Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Bunda


__ADS_3

Devano pergi dari bandara dengan wajah yang murung dan hati yang hancur. dia mengendarai mobilnya menuju sebuah pemakaman. sesampainya di pemakaman itu. devano berjalan dengan lesu. dan dia berhenti di sebuah makam dia ambruk di makam itu menangis terisak.


"Bunda. apa aku salah mencintai seorang dokter. bukannya bunda dulu juga seorang dokter. tapi kenapa ayah sangat membenci profesi itu bun. sampai ayah menyakiti hati wanita yang vano sayangi bunda". oceh devano meluapkan isi hati nya.


"Sejak kecil vano selalu menuruti kemauan ayah. ayah menyuruh vano menjadi pasuakan militer vano tidak pernah menolak bun. bahkan hingga beberapa kali vano mendapatkan luka tembak pun vano tidak pernah menyesal menjadi anggota pasuakan. vano hanya ingin menikah dengan wanita yang vano cintai itu saja bunda. selebihnya terserah ayah mau mengatur hidup vano seperti apa". devano memeluk makam itu.


Langit pun seperti mengerti akan kesedihan yang di rasakan devano saat ini. rintik hujan membasahi tubuh vano namun vano tidak beranjak dari sana dia tetap diam hingga senja pun datang dan hujan pun berhenti.


Devano pergi dari pemakaman itu. mengendarai mobilnya kembali. lampu jalan terlihat sudah menyala pertanda sang malam pun telah datang. devano terus menyetir mobilnya sesekali dia memijat pelipisnya. devano merasa kepalanya sangat berat pikirannya selalu tertuju kepada kayren. mobil itu terus melaju hingga berhenti di sebuah club malam. devano jarang masuk ke club malam. tapi malam ini dia menginjakan kaki nya ke sana. mendatangi sebuah meja panjang dan duduk di sana. dia memesan minuman. Devano minum cukup banyak lalu dia mengambil hp dari saku celananya dan menelpon seseorang.


"Hey pengantin baru apa kau sudah melupakan big boss mu ini karena sekarang kau sudah punya istri hah. teman macam apa kau ini. cepat datang ke sini temani aku. aku ingin menceritakan sesuatu padamu".


"Sepertinya kau sedang mabuk boss. kau di club malam mana biar aku jemput". gio yang mendengar ucapan devano merasa cemas.


"Aku menelpon mu untuk menemaniku minum bukan untuk menjemputku. cepatlah kesini aku di club malam tempat kita di beri tugas dulu".


"Ok aku kesana sekarang". gio menutup telponnya.


"Ada apa. kenapa dengan big boss mu itu". tanya alice yang sedang berada di samping gio.

__ADS_1


"Entahlah. aku harus segera ke sana. aku takut terjadi apa-apa dengannya. apa kau mau ikut sayang". ajak gio


"Tentu aku akan ikut kemana pun suamiku pergi". alice tersenyum seraya mengambil jaket milik gio dan miliknya.


"Ayo berangkat suamiku. aku takut si bodoh itu membuat masalah". ajak alice.


"Ayo sayang".


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sedangkan di club malam devano sudah mabuk berat. tanpa devano sadari ada seorang wanita yang memperhatikannya dari kejauhan. namun wanita itu tidak yakin kalau laki-laki yang di lihat nya itu devano. karena setau dia devano anti masuk ke club malam apa lagi untuk mabuk. dia ke club malam jika hanya di beri tugas untuk mengintai orang yang berada di dalam club itu saja.


"Vano sedang apa kau disini. kau kenapa mabuk-mabukan seperti ini hah". tanya wanita itu.


Devano menengok dan tersenyum mengenal wanita itu.


"Hei kim. ternyata kau tidak pernah berubah ya kau selalu saja datang ke club seperti ini. bagaimana aku bisa menyukaimu kalau kelakuanmu tetap seperti ini". oceh devano.


"Kau kenapa mabuk berat seperti ini hah. sudah ayo aku antar saja kau pulang. ini sama sekali bukan devano yang aku kenal". kimberly mencoba menggandeng devano namun tatapan devano berubah terhadap kimbelry.

__ADS_1


"Kau kenapa menatapku seperti itu vano". kimberly sadar tatapan devano berbeda kepadanya.


"Kay apa ini benar kau kay. apa kau kembali untuk ku sayang. maafkan aku kay. aku mohon maafkan aku aku sangat mencintaimu kay". oceh devano. alkohol sudah menganggu kesadaran devano. dia menganggap kimbelry itu kayren. devano langsung memeluk kimbelry.


Saat itu pun gio dan alice datang. mereka mencari keberadaan devano. alice melihat seseorang wanita yang sedang sibuk menggandeng laki-laki yang terus memeluknya. alice kaget dan langsung mengajak gio mendekati mereka dan benar saja itu devano. dan yang membuat alice kaget kenapa bisa bersama kimberly.


"Biar saya saja yang membawa pulang ketua saya nona". Gio langsung mengambil alih menggandeng devano.


"Kenapa kau mengajak devano ke tempat seperti ini kim. kau tau devano itu seorang kapten jika komandan pasukan tau devano akan mendapat masalah besar". teriak alice matanya menatap kimberly dengan tatapan tidak suka.


"Aku tidak tau al. aku tidak pernah mengajak devano ke sini. saat aku datang dia sudah seperti ini". kimberly mencoba membela dirinya.


"Sudah-sudah jangan berdebat. lebih balik kita membawa ketua pulang sayang. kau pegang lenganku sebelah sini jangan lepaskan ingat itu. karena aku sedang tidak bisa menggandeng tanganmu sekarang". ucap gio dan langsung mengajak alice pergi dari club itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊


JANGAN LUPA LIKE RATE DAN VOTE AKU TERUS YA KAKA😊😊😊😊**

__ADS_1


__ADS_2