
Pesawat mendarat pagi hari di pusat kota. mereka semua langsung bergegas menuju rumah sakit Andara untuk memeriksakan keadaan kayren dan sersan gio.
Saat tiba di sana mereka di sambut papih kayren dokter dave dan dokter dinda. sebelumnya mereka sudah mendapatkan info dari alice tentang kejadian yang menimpa kayren.
Kayren dan gio di masukan ke ruang rawat inap yang berbeda. setelah pemeriksaan selesai. papih kayren mengajak dokter dave untuk berbincang-bincang.
"Bagaimana menurutmu dave".
"Mungkin kita harus memanggil dokter ahli tulang dan syaraf secara pribadi pak untuk mereka berdua. karena dokter syaraf di rumah sakit ini masih setara nasional dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali".
"Baiklah aku akan menelpon salah satu sahabatku. anaknya adalah ahli tulang dan syaraf semoga saja dia bisa membantu putriku dan suami dari putriku yang satunya".
Papih kayren pergi ke ruangan putrinya disana terlihat ada calista dan smith yang tetap setia menjaga kayren.
"Pulang lah kalian berdua pasti lelah". papih kayren sambil mengelus kepala calista dan smith.
"Tapi uncle bagaimana dengan swetty". smith menatap papih kayren.
"Biar paman yang di sini kalian istirahatlah mobil paman ada di tempat parkir. ini kunci nya". papih kayren menyerahkan kunci mobilnya kepada smith.
" baik paman. sepertinya kita akan pulang ke apartemen kayren saja paman". ucap calista.
"Jangan nak. sebaiknya kalian pulang ke rumah paman saja. apartemen kay sudah lama di tinggalkan di sana pasti kacau lebih baik kalian ke rumah paman di sana ada bi darmi yang bisa mengurus kebutuhan kalian. dan kalian bisa beristirahat total".
"Ok uncle. kita pamit dulu ya. aku juga sudah tidak betah dengab pakaian yang aku pakai ini". smith sambil mencium aroma badannya yang sudah tidak enak.
"Kita pamit paman". calista dan smith berpamitan.
"Hati-hati menyetirnya smith. jangan ngebut disini bukan new york kau paham".
"Siap uncle". smith menutup pintu ruangan dan berjalan meninggalkan ruangan kayren.
Haaaahhh anak itu berbeda sekali dengan kakak perempuannya. Lenguh papih kayren tersenyum melihat kepergian dua anak adiknya itu.
Papih kayren mengambil ponselnya lalu dia mulai menelpon sahabatnya untuk menanyakan tentang putra sahabatnya yang katanya ahli tulang dan syaraf itu.
Dan akhirnya anak sahabatnya mau membantu terapi penyembuhan kayren dan gio. terapi dimulai besok pagi dan karena permintaan dari dokternya. kayren dan gio akhirnya di tempatkan di satu ruangan.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Pagi harinya mereka semua telah berkumpul di ruangan kayren dan gio menunggu kedatangan dokter yang akan membantu terapi merek.
"Pak kapan dokternya akan datang". tanya dokter dave.
"mungkin sebentar lagi. tunggulah saja". jawab papih kayren.
"Memang siapa dokternya pap". tanya kayren penasaran.
"Nanti juga kau akan tau nak.".
Tookktookk...
Tak lama terdengar suara pintu di ketuk dan masuk seorang pria bertubuh tinggi putih berpenampilan rapih terlihat sangat tampan masuk dan tersenyum kepada mereka semua.
"Selamat pagi semua maaf menunggu lama tadi agak sedikit macet". ucap pria itu sambil terus menebar senyuman.
"Tidak apa-apa. kemacetan memang sudah menjadi rutinitas setiap hari. ini laporan kondisi dokter kay dan sersan gio". dokter dave memberikan laporan kesehatan milik kay dan gio
"Ohh iya terimakasih". dia menyambutnya langsung membacanya. dan tak lama langsung mendekati kayren.
"Hay kay apa kabarmu. kau nampak kaget sekali melihatku disini". sapanya. kayren hanya diam dia masih tidak percaya yang dia lihat di hadapannya.
