
"Aku sudah bicara dengan papahku. dia mau menjadi donatur untuk negara itu dan dia akan mengirim kita ke sana". ucapan calista membuyarkan lamunan kayren di senja itu.
"Hey kau mendengarkan aku tidak".
"Iya cal iya aku mendengarkanmu".
"Aku kira kau sedang di alam khayalanmu. memikirkan sang pujaan hati yang entah sekarang sudah menikah atau bahkan sudah mempunyai keturunan dari wanita lain".
"Kau ini sudah jangan membahas itu lagi". jadi kapan kita akan berangkat".
"Besok kay".
"Ok lebih cepat lebih baik. papihku pun akan mengirimkan obat-obatan yang mungkin di butuhkan di sana".
"Bagus kalau begitu. lebih baik kau berkemas-kemas kay. dan beristirahat aku akan pulang dulu dan mengabari smith agar dia juga bisa bersiap-siap. bye kay". lalu calista pergi meninggalkan kayren sendirian.
"Ok call bye". hanya itu yang keluar dari mulut kayren.
Setelah kepergian calista kayren langsung membereskan barang-barangnya lalu dia teringat ucapan calista tadi.
Apakah benar dia sudah menikah di sana. bahkan dia sudah memiliki keturuan dan hidup bahagia. tanpa mengingat aku sedikitpun. ah sudahlah kay itu jauh lebih baik dari pada dia harus menunggu mu terus menerus. lebih baik sekarang kau harus fokus sebagai seorang dokter. pikirnya. kayren terus saja berperang dengan hati nya. entah sampai kapan perang itu akan terus berlanjut.
Kadang dia ingin berdamai dengan hati nya mengikuti kata hatinya untuk kembali dan menemui devano. namun otaknya menolak. karena dia tau ayah devano tidak menyukainya.
Kayren lalu melangkah menuju ranjangnya merebahkan tubuhnya dan tertidur dengan lelapnya.
Pagi harinya kayren di kagetkan dengan suara gaduh antara kakak beradik itu. dia berjalan mendekati mereka berdua.
"Kenapa kalian selalu saja bertengkar sih. ini masih pagi. apa yang kalian ributkan". ucap kayren kesal. namun tidak ada jawaban dari keduanya mereka lebih memilih bungkam
"Sudahlah aku mau mandi dulu. smith tolong keluarkan koperku ya". lalu kayren berjalan meninggalkan kakak beradik itu dan masuk ke kamar mandi.
"Siap swetty".
__ADS_1
Smith pergi mengambil barang kayren lalu keluar akan memasukkanmya ke dalam mobil.
15 menit kemudian kayren keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian dan berdandan dengan make up tipisnya yang membuatnya terlihat natural.
"Ayo kita berangkat. kita sekalian beli makan di jalan saja untuk sarapan". ajak kayren.
"Siap boss". jawab kedua nya dengan kompak.
"Ternyata kalian bisa kompak juga. pertahankan itu ok". kayren tersenyum senang melihat kekompakan calista dan juga smith.
Perjalanan dari apartemen ke bandara menempuh waktu 45 menit. mereka memilih membeli makanan dan sarapan di dalam mobil agar menghemat waktu.
Sesampainya di bandara mereka langsung saja cek in dan tidak menunggu waktu lama pesawat yang mereka tumpangi pun berangkat
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di bumi belahan lainnya devano gio dan tim nya sedang berada di dalam ruangan menunggu jonathan yang sedang memasak makan malam bersama alice untuk mereka. saat makanan sampai mereka langsung saja memakan makanan itu.
"Hey al kenapa kau selalu saja mengikuti gio. bahkan saat bertugas pun kau sampai ikut ke sini dengannya". tanya devano saat melihat alice yang duduk di samping gio
"Aaaiiiissssshhhh kau ini. itu hanya alasanmu saja"
"Kau ini sibuk sekali bilang saja kau iri kan kapten karena kimberly tidak bisa ikut ke sini karena dia hanya warga sipil".
Uhukkk uhukkk...
Mendengar ucapan alice membuat devano yang sedang makan menjadi terbatuk. sam dan jonathan lalu memberinya air. setelah devano meminum air itu dia langsung menatap alice.
"Apa maksud ucapanmu al".
"Sudahlah senior tidak ada yang perlu di tutup-tutupi aku sudah tau rencana pernikahanmu dengan kimberly setelah kau pulang dari sini".
"APAAA!!!!!! " semua orang di ruangan itu kaget mendengar ucapan alice tak terkecuali devano. semua nya menatap intens ke arah devano.
__ADS_1
"Benarkah itu boss". tanya riko
"Kenapa kau tak memberitahu kami". sambung rio
"Waahhh selamat ya boss". ucap jonathan seraya menjabat tangan devano.
Devano yang mendapat perlakuan seperti itu merasa tidak nyaman dan risih.
"Aaahhh kau ini al selalu saja berhasil membuat nafsu makanku hilang. kenapa kalian terus saja menatapku seperti itu. bahkan aku tidak tau akan ada pernikahan hubunganku saja dengan kimberly hanya begitu saja. kau mendapat info dari mana al". devano menatap ke tiga tim nya dan berganti menatap alice.
"Kau pasti sudah tau aku mendapatkan info dari mana. kau lihat hampir setiap menit dia menelponku menanyakan kabarmu". jawab alice seraya memperlihatkan hp nya kepada devano.
"Wanita ini sungguh keterlaluan sekali. aku harus menghubungi ayahku dan membicarakan masalah ini dengannya. sudahlah al blokir saja nomor nya agar dia tidak bisa menghubungi mu dan kau tidak merasa terganggu".
"Boss lalu bagaimana hubunganmu dengan dokter cantik itu". tanya sam polos.
Duaaarrrrr....
Pertanyaan sam itu membuat devano teringat kembali akan kayren.
"Entahlah". hanya itu yang keluar dari mulut devano. dia lalu berdiri dan pergi dari ruangan itu.
Semua orang di sana mengutuki tingkah bodoh sam. hanya jontahan yang terlihat biasa saja karena dia tidak tau ceritanya.
"Kau ini bodoh sekali. lihat-lihat dulu kalau mau bertanya. ini sikonnya tidak pas". ucap rio seraya menjitak kepala sam
"Maafkan aku". hanya itu yang keluar dari mulut sam.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊
JANGAN LUPA LIKE VOTE COMENT NYA YA KAKA😊😊😊😊😊
__ADS_1
TENANG SAJA CERITA KAYREN DAN DEVANO MASIH AKAN TERUS BERLANJUT KO😚😚😚**