Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Terima.. terima..


__ADS_3

Ruangan itu terdengar sunyi. hanya terdengar detak jam yang ada di dinding. kayren merasa sangat bosan.


Dia mulai mencoba duduk. lalu dia mencoba menggerakan kakinya namun kakinya tidak bergerak.


Kenapa kakiku susah sekali di gerakan. apa jangan-jangan aku lumpuh karena terjepit reruntuhan kemarin. pikir kayren.


Dia terus mencoba sekuat tenaga nya namun kakinya tetap tidak mau bergerak sedikitpun.


Saat itu pula calista datang membawa kursi roda berniat mengajak kayren berjalan-jalan dan melihat kayren yang terus menerus berusaha mengangkat kakinya. dia berlari menghampiri kayren.


"Jangan di paksakan kay nanti kakimu bisa cidera lebih parah". ucap calista menenangkan kayren.


"Apa aku lumpuh cal". tanya kayren sedikit terisak.


"Tidak. kau tidak lumpuh. hanya saja kau tidak boleh berjalan dulu. dan kau harus segera pulang karena kau membutuhkan pengobatan yang terbaik kay".


"Benarkah. kau tau darimana semua informasi itu".


"Dari letnan alice. dia yang menanganimu. dan nanti malam dia juga akan ikut pulang bersama kita. karena suaminya pun cidera kay".


"Apaa sersan gio pun cidera".


"Iya. sudahlah aku ajak kau jalan-jalan ya. kau pasti jenuh di ruangan terus menerus". ajak calista.


Lalu smith masuk dan membantu calista membopong kayren duduk di kursi roda. setelah itu smith pergi untuk membantu tenaga medis yang lain.


Calista mengajak kayren berkeliling menikmati angin yang bertiup dan matahari terbenam di bibir pantai.


"Cal bagaimana jika aku tidak bisa berjalan lagi". tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut kayren.


"Kau jangan khawatir di rumah sakit papihmu kan ada dokter syaraf dan dokter tulang yang bagus. kau pasti sembuh. sudah jangan berpikir yang tidak-tidak kay. kau harus fokus untuk sembuh".


Kayren hanya mengangguk. matanya menatap kearah laut. tatapannya kosong. entah dia sedang memikirkan apa.


Saat akan kembali ke tempat perawatan kayren bertemu dengan alice yang sedang membereskan barang-barangnya.


"All apa kau melihat devano. sejak tadi siang aku tak melihatnya".


"Oh kekasihmu itu sedang melapor ke markas besar sebentar lagi juga dia pasti akan datang. bagaimana apa kau sudah membereskan barangmu kay".


"Aku sudah membereskannya tenang saja". ujar smith dari dalam yang membawa dua buah koper besar.

__ADS_1


"Waaahhh adikku ini sungguh sangat baik hati sekali ya". ucap calista


"Ciihh jika ada mau nya saja kau baik padaku". smith berdecak kesal.


"Letnan makan malam sudah siap". teriak jonathan dari arah dapur.


"Ok". alice membalas teriakan jonathan.


"Ayo kita makan". ajak alice. mereka semua pun pergi ke dapur dan makan bersama disana.


Setelah makan malam selesai terlihat devano dan sam membawa 1 kardus mie lalu dia menyuruh jonathan untuk memasaknya.


"Hay bocah apa kau ingat tantanganmu padaku tadi pagi". tanya devano sambil menatap sinis kepada smith.


"Aaaa..apa bagaimana kau ada di sini. bukannya tadi siang kau pergi aku kira tantangan itu sudah batal". jawab smith gugup bagaimana tidak dia baru saja makan malam kalau di paksakan pasti akan kalah.


"Heh bodoh. aku tidak pernah mengingkari janjiku. siang tadi aku memang sibuk maka dari itu kita mulai lombanya sekarang". tersenyum sinis karena dia tau smith pasti akan kalah.


"Tapi aku baru saja selesai makan malam. ini tidak adil".


"Itu urusanmu bocah". jawab devano tidak mau tau alasan smith.


"Ada apa dia mencariku".


"Entahlah".


