
Malam yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. di ruang tamu terlihat papih kayren devano alice gio ayah alice calista smith dan tentu nya kayren sedang berkumpul dan berbincang-bincang.
"Kenapa ini mendadak sekali. bahkan aku tidak melakukan persiapan apapun". ucap papih kayren.
"Ya itu karena anak buahku besok sudah harus bertugas kembali. bahkan dia juga tidak bisa membawa ayahnya kesini menemui mu karena keterbatasan waktu. maka dari itu aku yang menjadi walinya. sudahlah jangan merasa tidak enak. jamuanmu sudah lebih dari cukup. tapi sepertinya nanti saat pernikahan mereka kau berhutang pesta yang sangat megah". ucap ayah alice senyum terukir jelas di raut mukanya.
"Tentu saja. Aku pasti akan membuat acara yang sangat megah untuk mereka. ok mungkin sekarang bisa di mulai acaranya agar kita bisa langsung makan malam benar begitu alice". papih kayren melirik alice yang terlihat sedang memakan cemilan dengan lahapnya seperti orang kelaparan.
Gio mengambil alih sebagai fotografer dia mengabadikan setiap momen dan tak ada yang terlewatkan. devano dan kayren berada di tengah-tengah antara papih kayren dan ayah alice. alice membawakan cincin pertunangan dan memberikannya kepada devano.
Dengan hati-hati devano memegang tangan lembut kayren dan memasukan cincin itu ke jari manis kayren. saat cincin itu sudah ada di tempatnya semua orang bertepuk tangan. sekarang giliran kayren yang memasukan cincin ke jari manis devano. sejujurnya jantung kayren berdegup dengan kencang. dan saat cincin itu sudah terpajang di jari manis devano. gio memberi isyarat kepada mereka untuk menatap kamera.
Setelah acara inti selesai. mereka langsung menuju meja makan. untuk makan malam semua orang terlihat gembira. hanya saja mereka aneh melihat cara makan alice.
"Hey al apa kau selama ini tidak di beri makan oleh sersan gio" tanya kayren dia merasa aneh melihat alice yang sangat lahap memakan makanannya.
__ADS_1
"Sembarangan saja. kau tau dia memperhatikanku dengan baik". sergah alice namun tetap fokus terhadap makanannya.
"Lalu kenapa kau makan seperti orang yang sedang kelaparan seperti itu. sepertiny dulu saat kita kuliah nafsu makanmu tidak seperti ini. apa karena sekarang kau menjadi prajurit kau jadi seperti ini". tanya kayren penasaran. devano yang mendengarnya menahan tawa. sedangkan gio smith dan calista hanya terbengong melihat cara makan alice.
"Dokter kay benar sayang. kau sebenarnya kenapa. kemarin-kemarin nafsu makanmu biasa saja kenapa sekarang jadi seperti ini". gio sangat heran melihat istrinya. ayah alice dan papih kayren hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalian lanjutkan makannya. aku dan ayahnya alice akan mengobrlol sebentar". ucap papih alice yang di jawab anggukan oleh semua orang.
Sesampainya di ruang pribadi milik papih kayren. dia langsung mengunci pintunya. dan duduk di sofa mereka duduk saling berhadapan.
"Jadi apa alasan dia tidak mau mendampingi anaknya kesini". tanya papih kayren.
"Aku sungguh kasihan kepada vanno dia anak yang baik. tapi dia harus menjadi korban ke egoisan ayahnya. dan aku pun tidak tau kenapa kayren dan devano bisa di pertemukan bahkan bisa mempunyai rasa saling menyukai sampai saling ingin memiliki seperti ini". papih kayren memijit pangkal hidungnya.
"Sudahlah ini semua sudah takdir. tidak ada yang bisa menyalahkan dan menolak takdir. yang terpenting sekarang yaitu kau".
__ADS_1
"Akuu.. kenapa denganku".
"Ya kau harus bisa menerima vano sebagai menantu mu dan perlakukan dia dengan baik. karena dia tidak tau apa-apa dengan masa lalu kalian". saran dari ayah alice.
"Aaahhh baiklah". papih kayren tersenyum.
Mereka berbincang-bincang cukup lama tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.00 dan mereka teringat anak-anak di ruang makan.
Ayah alice langsung berpamitan karena sudah terlalu malam dia teringat besok anak menantu dan devano harus berangkat bertugas kembali mereka harus istirahat yang cukup.
Devano mendekati kayren. memegang tangannya dan jarinya mengusap lembut cincin yang melingkar cantik di jari manis kayren.
"Aku pulang dulu dan tunggu aku setelah aku pulang dari tugasku ini aku pastikan kau akan langsung menjadi nyonya prawira". ucap devano sambil mengusap hidung kayren yang mungil itu. lalu dia pergi bersama alice gio dan ayah alice.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
**HAPPY READING 😊😊😊😊
MAAF YA BARU BISA UP LAGI JANGAN LUPA LIKE RATE COMMENDT DAN PASTINYA VOTE AUTHOR YANG BANYAK YA KA😊😊😊😊**