
"Sss saya saya". hanya kata itu yang bisa devano keluarkan dari mulutnya. dia terasa tercekik semua kata-kata yang ada di isi kepala dan hatinya tidak bisa dia keluarkan. dia merasakan apa yang gio rasakan dulu. dulu dia hanya bisa mencemooh gio bahkan mentertawakan sikap yang tidak gantelman gio namun sekarang dia merasakan di posisi gio.
"Aku mengerti aku paham vano. karena aku dulu juga pernah muda. dan aku takkan sekejam itu menjauhkan apa lagi menghancurkan hubungan kalian. itu juga akan menyakiti anakku". ucap papih kayren dia tersenyum melihat wajah devano yang sudah tidak berdaya.
"Maksud anda pak".
"Maksudku kau hanya perlu mendukungnya saja. beri dia semangat ketika dia frustasi oleh segudang tugasnya nanti. dan jika kau sedang cuti kau bisa menemui dan menemaninya di sana". papih kayren menjelaskan sekarang dia bisa melihat devano merasa bertenaga kembali. muka nya sudah terlihat tersenyum kembali.
"Siap pak saya akan melakukannya". ucap devano dengan tegas dan penuh semangat.
Saat itu pula pintu terbuka. terlihat kayren yang terengah-engah karena berlari menuju ruang ketua rumah sakit. dia mendekati papihnya dan juga devano.
"Haaaahhh sudah ku duga". ucapnya sambil duduk di samping papihnya.
"Kau kenapa kay. kenapa berlari seperti itu".tanya papihnya. kayren hanya terdiam sedang mengontrol kembali nafasnya. devano melihat itu. dia hanya tersenyum kecil dan membuat wajahnya semakin manis. saat nafas kayren sudah kembali normal dia membenarkan posisi duduknya dia melihat devano yang masih tersenyum dengan manisnya terus menatap kepada kayren.
" Hei kau jangan memasang wajah manismu itu. maksudmu apa langsung menemui papihku tanpa menemuiku dulu hah. apa kau lebih merindukan papihku dari pada aku hah". ucapan kayren membuat papihnya tertawa terbahak-bahak. dan devano hanya melebarkan senyumannya.
"Bicara apa kamu ini nak. papih hanya mengajaknya minum kopi. karena kamu tidak juga mengenalkannya pada papih jadi papih berinisiatif mengenalnya tanpamu". lalu papih kayren menyeruput kopi yang sudah agak dingin itu. ya karena pembicaraan mereka yang sangat serius tadi devano atau pun papih kayren melupakan kopi mereka.
"Sudahlah papih dan dia sama saja. bersekongkol untuk membuatku jantungan. aku lebih baik kembali saja". kayren lalu berdiri dan pergi meninggalkan papihnya dan devano.
"Kejarlah". ucap papih kayren. devano langsung berdiri
"Baik pak. terimaksih atas kepercayaan bapak terhadap saya. dan terimakasih kopi nya permisi". devano berpamitan lalu keluar dan mengejar kayren.
"dasar anak muda. dia berterimakasih tapi dia tak menyentuh kopinya". papih kayren tertawa melihat tingkah calon menantunya itu.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Devano mengejar kayren. dan setelah beberapa drama akhirnya devano bisa mengajak kayren berbicara.
"Hey nyonya prawira. apa kau tidak tau aku tadi hampir mati oleh papihmu itu. kenapa sekarang kau yang ingin membuatku mati dengan sikapmu itu". ucap devano
" Maksudmu".
"Iya apa kau tau aku tadi di sidang oleh papihmu".
"Sidang". kayren mengulangi ucapan devano. pertanda dia tidak mengerti.
"Ya sidang. apakah aku layak jadi menantunya atau tidak". kemudian devano tersenyum menatap kayren.
"Jangan bercanda vano". kayren masih memasang wajah marah kepada devano.
"Oh soal itu aku ingin bicara langsung padamu. tapi sepertinya papih sudah terlebih dahulu memberitahu mu ya". devano hanya mengangguk.
"Berapa lama kau disana".
" Entahlah aku hanya akan memperdalam ilmu bisnisku bukan ilmu kedokteranku. mungkin satu atau dua tahun".
"Dua tahun. itu sangat lama kau tau". devano membelalakan mata sipitnya itu dia sedang protes kepada kayren.
"Ya aku tau maka dari itu kau pergilah cari wanita yang bisa menemanimu tanpa harus menyuruh kau menunggu. aku tidak akan memaksamu untuk menunggu ku. karena aku tau menunggu itu sangat membosankan". kayren terlihat murung. namun berbeda dengan devano dia sangat senang. karena berhasil menggoda kayren.
"Benarkah aku boleh mencari wanita lain".
__ADS_1
"Iya silahkan. aku permisi dulu". kayren berniat pergi dari hadapan devano. namun devano menariknya dan sekarang kayren sudah berada dalam pelukan devano.
"Dasar wanita bodoh. kau sebegitu tidak mencintaiku atau kau pergi kesana hanya untuk menghindariku. ingat satu hal. aku tidak akan pernah mencari wanita lain. aku disini akan tetap menunggu mu. karena kau selalu menunggu ku jadi aku juga akan selalu menunggu mu aku kembali untukmu dan kau juga kembali hanya untukku". mendengar ucapan devano kayren langsung membalas pelukan devano. untuk beberapa saat mereka berpelukan. hingga kayren teringat akan alice dan melepaskan pelukannya.
"Oh ya bagaimana dengan alice. kapan pernikahan mereka".
"Entahlah mungkin dua minggu lagi". tutur devano.
"Secepat itu".
"Ya mungkin mereka ingin berbulan madu dulu sebelum gio menyelesaikan cutinya".
"Oh ya apa kau sudah makan".
"Sudah tapi sepertinya aku lapar lagi. kau tau energiku habis karena perkataan papihmu"
"benarkah. kalau begitu ayo ku traktir makan di kantin rumah sakit. karena aku tidak bisa keluar saat jam kerja".
"Haaahhh begini ya rasanya punya kekasih seorang dokter. kencan saja harus tetap di dalam rumah sakit".
"bicara apa kau ini. kalau tidak mau ya sudah aku pergi sendiri". kayren pergi ke kantin meninggalkan devano
"Hei tunggu aku". devano mengejar kayren hingga sampai di kantin rumah sakit.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMMENT RATE DAN VOTE YA GUYS 🤗🤗🤗🤗**