"Untuk kali ini kau selamat. tapi lain kali bukan mie yang akan menjadi tantangannya. ingat itu bocah. berhenti memanggil kekasihku dengan nama sweety".


"Aahh ya lah ya lah.. aku akan memanggilnya dengan kata honey bagaimana". senyum smith meledek devano.


"kau ini benar-benar ingin aku getok atau aku tembak kepalamu". devano kesal dan akan menggetok kepala smith.


"Kenapa kalian ini selalu ribut". tanya kayren.


"Kekasihmu yang mulai bukan aku". ucap smith nadanya seperti merengek meminta dukungan kayren.


"Ahh sudahlah smith jangan mulai lagi. ini sudah malam aku ingin beristirahat". ucap kayren. terlihat senyum di bibir devano merasa puas karena kekasihnya tidak mendukung si bocah ingusan itu.


"Aahh kau ini tidak asik swee... ah maksudku kak kay". lalu smith pergi dari dapur. dia tidak jadi meneruskan ucapannya karena mata devano sudah melotot tajam ke arah smith.


"Beristirahatlah. cal tolong antarkan kayren ya. aku harus bertemu dengan sersan gio dulu". kata devano dia mengusap pucuk kepala kayren. lalu menatap calista.

__ADS_1


calista menganggukan kepalanya. calista dan alice mengantarkan kayren ke ruangan perawatan dan memeriksa keadaannya.


"Bagus kay jika kau seperti ini terus maka kau akan cepat pulih. tapi ingat kau harus tetap memakai kursi roda ini oke aku pergi dulu aku harus menemani gio karena keadaannya sama denganmu".


"Baiklah al terimakasih". ucap kayren melihat alice pergi meninggalkan ruangan itu.


"Beristirahatlah kay aku akan membangunkanmu jika akan berangkat". ucap calista


"Terimakasih cal. maaf aku merepotkanmu. harusnya kita datang kesini membantu orang bukan nya malah ilit menyusahkan orang yang ada disini".


"Sudahlah kay ini semua musibah. aku tinggal ya".


Lalu calista pin pergi meninggalkan kayren untuk beristirahat.


Jam menunjukan pukul sebelas malam saat terdengar suara helikopter mendarat. semua orang berkumpul di sana. seluruh pasukan khusus berjejer dan memberi prnghormatan kepada sersan gio dan letnan alice yang akan pulang.


Terlihat devano mendekati kayren. berjongkok di hadapannya. mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya dan membukanya.


"Kay will you marry me ". pertanyaan itu yang keluar dari mulut devano. kayren yang kaget hanya diam mematung tidak bisa berkata apa-apa bahkan untuk menganggukan kepala pun dia tidak bisa.


" Berjanjilah padaku kau harus semangat untuk sembuh. setelah tugas disini selesai aku akan kembali dan kita akan menikah jaga dirimu baik-baik ".


"Tapi ayahmu". hanya itu kata yang keluar dari mulut kayren.


"Itu akan menjadi urusanku. so yes or no". devano menyunggingkan senyuman semanis mungkin.


"Terima.... terima... terima.. ". teriakan semua pasukan yang ada di sana.


Calista dan smith tersenyum penuh haru melihat pemandangan yang ada di depannya.


Aahh aku tak menyangka kapten bodoh itu bisa se gentle man ini. ucap smith dalam hatinya


Akhirnya kau membuat keputusan juga senior. perang segera di mulai semoga kalian berdua bisa bertahan. batin alice. namun dia dan gio juga ikut bahagia melihat adegan di depannya ini.


Kayren yang tidak tau harus berbuat apa hanya bisa diam saat devano memasukan sebuah cincin di jari manisnya. lalu mereka berpelukan penuh haru.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


HAPPY READING 😊😊😊


JANGAN LUPA DUKUNG AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT RATE DAN VOTE AUTHOR SEBANYAK-BANYAKNYA MAAF AKU BARU BISA UP MASIH SIBUK DENGAN SUASANA IED FITRI DAN AKU KEHABISAN INSPIRASI😁😁

__ADS_1


__ADS_2