
Bintang telihat sangat jelas karena sang malam tidak menampakkan gelapnya. devano terus menatap langit cerah penuh bintang itu. dia sesekali menghela nafas panjang dan pikirannya menerawang entah kemana.
Hay kay apa kabarmu disana. sudah dua tahun lebih kenapa kau belum juga kembali. apa kau benar-benar ingin menghindariku kay. apa aku harus menerima pernikahan itu dan melupakanmu. tapi hati ini selalu saja merindukanmu kay. kumohon kembalilah. rintih devano dalam hatinya. namun lamunannya buyar begitu saja ketika suara seseorang terdengar oleh devano.
"Sampai kapan kau akan di situ boss aku mencarimu kemana-mana". ucap gio. devano hanya menoleh lalu kembali ke posisi awalnya.
"Sudahlah percaya padaku. jika kalian berjodoh pasti kalian akan di pertemukan kembali. meski sejauh mana kalian berniat ingin pergi. lebih baik kita segera ke lapangan. kau harus memimpin apel". gio mendekati devano dan menarik bahu nya lalu dia berjalan otomatis devano pun ikut terseret.
Namun saat mereka tiba di lapangan semua orang sudah membubarkan diri masing-masing.
"Kemana yang lain katanya hari ini ada apel malam". tanya devano
"Aiissssshhh ini semua karena kau terlalu bucin. mereka sepertinya memulai apel tanpa kita. karena ini sudah terlalu malam. kau tau hampir setengah jam aku mencarimu". ucap gio kesal.
"Kenapa kau menyalahkanku".
"Ini semua memang salahmu. kau itu budak cinta".
"Kenapa kau semakin berani sekarang aku ini big boss mu. apa karena kau telah menjadi menantu komandan tertinggi hah". ucap devano semakin kesal dia tidak mau di salahkan sama sekali.
Devano dan gio sama-sama menggulung lengan baju mereka. lalu bersiap akan menggulung lawannya.
Jonathan datang berlari mendekati mereka berniat ingin memisahkan mereka. namun sayang dia malah ikut masuk ke pergulatan itu.
"Hay apa kalian tidak bisa berhenti ada seorang dokter membutuhkan bantuan kalian disana dia kebingungan karena baru saja datang". ucap jonathan.
"Diam". ucap gio dan devano berbarengan.
__ADS_1
Lalu alice datang karena dia kesal menunggu jonathan belum juga datang. padahal dia hanya menyuruh jonathan memanggilkan gio dan devano.
"Hey kalian berhenti". teriak alice
Gio yang mendengar suara istrinya lalu berhenti dan diam seketika. melihat reaksi gio. jonathan dan devano pun ikut berhenti.
Alice mendekati mereka dengan tatapan tajam menahan amarah.
"Kalian semua ikut aku". perintahnya. lalu pergi menuju sebuah ruangan.
"Apa yang terjadi kepada kalian hah. kau di suruh mencari boss mu malah ikut menghilang. dan kau senior kenapa menghilang hah. kau sudah tau akan ada sekelompok dokter yang datang ke sini menjadi sukarelawan. dan kau yang akan memimpin upacara kedatangan mereka". ucap alice mengintrogasi keduanya.
"Maafkan aku. aku lupa. sebenarnya tadi aku sudah mau memimpin upacara penyambutan itu. hanya saat kami ke sana lapangannya sudah kosong". tutur devano.
"Jelas kosong karena aku yang berinisiatif memimpin upacara penyambutan itu".
"Kenapa kau malah main cakar-cakaran dengannya hah". alice melirik gio tajam
"Aku hanya terbawa suasana saja sayang". gio menjawab sambil tersenyum.
"Hah kalian ini sungguh membuatku gila. si bodoh dan si bucin kenapa harus ada laki-laki seperti kalian di muka bumi ini". Alice menghela nafas panjang
"Letnan kemana dokter yang meminta bantuan kita tadi" tanya jonathan
"Oh dia sudah kembali ke ruangannya".
"Apa ada dokter yang datang ke sini. berapa orang. al apa ada kayren di antara mereka". tanya devano antusias. Alice hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Maaf senior. aku tidak bisa membantu banyak". hanya kata itu yang keluar dari mulutnya lalu dia menundukan kepala merasakan sesuatu yang di rasakan devano.
"Sudah lah mari kita patroli saja boss jangan terlalu di pikirkan". ajak gio.
Saat devano dan gio keluar dari ruangan itu. datang dua mobil dan masuk ke pelataran itu.
Dari mobil itu keluar beberapa orang membawa kotak yang berisi obat-obatan dan langsung membawanya kehadapan devano dan gio.
"Selamat malam pak". sapa kedua orang itu
"Selamat malam". jawab gio
"Ini ada kiriman obat-obatan dari boss kami. tolong di terima". sambil menyodorkan kotak-kotak obat itu.
"sampaikan rasa terimakasih kami kepada boss kalian".
"Baiklah. permisi selamat malam".
Dari mobil satunya keluar dua orang wanita dan satu orang laki-laki. mata devano langsung menatap tajam ke arah seseorang yang sangat dia kenal. dia langsung berlari mendekati mereka. dan memeluknya.
"Jangan pernah tinggalkan aku".
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊😊
JANGAN LUPA LIKE COMMENT DAN VOTE AKU TERUS YA KAA😉😉😉😉😉😉**
__ADS_1