Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Tunggu lah dia


__ADS_3

Gio alice dan devano sampai di apartemen milik devano. mereka sangat kesulitan karena devano yang terus mengoceh memanggil-manggil nama kayren terus menerus.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka. kenapa senior bisa sampai seperti ini". tanya alice


"Entahlah aku pun tidak tau. aku tau kabar terakhir tentang mereka saat pernikahan kita setelah itu aku tidak pernah menghubungi vano". gio pun sama seperti alice bingung dengan keadaan devano yang seperti ini.


"Aku akan membawa dia ke kamar nya dan mengganti baju nya dulu". ucap gio sambil menaiki tangga.


"Ok aku akan menelpon kayren dulu meminta pertanggung jawabannya". tutur alice.


Saat gio turun dia tidak melihat alice di ruang tamu. lalu dia mulai mencarinya ke seluruh sudut apartemen. dan akhirnya gio menemukan alice di dapur.


"Sedang apa di sini". tanya gio seraya memeluk alice dari belakang.


"Kenapa harus mengagetkan ku sih. aku sedang membuat teh untuk kita. bagaimana keadaan vano!".


"Buruk sekali. entah apa yang terjadi. tapi kita harus mengakhiri ini semua secepatnya. 3 hari lagi masa cuti ku dan dia habis kita harus siap dengan tugas baru. tapi jika dia masih seperti ini entah bagaimana jadi nya".


"Ini di minum dulu teh nya". alice menyodorkan teh kepada gio. seraya berjalan ke arah ruang tamu.


"Aku sudah menghubungi kayren namun hp nya tidak bisa di hubungi". sambung alice.


"Bagaimana jika kau telpon dokter di rumah sakit sayang". gio memberi saran.


"Aahh kau cerdas sekli sayangku. aku akan menelpon dokter dave". alice mengambil hp di dalam tas nya lalu menghubungi dokter dave.


"Hallo letnan apa ada yang bisa aku bantu". tanya dokter dave di ujung telpon sana.


"Hallo dokter dave. apa kayren ada di rumah sakit. aku menelpon hp nya namun tidak bisa di hubungi".


"Jelas hp kayren tidak bisa di hubungi sepertinya sengaja di matikan. karena sedang di dalam pesawat".

__ADS_1


"Apaaa!!!! kayren di dalam pesawat. maksudmu kayren berangkat hari ini".


"Iya. apa dia tidak bilang padamu letnan".


"Tidak dokter. mungkin dia terburu-buru. sudah dulu ya dokter". alice lalu menutup telponnya.


"Bagaimana sayang". tanya gio


"Sepertinya kayren pergi tanpa pamit padanya. itu yang membuat dia seperti ini. tapi apa yang membuat kayren seperti itu".


"Hmmm ya sudah. lebih baik kita menginap saja di sini. di sebelah kamar vano ada kamar kosong aku sudah membereskannya tadi. lebih baik kita tidur ini sudah malam". ajak gio. mau tidak mau alice menganggukan kepalanya menuruti saran suaminya itu.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Pagi harinya devano terbangun dengan kepala yang masih berat dan tentunya bingung karena sekarang dia sudah ada di kamarnya.


"Siapa yang membawaku kesini. seingatku semalam aku masuk ke club malam itu. aaaahhhhh". devano memegangi kepalanya.


Pintu terbuka. terlihat gio dan alice membawakan sarapan untuk devano.


"Aahh ternyata kalian berdua yang membawaku pulang".


"Memang kau pikir siapa hah". terlihat jelas alice makin kesal. dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang.


"Entahlah aku sangat kacau sekali kalian bisa pulang aku ingin sendirian". devano kembali membaringkan badannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi boss. selama aku mengenalmu aku tidak pernah melihatmu sekacau ini". tanya gio.


"Kayren pergi. kau tau aku membuat dia pergi".


"bagaimana bisa". alice dan gio terlihat kompak merek menjawab secara bersamaan.

__ADS_1


"Bisa al. karena aku mengenalkan dia pada ayahku. dan saat ayah tau kalau dia seorang dokter kau sudah tau kan apa jawaban ayah. parahnya lagi kayren mendengar semua ucapan ayah. aku bingung harus bagaimana aku dan dia sudah berakhir al".


"Hey sudahlah jangan putus asa. dia pergi hanya untuk 2 tahun saja. setelah itu dia akan kembali ke sini. jadi tunggu lah dia. aku yakin dia mencintaimu dan dia pasti akan kembali ke sini. kau harus bisa bertahan kapten jangan seperti ini". alice mencoba menghibur devano


"Terimakasih kalian berdua memang sahabatku".


"Sepertinya kau demam boss. lebih baik kau makan dulu. setelah itu minum obat mu dan beristirahatlah. ingat lusa kita sudah mulai bertugas". gio mengingatkan.


"Baiklah. kalian boleh pulang maafkan aku sudah mengganggu bulan madu kalian".


Akhirnya gio dan alice pulang ke rumah mereka. sedangkan devano lebih memilih berbaring di tempat tidur seharian.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di new york kayren baru saja sampai di apartemen. dia sedang membereskan pakaiannya sambil menunggu pesanan makanan yang sudah di sepupu nya pesankan.


Ya kayren akan tinggal bersama sepupunya calista. dan akan menempuh pendidikan di kampus yang sama juga dengan sepupu nya itu.


Papih kayren tiba-tiba menghampiri kayren.


"Apa tidak sebaiknya kau beristorahat dulu nak sambil menunggu makanan datang. sudah simpan saja pakaian-pakaianmu itu".


"Tidak perlu pap ini sebentar lagi juga beres. papih tunggu saja aku di bawah nanti aku akan turun".


"Baiklah. jangan lupa bersihkan badanmu nak. kau perlu mandi untuk menyegarkan badanmu dan sedikit menghilangkan kesedihanmu itu".


Deegggg...


Jantung kayren langsung berdegup kencang Dari mana papih tau aku sedang bersedih. apa papih tau semua masalahku. ah biarkan saja lah. pikiran kayren lalu teringat kembali kepada devano. namun segera kayren menghilangkan pikiran itu. dia berlari ke kamar mandi dan tak lama kemudian terdengar suara gemericik air di sana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


**HAPPY READING 😊😊😊😊


JANGAN LUPA LIKE RATE DAN VOTE AKU TERUS YA KAKA😊😊😊😊😊**


__ADS_2