Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Aku harus ikut


__ADS_3

Devano keluar dari markas besar dengan perasaan yang sangat bahagia. dia sebenarnya ingin sekali menemui kayren. namun devano pun ingat kayren sudah menyewakan apartemennya dan sekarang dia pasti sedang berada di rumah papihnya. dia mengurungkan niatnya dan memilih pergi ke apartemen alice dan gio.


Aku akan makan malam bersama kalian. sekarang aku sedang menuju apartemen kalian. ada hal yang ingin aku bicarakan. isi pesan yang di kirim devano kepada gio.


"Tumben sekali dia mau berkunjung kesini". itulah jawaban alice saat gio memberitahu kalau devano akan ikut makan malam bersama mereka.


"Mungkin karena ada hal yang penting seperti yang dia ucapkan tadi sayang".


"Aahhh jangan-jangan soal ayahnya lagi. haaahh kenapa semua orang tua selalu menentang kemauan anaknya. menyebalkan sekali". alice menghela nafas. dia ingat akan ayahnya dulu yang menentang keras hubungannya dengan gio hanya karena gio berpangkat sersan dan seorang yatim piatu yang tak jelas asal usulnya. berbeda dengan devano yang berpangkat kapten dan asal usulnya pun jelas.


"Jangan berkata seperti itu. kalian harus bersyukur masih punya orang tua. dan setiap orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. kau mengerti sayang". gio tersenyum.


"Tentu sayang. kau tau dulu devano itu sangat penurut. apapun yang di ucapkan ayahnya dia selalu menurutinya tanpa ada bantahan sedikitpun.dia selalu bilang ayahku adalah segalanya. tapi sekarang dia sudah mulai membrontak". alice tersenyum mengingat hal itu.


"Ohh ya. sejak kapan kalian kenal". tanya gio penasaran


"Sejak kecil. karena kau tau. aku kimberly dan devano kita tumbuh besar bersama hingga kita SMA. kami saling melindungi satu sama lain karena kami bertiga sama-sama tumbuh tanpa seorang ibu dan ayah kami sama-sama seorang prajurit. aku tak pernah tau sebab bunda devano meninggal hanya saja ayah pernah bilang sejak bayi dia sudah di tinggal ibunya. ibu ku meninggal karena sakit saat aku duduk di bangku sekolah dasar dan ibunya kimbelry meninggalkan dia dan ayahnya hanya karena karir dan kehidupan glamournya. dan saat akan masuk kuliah ayah di pindah tugaskan kesini jadi mau tidak mau aku juga ikut pindah. dan bertemu dengan kayren dan papihnya". alice berat menceritakan masa kecilnya.


"Oh ya jadi paman kusuma dan ayah kim juga seorang prajurit".


"Ya bisa di bilang seperti itu. namun mereka mengundurkan diri. dan lebih memilih jadi pembisnis. maka dari itu ayah devano berharap devano bisa menjadi seorang komandan tertinggi nantinya yang akan di segani dan di hormati banyak orang. sedangkan kim sepertinya darah ibunya lebih kental mengalir karena kau tau dia sekarang gila akan keglamouran dan barang-barang brandednya".


Cerita mereka terhenti karena mendengar pintu di ketuk.


Toookkkktokklk.


Terdengar lagi pintu di ketuk karena belum ada tanda-tanda gio maupun alice akan membukanya.

__ADS_1


Saat pintu di buka terlihat devano yang terlihat sedang bahagia ada di depan pintu.


"Kenapa lama sekali membukanya hah". devani berjalan masuk dan duduk di kursi bersama gio


"Kau yang tidak sabaran". alice sedikit kesal melihat tingkah devano yang selalu tak sabaran.


"Hei senior kau terlihat bahagia. aku kira kau datang kesini dengan muka murungmu. apa ayahmu sudah merestui hubunganmu".


"Aahhh istrimu ini selalu saja pintar membuat moodku hancur". devano menunjukan jarinya ke arah alice namun matanya tetap menatap gio.


"Sudahlah kalian bisa kah jangan bertengar sekarang. ada hal penting apa kau kemari".


"Oh ya aku sampai lupa. bagaimana kakimu apa sudah sembuh".


"Sepertinya sudah. aku sudah bisa berjalan tanpa tongkat hanya saja masih sedikit ngilu".


"Apaa!!! tidak-tidak suamiku harus tetap disini dia belum benar-benar pulih". sergah alice.


"Aahhh kau ini. suamimu ini seorang pasukan kau harus bisa terima itu. dia tidak akan bisa seperti warga sipil yang bisa menunggu hingga kakinya benar-benar sembuh total". devano sedikit kesal.


"Baiklah aku akan ikut bertugas kembali. apa riko sam dan rio sudah di beritahu".


"belum kau saja yang beritahu. dan jangan lupa si jonathan. kita butuh dia untuk memasak".


"baiklah". ucap gio mengambil ponselnya dia akan mengirim pesan kepada mereka ber empat.


"Tunggu-tunggu jika begitu aku harus ikut". Alice tidak ingin terjadi apa-apa dengan suaminya di sana dia harus memastikan suaminya baik-baik saja.

__ADS_1


"Aaaaaiiiissssshhhh kau ini. kita di sana bukan untuk shopping atau berlibur. dan mana ada seorang prajurit bertugas membawa istrinya. kau yang benar saja". devano makin geram


"Tapi aku kesana bukan sebagai istri dari sersan gio. aku kesana sebagai letnan alice atasannya".


"Terserah kau saja dasar batu. kau sendiri yang berbicara pada ayahmu". devano tak mau ambil pusing.


"Baiklah. lalu bagaimana dengan kayren". alice tersenyum penuh kemenangan.


"Maksudmu bagaimana itu apa".


"Hey kau tau dokter daniel itu sangat menyukai kayren".


"Haaahhh kau mulai lagi. tenang saja sebelum aku berangkat dia sudah pasti akan resmi menjadi calon istriku. jika ada laki-laki yang berani mendekatinya akan ku bom nuklir dia". devano semakin kesal


"Apa kau yakin. apa ayahmu sudah merestuinya". tanya akice sangat penasaran


Devano yang mendapat pertanyaan itu mengepalkan tangannya ingin segera menjitak kepala alice.


"Sudah-sudah lebih baik kita makan sekarang. perutku sudah keroncongan ini". gio mengalihkan pembicaraan. dia tau betul istrinya sekarang sedang penasaran setengah mati sekaligus ingin mengerjai big bossnya.


Mereka meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju dapur menikmati makanan yang di buat oleh alice.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING😊😊😊


JANGAN LUPA LIKE RATE COMENT DAN VOTE AKU TERUS YA KAKAK BIAR MAKIN SEMANGAT UP NYAπŸ˜‰πŸ˜‰**

__ADS_1


__ADS_2