"Ohh ya aku lupa memperkenalkan ini letnan alice dia juga seorang tenaga medis di kemiliteran. nah yang terbaring itu suaminya. letnan alice ini sahabat kay saat kuliah dulu dan dia juga putri temanku makanya aku menganggapnya sebagai putriku juga". tutur papih kayren.
"Ohh seperti itu. Perkenalkan aku daniel. bisa di bilang aku teman masa kecilnya kay". sapanya kepada alice dan gio.
Dia mulai memeriksa kondisi kayren terlebih dahulu. dia nampak senang sekali bertemu dengan kayren terlihat dari wajahnya yang terus tersenyum. berbeda dengan kayren yang memasang wajah datarnya bahkan bisa di bilang masam.
Dari kejauhan alice selalu mengamati ekspresi wajah pria yang bernama daniel itu. hingga dia di kejutkan dengan sebuah tusukan jari yang mendarat di pinggangnya. yang tak lain ulah suaminya sendiri.
"Kenapa kau mengejutkanku". sedikit berbisik karena dia tidak mau yang lain melihat apalagi sampai mendengar percakapannya.
"Kenapa kau memandai dokter itu terus menerus hah". gio ikut berbisik.
"Apa kau cemburu". terlihat senyum di wajah alice.
"Tiii...tidakk".
"Yakin kau tidak cemburu". tanya alice semakin penasaran.
__ADS_1
"Aaaiisssshhh kau ini selalu berhasil memojokan suamimu sendiri". gio nampak kesal namun dia tetap berbicara dengan berbisik.
"Sudahlah sayang kau tak perlu cemburu seperti itu. aku hanya mengamati sepertinya dia menyukai kay". alice terkekeh melihat suaminya kesal.
"Apa... benarkah". tanya gio penasaran.
"Aahhh suamiku ini tidak pernah peka".
"Kalau tebakanmu benar berarti big boss ku harus bekerja lebih keras lagi".
"Yaa saingan sang kapten telah tiba". ucap alice sambil tersenyum ke arah suaminya.
Tanpa mereka sadari daniel telah selesai memeriksa kayren dan tengah mendekati mereka. untuk memeriksa gio.
"Hai sersan bisa kita mulai pemeriksaannya". tanya daniel kepada gio.
"Oohh silahkan dok". ucap alice
"Maaf ya saya pegang kaki nya. coba bisa di gerakan pelan-pelan saja". daniel membimbing gio untuk menggerakan kakinya.
"Aaahhhhh". teriak gio saat dia memaksa menggerakan kakinya.
"Ahh sudah sudah sersan. jangan di paksakan seperti itu. aku hanya ingin melihat apa otot kakimu masih berfungsi atau tidak. ternyata masih berfungsi. kau hanya perlu terapi dan istirahat total". tutur daniel
"Jadi bagaimana dok".
"Begini saja. sersan gio dan kau kay. kalian pulang saja. dua hari sekali kita adakan terapi disini karena jika kalian disini terus menerus akan bosan lebih baik kalian di rumah itu akan membuat kalian lebih rileks. namun sepertinya sersan gio kita akan bertemu untuk waktu yang sedikit agak lama karena kedua kakimu yang cidera. sedangkan kayren aku prediksi 3 atau 4x pertemuan pun kau sudah pulih tapi tidak menutup kemungkinan sersan gio pun akan lekas pulih itu tergantung semangat untuk sembuh dari diri pasien itu sendiri". daniel terus menatap kayren dengan senyuman penuh
"Ahhh ok terimaksih dok mohon kerja samanya". jawab alice. daniel hanya tersenyum menatap alice dan kembali menoleh ke arah kayren.
"Ok sepertinya cukup untuk hari ini. dua hari lagi kita akan bertemu siapkan diri untuk memulai terapinya. selamat siang paman dan semuanya". daniel pamit dari ruangan itu.
"Akhirnya dia pergi juga". hanya kata itu yang keluar dari mulut kayren.
"Kau kenapa kay. sepertinya kau tidak suka sekali dengan kedatangannya". alice sangat penasaran.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENNT RATE DAN VOTE AKU TERUS YA KA😊😊😊**