Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Selamat Tinggal Kapten


__ADS_3

Kayren sampai ke apartemennnya dia langsung membersihkan badannya di kamar mandi. sesaat bayangan devano memenuhi isi kepalanya. dia menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi melampiaskan semua kekesalan dan sakit hatinya.


Di tempat yang berbeda devano terus saja menekan tombol di hp nya. terus menerus menelpon kayren. namun tidak ada jawaban satu pun.


Aaahhh sittt kenapa aku bodoh sekali. kenapa aku tidak mengejarnya tadi. maafkan aku kay maafkan aku ini semua salahku. seharusnya kamu tidak perlu bertemu ayahku. devano terus saja merasa bersalah dalam hatinya. mengutuki tingkah bodohnya tadi.


"Aku mohon angkat kay ayolah". devano terus menerus menelpon kayren. namun tetap tidak ada jawaban dari kayren. devano kesal dan membantingkan hp nya ke lantai.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Terlihat kayren baru keluar dari kamar mandi. dia lalu bergegas ke lemari pakaian dan mengambil piyama tidurnya. saat naik ke tempat tidur dia teringat bahwa dirinya belum memberi kabar kepada dinda atau senior nya dokter dave besok dia akan berangkat.


Dia mengambil hp yang berada di atas ranjang. terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari devano. dia mengabaikannya. dan langsung menelpon dokter dave.


"Hallo dokter dave".


"Hallo kay ada apa malam-malam seperti ini menelponku".


"Ahh begini senior. besok aku akan berangkat jadi aku menitipkan semua tugasku di sini padamu ya".


"Apaa. kenapa mendadak sekali kay. apa kau baik-baik saja".


"Tentu aku baik-baik saja. sudah dulu ya bye". kayren mematikan sambungan telponnya.


Dia lagi-lagi menatap layar hp nya dan ingin sekali menekan tanda panggil saat di layar hp itu tertulis nama Big Boss. tapi kayren ngurungkan niatnya. dia langsung bergegas membereskan seluruh pakaiannya.


Jam di dinding menunjukan pukul 11 malam. kayren baru saja selesai membereskannya. dia berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana. mencoba memejamkan mata nya. namun alih-alih tertidur dia malah terisak teringat devano.


Hingga hampir subuh kayren baru bisa memejamkan matanya. dengan mata sembab dan air mata yang mengering dengan sendirinya.


Alarm berbunyi sangat keras membuat kayren mau tidak mau membuka mata nya. menggeliat seakan enggan beranjak dari tempat tidur ternyamannya.


Saat melihat alarm nya dia terlonjak kaget.

__ADS_1


"Whaatttt. sudah jam 8. mati aku. penerbanganku jam 9. kenapa bisa aku se ceroboh ini".


Kayren berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. hanya 15 menit dia di dalam sana keluar dan cepat-cepat memakai pakaian mengabaikan telpon yang terus menerus berdering setelah selsai berpakaian dia langsung turun ke parkiran mobilnya dan pergi ke bandara.


Saat di perjalanan kayren terlihat sangat tergesa-gesa. sesekali dia melihat kaca sepionnya yang kanan lalu yang kiri setelah terlihat lengang dia langsung mempercepat kecepatan kendaraannya. hp kayren berdering lagi. dia mencari-cari sumber bunyi itu dan setelah menemukannya dia langsung mengangkatnya.


"Hallo".


"Hallo nak kau sedang dimana 25 menit lagi pesawat akan berangkat". tanya papih kayren yang sedang menunggu nya di bandara.


" 5 menit lagi aku sampai pap. bye". kayren menutup sambungan telpon itu.


Dasar anak itu selalu saja seperti ini. Ujar papih kayren di ujung telpon yang menggeleng-gelengkan kepalanya karena telponnya di tutup oleh kayren.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di waktu yang sama devano sedang menuju ke rumah sakit. dia ingin menemui kayren dan meminta maaf atas sikap ayahnya kemaren.


Saat sampai di rumah sakit dia langsung mencari kayren namun tidak berhasil menemukannya. bahkan dokter lisa dan dokter dinda pun tidak mengetahuinya. devano seakan frustasi dia terduduk di kursi sambil memegangi halisnya.


"Hay kapten kenapa kau berada di sini. kau tidak ke airport".


"Hahhh apa maksudnya dokter" tanya devano tidak mengerti.


"Bukannya kayren hari ini pergi untuk melanjutkan pendidikannya. ku kira dia memberitahu mu tentang kepergiannya".


"Terimakasih infonya dokter. aku harus pergi. permisi". devano langsung pergi dari sana.


Dokter dave dan dokter lisa memandang kepergian devano dengan penuh tanda tanya.


"Kira-kira ada apa ya dengan mereka. sepertinya merek sedang tidak baik". tanya dokter lisa.


"Entahlah. jika memang mereka sedang tidak baik-baik saja kuharap mereka bisa menyelesaikannya. sudah lebih baik kita mulai bekerja ayo". ajak dokter dave

__ADS_1


"Hmm semoga. oh iya apa benar kayren sudah berangkat".


"Se tau ku seperti itu. kayren tadi malam menelponku. hanya bilang seperti itu".


"Jahat sekali. sahabat macam apa itu pergi tanpa pamit padaku".ucap dokter lisa kesal.


"Sudahlah mungkin kayren punya alasan tersendiri. lebih baik kita doakan saja dia di sana".


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Devano menyetir dengan ugal-ugalan. pikirannya tidak fokus yang dia pikirkan sekarang hanya ingin cepat sampai di bandara dan bertemu kayren.


Sedangkan kayren telah sampai di bandara dan sedang cek in di temani papihnya.


"Apa kau sudah yakin nak". tanya papih kayren. karena melihat putrinya sungguh dalam keadan kacau. dengan mata yang sembab tidak ada gairah tidak fokus bahkan sering melamun.


"Aku yakin pap. ayo kita berangkat". ajak kayren dan mereka langsung menuju pesawat.


Setelah kayren dan papihnya duduk pramugari memberi arahan karena pesawat akan kepas landas. kayren sama sekali tak memperhatikan setiap ucapan pramugari tersebut pikirannya hanya tertuju pada devano.


Maafkan aku devano. aku tidak ingin kau tau akan keberangkatanku itu akan membuat semuanya kacau. jika pun kau tau mungkin sekarang aku sudah pergi . semoga setelah kepergianku kau akan bahagia dan bisa menemukan wanita yang cocok dengan ayahmu. Selamat tinggal kapten. batin kayren tak terasa bulir itu mulai membasahi pipinya.


Devano sampai di bandara. dan dia mendengar suara pesawat sudah lepas landas.


"Semoga itu bukan pesawat yang di tumpangi kayren" ucap devano dia langsung berlari ke arah resepsionis dan bertanya tentang pesawat yang menuju ke New York.


"Maaf pak pesawatnya baru saja berangkat". ucapan pegawai itu membuat tubuh devano ambruk seketika.


Kenapa kay. kenapa kau malah pergi dengan cara seperti ini. bahkan aku belum meminta maaf padamu. maafkan aku kay maafkan aku.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING 😊😊😊😊😊

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE RATE COMMENT DAN VOTE AKU YA KAA. KARENA VOTE KALIAN MEMBUATKU MAKIN SEMANGAT UNTUK UP😊😊😊😊😊**


__ADS_2