
Sore hari langit terlihat mendung. angin berhembus kencang. namun di pusat kota kemacetan masih terjadi. terdengar suara klakson dari kendaraan saling bersahutan.
Devano terjebak di kemacetan itu.
Harusnya aku berangkat lebih awal tadi. Dengus devano kesal.
Dia berniat menjemput kayren karena mereka sudah berjanji akan menemui gio dan alice di cafe. terdengar suara hp berbunyi. saat di lihat nampaklah nama Beauty di sana devano segera mengangkatnya.
"Hallo. kay apa kau sudah siap".
" Belum aku baru sampai di apartemenku. ini aku baru mau mandi".
"Ya sudah mandilah. aku akan datang terlambat hari ini jalanan sunggu menyebalkan kemacetannya sungguh membuatku ingin makan orang".
"Memangnya kau mau memakan siapa. jangan aneh-aneh vano".
"Aku ingin memakanmu puas kau. sudah sana mandi". Devano menutup telponnya. lalu menjalankan mobilnya karena mobil di depannya mulai berjalan.
Jam di dinding apartemen kayren menunjukan pukul 18.30 devano baru saja datang. dia menunggu kayren mencari sepatunya.
"Cepatlah sedikit kay. aku takut kita terjebak macet lagi". teriak devano.
"Iya iya aku sudah siap. ayo berangkat". kayren menggandeng tangan devano. mereka berjalan keluar dari apartemen itu.
Sekitar setengah jam akhirnya mereka sampai di cafe itu. terlihat alice yang sedang melambaikan tangan ke arah mereka. sontak saja kayren membalas lambaian tangan alice.
"Hai duduk lah aku sudah memesankan makanan kalian". ucap alice
"hoohh terimakasih". kayren langsung saja duduk di hadapan alice.
"Tumben sekali kau mengajakku makan di luar alice. ada apa". tanya kayren.
"Ini untukmu dan semua teman-temanmu yang ada di rumah sakit". alice menyodorkan beberapa lembar undangan.
"Woaaahhhh ini undangan pernikahanmu. Aku tak menyangka kau akan secepat ini menikah al". kayren kaget lalu tersenyum senang alice gio dan devano pun ikut tersenyum.
Tak berapa lama pelayan cafe datang membawakan makanan pesanan mereka. lalu mereka menyantap makan malam mereka sesekali terdengar gelak tawa dari ke empat pasangan itu.
__ADS_1
"Al apa konsep pernikahanmu". tanya kayren
"Sebenarnya aku menginginkan konsep militer kay. karena kami berdua kan anggota militer. tapi ayah menginginkan pernikahanku berkonsep serba putih. jadi kau beritahu dokter dave dan yang lainnya harus memakai pakaian putih ok". jelas alice.
Kayren menganggukan kepalanya. Lalu gio dan devano secara bersamaan melihat arlogi di tangan mereka jam sudah menunjukan pukul 21.30.
"Kay lebih baik kita pulang ini sudah larut malam. besok kau jaga pagi kan. aku tidak mau kau terlambat. lagi pula tidak lucu seorang calon ketua rumah sakit harus terlambat".
"Waahh kay aku tidak salah mendengar ini".
"Tidak al. yank di katakan vano benar. mungkin setelah kalian menikah aku akan segera berangkat".
"Kalo begitu kau tenang saja dokter. aku yang akan menjaga big boss ku untukmu". ucap gio yang membuat semua orang tertawa.
"Terimakasih sersan gio. aku akan mempercayakan dia padamu". seraya menepuk bahu devano.
"Waaahhhh sekarang kalian menjadi sekutu begitu kah. sudahlah ayo pulang". ucap devano sambil berdiri memegang tangan kayren dan mengajaknya keluar.
"Hei jangan lupa kalian harus datang". ucap alice.
Devano mengantarkan kayren hingga ke depan pintu apartemennya.
"Kau tidak perlu mengantarkanku sampai di depan pintu seperti ini". ucap kayren
"tidak apa-apa aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja hingga di dalam apartemen".
Kayren tersenyum sangat cantik mendengar ucapan itu. devano tertegun melihatnya. untuk beberapa saat devano menatap bibir kayren intens. dia lalu mendekati kayren memegang dagunya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah kayren. lebih dekat lagi kayren yang melihat itu refleks memejamkan matanya semakin dekat daaannn devano mengecup kening kayren lalu tersenyum melihat kayren memejamkan matanya. seraya berbisik di telinga kayren.
"Aku tidak akan pernah mengambil yang belum menjadi hak ku. ingat itu my beauty".
Kayren yang mendengar bisikan itu sontak saja membuka matanya. terlihat muka nya memerah menahan malu. dan mengutuk tingkahnya sendiri. devano yang melihatnya terawa.
"Hahaa sudah sana masuk. sepertinya angin malam sudah membuat otakmu agak sedikit mesum". ejek devano. lalu dia pergi meninggalkan apartemen kayren. mendengar ejekan devano kayren semakin kesal.
"Hey apa maksudmu bilang mesum hah. awas kau ya". umpat kayren.
"Sudah sana masuk aku akan pulang. besok siang aku akan menjemputmu makan siang jika kau tidak sibuk. nyonya prawira yang mesum". ucap devano sambil melambai-lambaikan tangannya di atas kepala.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi harinya kayren berangkat ke rumah sakit tepat waktu. saat sampai di lobby rumah sakit dia bertemu dengan dokter dave dan dokter lisa.
"Morniing kay". sapa dokter dave.
"Pagii juga senior". balas kayren.
"Oh ya kemarin aku bertemu alice dan dia menitipkan undangan untuk kalian semua". sambung kayren
"Ooo yaa. mana aku ingin lihat". ucap dokter lisa meminta undangannya.
"Nanti ya di ruangan igd saja".
"baiklah". ucap dokter lisa agak sedikit kecewa.
Sesampainya di ruangan igd semua personil tim relawan lengkap. makanya kayren langsung saja membagikan undangan itu kepada mereka.
"Ingat konsepnya adalah white. jadi kalian semua ke sana harus memakai pakaian berwarna putih. aku tidak mau di salahkan jika kalian datang sampai salah kostum". tegas kayren.
"Baiklah". semua orang menjawab serentak. lalu mereka sangat antusias membuka undangan itu.
"Aku tidak menyangka mereka akan menikah secepat ini". ujar perawat airin.
"Iya aku sendiri juga masih tak menyangkanya airin". jawab kayren.
"Lalu kapan kau akan menyusul letnan alice untuk menikah senior". pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut polos dokter kevin. semua orang melongo menatap ke arah dokter kevin.
"Entahlah". hanya itu yang keluar dari mulut kayren.
"Aaahhhh sudah sudah ayo kita mulai bekerja. aku dan kayren akan memeriksa pasien di ruangan 3 itu. ayo kay". dokter dave mencairkan suasana.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊
JANGAN BOSEN YA UNTUK LIKE RATE COMMENT VOTE AUTHOR. KARENA POIN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR BIAR SEMAKIN SEMANGAT UP NYA🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1