
Waktu makan siang pun tiba. kayren sejak pagi terlihat sangat bersemangat sekali. semua teman-temannya pun merasa heran. apa yang bisa membuat kayren se semangat itu. dia sedang merapihkan pakaiannya di kamar mandi. lalu dia melihat hp nya yang berdering dan langsung mengangkatnya.
"Hallo". ucap kayren
"Hallo kay aku sudah berada di parkiran apa aku harus masuk". tanya devano
"Ah tidak usah repot. aku akan segera turun". jawab kay langsung mematikan sambungan telponnya dan pergi dari ruangan IGD.
Dokter dave yang melihat kayren di lobby langsung mendekatinya.
"Mau kemana kay".
"Ah senior. aku akan pergi menemui ayah devano hari ini. kau sendiri mau kemana".
"Aahhhh selamat semoga berhasil kay. aku duluan ya sudah lapar sekali". dan dokter dave berbelok ke arah kantin sedangkan kayren langsung keluar menemui devano.
"Hay sudah lama menunggu ku". sapa kayren dengan senyuman merekah di bibirnya
"Oh hay. tidak aku baru saja sampai ayo kita berangkat". ajak devano
Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil secara bersamaan. Harus nya tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah ayah devano. namun karena ini jam makan siang jadi kemacetan menghambat mereka.
"Lebih baik kita makan siang dulu saja kay. kita akan tetap terlambat sampai ke rumah ayahku". ujar devano
"Ok. tapi kita makan di dekat sini saja ya. sekalian aku ingin membeli buah tangan untuk ayahmu". devano mengangguk dan matanya langsung mencari-cari tempat makan. lalu matanya tertuju kepada sebuah tempat makan yang bersebelahan dengan sebuah toko cake.
"Ok kita kesana saja ya kay". tunjuk devano. kayren mengangguk mengiyakan tempat makan yang du pilih devano.
Setelah devano memarkirkn mobilnya. mereka masuk ke dalam tempat makan itu. dan langsung memesan makanan. hampir 15 menit mereka menunggu dan akhirnya pesanan mereka pun datang. kayren dan devano menikmati makanan mereka.
"Bagaimana apa kah enak". devano memulai percakapan.
"Enak sekali. apa kau mau mencoba punyaku". tanya kayren.
"Ah tidak. aku tidak terlalu suka makanan pedas kay". tolak devano.
"Oh begitu kah. maafkan aku".
"Tidak apa sebaiknya kita habiskan makanan kita. lalu pergi. sepertinya jalan sudah mulai lengang".
" Ok".
__ADS_1
Setelah makanan mereka habis. mereka langsung saja menuju mobil. tapi kayren pergi menuju toko cake yang ada di samping tempat makan tadi karena ingin membeli sesuatu untuk ayahnya devano.
Kayren sangat antusias sekali terlihat sangat dia selalu tersenyum saat memasuki toko cake tersebut. dan saat keluarpun dia langsung tersenyum kepada devano dan dia membawa sebuah kotak berisi cup cake red velvet.
"Apakah yang kau beli". tanya devano saat kayren sudah masuk ke dalam mobil.
"Aku membeli cup cake red velvet untuk ayahmu. semoga ayahmu menyukainya". jawab kayren penuh harap. devano tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya.
Hanya butuh waktu 30 menit devank dan kayre. sampai di depan rumah ayah devano. devano membuka sefty belt nya lalu mengajak kayren turun.
"Ayo turun. kenapa kau diam saja di dalam mobil. bukan kah kau sangat antusias tadi". ajak devano.
"Apakah aku tidak apa-apa datang kemari. apa ayahmu akan menyukaiku". tany kayren gugup dan cemas. namun devano tersenyum seperti memberikan energi semangat kepada kayren.
"Jangan gugup seperti itu. positif thingking saja. ayahku tidak akan memakanmu. ada aku kita sama-sama masuk oke".devano memegang tangan kayren. lalu mereka masuk kedalam rumah.
"Ayah... ayahhh.. ". teriak devano.
"Aku di sini nak". jawab ayah devano dari arah rung tv.
