


"Selamat siang yah". sapa devano.


"Siang. ahh sini nak bergabung dengan kami". jawab ayah devano dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya


"Hai sayang aku sangat merindukanmu. sudah lama kita tidak bertemu kan". kimberly memeluk devano. namun devano langsung melepaskan pelukan itu dan duduk di samping ayahnya.


"Jangan seperti itu vano. kita disini bukan tamu. tapi keluarga. karena sebentar lagi kau dan kim akan segera menikah bukan. dan kedatangan om dan kim kesini untuk menentukan hari pernikahan kalian". ucap papah kimberly


"Apaa!!!! menikah. apa maksudnya ini yah. aku sudah pernah bilang aku hanya menganggap kim itu sebagai teman tidak lebih. maafkan aku om tapi aku tidak bisa menikah dengan kim. aku sudah memiliki pilihanku sendiri".


"Apa maksudmu vano. ayahmu bilang kau sudah setuju. bagaimana bisa jadi seperti ini". papah kimberly melirik ke arah ayah devano dan dia merasa kecewa dan kesal. dia mendekati ayah devano


" Lebih baik kau selesaikan dulu masalahmu dengan anakmu. aku tidak mau anakku di jadikan permainan seperti ini. permisi selamat siang ayo kim kita pulang". ucapnya lalu pergi dari rumah ayah devano.

__ADS_1


Plaakkk.....


Sebuah tamparan mendarat di pipi devano. muka ayah devano memerah menahan amarah.


"Kau benar-benar membuatku malu devano. om edwin dan keluarganya itu orang baik kenapa kau malah mengecewakan mereka hah. ayah tidak mau tau kau harus tetap menikah dengan kimberly". ucap ayah devano dengan sebuah penekanan.


"Maaf ayah tapi aku benar-benar tidak bisa. aku sama sekali tidak mencintai kimberly ayah tolong ayah mengerti".


"Persetan dengan cinta vano. kau hanya perlu menikahinya bukan mencintainya. karena cinta akan tumbuh dengan sendirinya. jika kau tidak mau menikahinya karena alasan kau tak cinta. maka kau bisa menganggap ini perintah dariku. aku hanya ingin kau hidup bahagia".


"Maaf ayah aku tetap tidak bisa. selama ini aku selalu menuruti semua perintah ayah. tapi tolong untuk ini jangan memerintahku untuk menikah dengan wanita yang tidak aku cintai ayah. kebahagiaanku hanya kayren bukan kimberly tolong ayah mengerti".


"Kenapa harus dokter itu vano. kenapa bukan wanita lain. jika wanita lain aku tidak akan memaksamu seperti ini. kau jangan keras kepala seperti bundamu".


"Karena mungkin ini takdir dari tuhan yah".


"Terserah kau saja. mau kau menikah dengan dokter itu pun terserah. tapi ingat aku tetap tidak akan memberikan restuku dan aku tidak akan datang ke pernikahanmu. dan jika sampai aku melihatmu dalam bahaya ataupun terjadi apa-apa padamu karena wanita itu jangan salahkan aku jika aku menghalalkan segala cara untuk memisahkan kalian. sekarang lebih baik kau pergi dari sini". ayah devano membalikan badannya dan mengusir devano dari rumahnya.


"Ingat satu hal vano kau tetap anakku tapi dia bukan menantuku. camkan itu".


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING 😊

__ADS_1


MAAF YA KAKAK UP NYA KELAMAAN AUTHOR LAGI MENTOK NYARI ISNPIRASINYA.


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG DEVANO DAN KAYREN DENGAN CARA LIKE COMMENT RATE DAN VOTE TERUS YA KAKA😊😊**


__ADS_2