
Saat sampai di markas rio langsung mengomandoi anak buahnya untuk segera berkumpul karena komandan tertinggi akan segera datang. sedangkan devano pergi ke ruangan gio dan alice berniat memberitahu kalau ayahnya akan datang.
"Bagaimana keadaannya" tanya devano kepada gio.
"Dia sudah lebih baik setelah memakan sup buatanku. dan sekarang sedang beristirahat". tutur gio
"Oh syukurlah karena ayahnya sekarang sedang menuju kesini".
"Apaa!!! bagaimana bisa. siapa yang mengabarinya??? kenapa bisa kesini ??? matilah aku. bagaimana kalau dia tau anaknya disini sedang tidak baik. aku pasti akan langsung di berhentikan sebagai menantunya". cecar gio.
"Haaaiiisss kau ini kenapa berubah crewet seperti ibu-ibu. kalian semua sungguh merepotkan ku. sudah cepat kita berkumpul". teriak devano hampir frustasi melihat tingkah wakil yang sekaligus sahabatnya itu.
Saat devano akan kembali dan bergabung dengan bawahannya. terdengar suara helikopter mendarat. devano dan gio langsung berlari menuju lapangan dan bergabung dengan yang lainnya.
Mereka semua serempak memberikan hormat saat komandan tertinggi tutun dari pesawat. dan saat itu juga gio dan devano sampai dan langsung ikut memberi hormat.
"Selamat malam semua". ucap ayah alice.
"Selamat malam pak". ucap mereka serempak.
"Maaf jika kedatangan saya yang mendadak mengangetkan kalian. saya baru selsai rapat bersama PBB dan ingin bertemu dengan putriku sekaligus ingin melihat keadaan kalian disini. jadi tolong siapkan ruangan untuk teman saya. karena saya akan melanjutkan perjalanan pulang besok pagi". tutur ayah alice.
"Siap pak".
"Saya permisi". ayah alice berpamitan dan semua nya memberi hormat.
Saat ayah alice akan meninggalkan lapangan keluar dua orang dari dalam helikopter yang membuat devano tercengang. kedua orang itu terus berjalan hingga melewatinya. terlihat senyuman di sudut bibir devano. lalu semua orang membubarkan diri dari lapangan dan masuk ke ruangan masing-masing untuk berisitirahat. namun tidak untuk gio dan devano. mereka langsung menghadap komandan tertinggi.
"Dimana alice. kenapa aku tidak melihatnya tadi". tanya ayah alice.
"Siap pak. letnan alice sedang beristirahat di ruangannya". jawab gio gugup.
"Sudahlah disini cuma ada kita kau tak perlu seformal itu". ucap ayah alice.
"Maaf ayah keadaan alice sedang tidak baik. dia kurang enak badan". gio mencoba jujur meskipun dalam hatinya takut setengah mati.
"Apaa!!! pantas saja aku ingin sekali bertemu dengannya. antar aku keruangannya". pinta ayah alice.
"Baik ayah mari ku antar". ajak gio.
Sedangkan devano hanya diam saja melihat adegan menantu dan mertua di depannya.
Sesampainya di ruangan alice. ayah alice langsung melihat keadaan anaknya. dan menyuruh gio memanggil kayren.
__ADS_1
Ya dua orang yang keluar dari helikopter adalah kayren dan papihnya mereka ikut rapat dengan ayah alice karena di undang oleh pihak PBB membahas pangan dan gizi anak-anak di belahan bumi lainnya.
"Biar aku saja. kau diam saja di sini temani istri dan mertuamu". ucap devano.
Dia segera pergi menuju ruangan kayren. dia sudah sangat rindu kepada tunangannya itu.
Tokktokk tokkk...
Kayren langsung membuka pintu saat dia mendengar pintu di ketuk. daaannn
Bruukk...
Devano langsung memeluk kayren.
"Aku sangat merindukanmu". ucapnya. untuk sesaat kayren hanya terdiam kaget mendapat pelukan tiba-tiba dari devano. lalu dia pun membalas pelukan devano
"Aku pun merindukanmu vano".
"Jika kau benar merindukanku kenapa kau tidak pernah menghubungiku. kenapa ponselmu selalu tidak dapat di hubungi hah". devano merajuk.