"Oh ayah ternyata ada di sini. ayah ada yang ingin aku perkenalkan padamu". devano menggandeng kayren mendekati ayah devano. terlihat ayah devano tersenyum melihat kayren. Ini awal yang bagus. ayah mau tersenyum kepada kayren semoga dia tidak akan berubah sikap nanti. pikir devano
"Waaahhh siapa dia nak. aku baru pertama kali melihatmu membawa seorang wanita ke hadapanku. sepertinya dia sangat special. ayo mari duduk". Ucapan ayah devano seperti angin segar untuk kayren yang membuat gugup nya sedikit menghilang.
"Perkenalkan nama saya kayren tuan". kayren memerkenalkan diri saat mereka sudah duduk di sofa yang berada di ruang tv.
" oh ya ayah kay membawakan ini untukmu". timpal devano. ingin membantu kayren mencairkan suasana. ayah devano tak henti-hentinya menebarkan senyuman.
"Kau tidak perlu repot-repot membawakan ini untukku nak".
"Tidak apa-apa tuan. itu sama sekali tidak merepotkan". ucap kayren.
"Tunggu sebentar ya aku akan mengambil minuman untuk kita". kata devano seraya pergi ke dapur.
"Oh ya kau mengenal anakku dimana nak".
"Aku mengenalnya saat dia menjadi pasienku tuan".
"Aahhh jadi kau seorang dokter".
"Iya tuan. saya seorang dokter di rumah sakit Andara".
__ADS_1
Deegggg...
Jantung ayah devano berdegup kencang mendengar rumah sakit andara.
"Aahhh rumah sakit Andara ya. bukannya itu rumah sakit milik Herlambang". tanya ayah devano.
"Iya tuan. apa tuan kenal dengan papih saya".
"Apa papih!!!!. jadi maksudnya kau anak dari Andara dan Herlambang". ayah devano terlihat sangat kaget. nada suaranya pun sedikit membentak.
"minumannya sudah datang. maaf menunggu lama". ucapan devano memecahkan ketegangan di antara ayah devano dan juga kayren. ekspresi ayah devano sangat jauh berbeda dari awal bertemu tadi. senyuman sudah tidak terlihat lagi di bibirnya. yang ada hanya ekspresi menahan amarah yang membuat devano dan kayren bingung.
"Ayah ingin bicara denganmu vano".
"Baiklah yah".
Devano pergi ke arah dapur meninggalkan kayren sendirian. perasaan kayren masih bingung. sesampainya di dapur ayah devano langsung menampar devano.
"Apa kau sedang tidak sadar hah. aku sudah pernah bilang padamu. jangan pernah dekati dokter. masih banyak wanita di luar sana. tapi sekarang kau malah berpacaran dengan seorang dokter".
"Apa salahnya yah. dokter itu hanya sebuah profesi. yang terpenting kayren wanita baik-baik dan bisa membuat diriku bahagia".
"Tetap saja ayah tidak akan setuju. sekali ayah melarang selamanya ayah akan tetap melarangnya. kau ini seorang kapten tampan banyak wanita yang tergila-gila padamu. seperti kimberly contohnya. putuskan dia sekarang juga".
"Beri aku alasan kenapa ayah melarang ku mempunyai hubungan dengan seorang dokter". Tanpa mereka sadari kayren mendengar semua ucapan ayah dan anal itu.
"Maaf saya mengganggu. tapi saya mau pamit karena ada hal yang penting di rumah sakit". potong kayren saat ayah dan anak itu berdebat. lalu kayren pergi dari sana dengan tangisan dan hati yang hancur.
Devano ingin mengejar namun di larang oleh ayahnya. Kayren terus berlari hingga ke jalanan dan menghentikan sebuah taxi.
Di dalam taksi kayren menangis sejadi-jadinya kata-kata ayah devano selalu terngiang di telinga kayren. lalu dia mengambil hp nya dan hendak menelpon papihnya.
"Hallo pih. apa semua surat-surat ku sudah siap".
"Baiklah besok aku akan berangkat pap".
Mungkin ini semua sudah jalannya. besok aku akan memutuskannya dan membiarkan dia bahagia dengan wanita yang di sukai ayahnya. batin kayren.
Kayren mengusap air mata yang terus mengalir melewati pipinya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
**HAPPY READING 😊😊😊😊😊
JANGAN LUPA LIKE COMMENT RATE DAN VOTE AUTHOR TERUS YA BIAR MAKIN SEMANGAT UP NYA 😉😉😉😉**