"Maaf aku sibuk sekali. jangan marah ok". ucap kayren sambil memasang wajah imutnya.
"Aaiiisssshhh jangan memasang wajah seperti itu aku tidak bisa marah jika kau memasang wajah imut seperti itu kay". gerutu devano. kayren hanya tersenyum melihat tingkah devano.
"Siapa yang mengetuk pintu kay". tanya nya. kayren dan devano gelagapan seperti orang yang ketahuan mencuri. dan langsung melepaskan pelukannya.
"Ahh selamat malam om. maaf mengganggu istirahatnya. saya di suruh memanggil dokter kayren untuk memeriksakan keadaan letnan alice". ucap devano gugup.
"Selamat malam vano. oh ya silahkan kalau begitu om istirahat dulu". Lalu papih kayren menutup pintu.
Plaakkk...
Satu pukulan mendarat di lengan devano.
"Aauuu sakit kay kenapa kau memukulku". protes devano.
"Kau keterlaluan. kenapa beralasan seperti itu kepada papihku".
"Aku tidak beralasan. memang itu yang terjadi. ayah alice menyuruhku memanggil mu. sudah ayo kita ke sana". ajak devano sambil mengulurkan tangannya. kayren hanya menatapnya dia malu untuk menyambut tangan devano.
"Haaaahh sudah ayo". devano langsung menarik tangan kayren dan menggenggamnya. mereka berjalan smabil bergandengan tangan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Sesampainya di ruangan alice. kayren langsung memeriksa keadaan kayren.
"Bagaimana keadaannya nak". tanya ayah alice setelah melihat kayren selesai memeriksa tubuh alice.
"Dia baik-baik saja paman". lalu dia menoleh ke arah gio.
"Gio bagaimana gejala yang alice tunjukan".
"Dia selalu muntah-muntah di pagi hari dan tidak ada makanan yang bisa masuk dok. hanya sore dan malam hari saja dia bisa makan itu pun hanya makanan tertentu. dia selalu saja mengeluh pusing lemas dan mual. hanya jus jeruk atau air jeruk hangat yang dia minta". tutur gio
"Hmmmm baiklah. jika aku tidak salah memberi diagnosa alice sedang mengalami morning sickness".
"Apa itu morning sickness dok" tanya gio.
"Iya apa itu morning sickness kay. apa itu semacam penyakit atau virus". tanya devano penasaran.
"Hahahahaha" tiba-tiba saja tawa ayah alice menggema di dalam ruangan itu.
"Kenapa ayah tertawa". tanya gio.
"Aku tertawa karena ada dua hal. yang pertama kalian berdua sangat lucu apa kalian benar-benar tidak tahu apa itu morning sickness". gio dan devano serempak menggeleng. "dan yang kedua aku akan segera menjadi seorang kakek". lanjut ayah alice
"Apaa!!! seorang kakek". ucap gio dan devano dengan kompak karena mereka kaget.
"Iya gio. kau akan menjadi seorang ayah. alice sekarang mungkin sedang mengalami morning sickness karena dia sedang hamil muda. wajar seorang ibu hamil mengalami morning sickness aku akan memberikan vitamin untuk alice". tutur kayren.
Gio diam mematung karena masih tidak percaya bahwa istrinya sedang hamil buah hati mereka.
"Terimakasih nak telah memberikan aku kabar bahagia ini. aku sangat bahagia nak. tapi aa aku bisa minta tolong padamu nak". ayah alice memegang tangan kayren.
"Apa itu paman".
"Tolong jaga alice disini nak. aku takut terjadi apa-apa ada anak dan cucuku".
"Apaaa!!! maksud paman aku harus disini. apa paman sedang bercanda".
"Aku tidak bercanda nak. aku tidak percaya kepada mereka. karena kau lihat morning sickness saja mereka tidak tau apa lagi menjaga ibu yang sedang hamil muda. aku mohon padamu nak".
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊
BAGAIMANA MENURUT KAKAK KAKAKU KELANJUTANNYA APAKAH KAYREN MAU MENERIMA PERMINTAAN AYAH ALICE??????
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE RATE COMMENT DAN VOTE AUTHOR YANG SEBANYAK-BANYAKNYA YA KAKAK TERUS DUKUNG KAYREN DAN DEVANO😊😊😊😊**