
Tidak terasa sudah dua tahun lebih kayren pergi ke new york. dan devano melalui hari-harinya sebisa mungkin dengan biasanya. seperti hari ini dia mampir ke rumah ayahnya untuk berpamitan karena dia di tugaskan kembali.
Terlihat mereka berdua duduk di meja makan dan sedan menyantap makanan. suasana sangat hening. tidak ada yang mengeluarkan suara. hingga ayah devano yang memulai pembicaraan.
"Sampai kapan kamu akan menyendiri seperti ini van". tanya sang ayah
"Entahlah yah mungkin sampai dia kembali"".
"Apa kamu sudah tidak waras van. kamu liat diri kamu. kau tampan berpangkat tinggi banyak wanita yang menginginkanmu. kenapa kamu harus menunggu yang tidak pasti. lihatlah kimberly apa susahnya menerima dia. selama ini dia selalu menunggu mu".
"Jangan mulai berdebat denganku yah. aku menganggap kimberly hanya sebagai teman tidak bisa lebih yah".
"Terserahlah hanya saja ayah ingin yang terbaik untukmu. ayah sudah tua dan keinginan ayah sekarang hanya ingin melihatmu bersanding di pelaminan seperti gio riko dan rio. bahkan si sam yang ingudan itu sudah bertunangan sedangkan kamu hanya menunggu dia. ingat dokter itu tidak baik untukmu".Devano hanya terdiam mendengar ucapan ayahnya. dia berpikir bagaimana caranya agar ayahnya merubah pandangannya tentang seorang dokter.
"jika sampai akhir tahun ini kamu belum juga membawa seorang wanita. ayah akan membicarakan pernikahanmu dengan kimberly kepada keluarga kimberly. ingat itu van".
"Ah sudahlah yah. aku akan terlambat jika terus membahas itu. aku sudah selesai aku pamit yah". devano pergi dari rumah ayahnya.
Sesaat setelah devano pergi datang sebuah mobil lamborghini berwarna merah mengkilat lalu masuk kepekarangan rumah ayah devano.
Dari dalam mobil keluar seorang wanita dengan memakai dress minim berwarna senada dengan mobil miliknya. dia masuk tanpa permisi atau mengetuk pintu lagi
Saat wanita itu sedang di ruang tamu keluar lah ayah devano dari arah dapur. berjalan mendekati wanita itu seraya terus menembar senyuman kepada wanita itu.
"Hai nak kenapa kau pagi sekali sudah datang kerumahku". tanya ayah devano.
"Hai paman aku mendengar devano sarapan bersama paman makanya aku kesini. tapi saat aku sampai sepertinya dia sudah tidak ada". jawab kimberly
"Haha dasar anak muda. iya dia memang sarapan bersama paman. tetapi dia sangat terburu-buru karena dia akan berangkat bertugas kembali nak".
"Apa pamam sudah membicarakannya dengan vano paman". tanya kimbelry sangat penasaran.
"Sudah. kau tenang saja dia akan menikah denganmu". ucap ayah vano sambil mengusap pucuk kepala kimberly.
"Aahhh terimakasih paman. aku sayang padamu". kimberly melompat-lompat lalu memeluk ayah devano.
"Sama-sama nak. paman pun menyayangi mu seperti anak paman sendiri. tetapi kau harus berubah jika sudah menjadi istri devano nanti".
__ADS_1
"Siap paman". jawab kimberly seraya menyimpan tangannya di samping pelipis matanya sambil tersenyum.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di new york kayren dan calista sedang berbincang-bincang mengenai sebuah negara yang terkena penyakit gizi buruk. mereka berdua sangat anutias ya bagaimana tidak meskipun calista bukan seorang dokter tapi darah dokter sangat kental mengalir pada dirinya. ibunya kakek dan neneknya bahkan pamannya yaitu papih kayren semuanya dokter.
Namun calista lebih tertarik dunia bisnis. dia ingin berbeda dari ibu dan keluarga besar ibu nya yang notabene adalah clan dokter. dia lebih memilih mengelola perusahaan papahnya. namun tidak bisa di pungkiri simpatik nya terhadap orang-orang membuat hati nya tergerak ingin membantu negara itu.
"Aku akan bicarakan masalah ini kepada papahku kay. dia pasti akan membantu. tapi di sana masih kekurangan tenaga medis kay bagaimana".
"Biar aku yan kesana". jawab kayren tegas.
"Kau yakin kay. bukannya kau harus pulang. karena akan memimpin rumah sakit".
"Aku belum siap untuk pulang. papih pasti akan mengerti".
"Aaahhh baik lah aku dan smith akan ikut denganmu".
"Hey kenapa harus mengajaknya".
"Ahhh baiklah".
"Aku akan menelpon dokter sukarelawan daerah sini ahar kita bisa pergi ke sana. dan aku juga akan berbicara dengan papahku dulu".
"Aku juga akan menghubungi papihku dulu".
Saat itu pintu di ketuk. dan yang masuk adalah smith adik calista dia membawa beberapa bungkus makanan dan minuman. dia berjalan mendekati kakak perempuannya. menyimpan semua makanan itu di atas meja dan langsung membukanya.
"Hay girl. ayolah di makan makanannya. aku sudah capek-capek membelikannya khusus untuk kakak-kakakku yang cantik-cantik ini. kenapa kalian sangat serius sekali. ada apa". tanya smith dengan mulut yang penuh pizza
"Heh bocah sebaiknya kau habiskan dulu makanan yang ada di mulut mu itu baru berbicara". ucap calista kesal.
"Sudah-sudah kalian ini kenapa tidak bisa akur sebentar saja". kayren tertawa melihat tingkah kakak beradik ini.
"Dia yang mulai kak kay. aku ini sudah 20 tahun. masih saja dia bilang bocah".
"Smith apa kau suka menjadi relawan". tanya kayren
__ADS_1
"Tentu saja kak. dulu saat usia ku masih 10 tahun aku sering di ajak oleh kakek dan nenek".
"Oh ya. Waaaahhhhhh. kau sungguh-sungguh smith".
"Tentu kak. ada pengalaman tersendiri menjadi sukarelawan. ya meskipun waktu itu aku hanya menjadi sukarelawan kelaparan sih ka. karena jika sukarelawan bencana alam mana boleh mengajak anak-anak".
"Kau benar sekali".
"Memang ada apa kak. mendadak kak kay bertanya soal sukarelawan".
"Ah tidak. hanya saja aku ingin mengajakmu berangkat ke sebuah negara yang mengalami gizi buruk smith".
"Apakah benar. aku pasti akan ikut kak". smith sangat senang mendengar ajakan kayren namun calista berdecak aneh melihat adiknya.
"Heh bocah. kau terlihat sangat senang sekali. kita itu mengajakmu ke negara yang mengalami masalah bukan ke tempat hunting atau pun mall".
"Sudah ku bilang aku bukan bocah. dasar perawan tua". teriak smith dia kesal karena selalu di panggil bocah.
"Apa kau bilang tadi. ulangi lagi". calista tiba-tiba meradang mendengar ejekan adiknya.
"Apa apa perawan tua". ejeknya lagi. membuat calista benar-benar marah.
Brugggg....
Sebuah kotak bekas makanan mendarat tepat di kepala smith membuatnya meringis kesakitan. dia mengusap-usap kepalanya.
"Kau ini kejam sekali. pantas saja tidak ada laki-laki yang mau menjadi pacarmu".
"Apa kau bilang. dasar adik durjana akan ku kutuk kau".
"Hahaha sudah sudah kalian ini jika bertemu tidak pernah bisa akur. ayo kita makan". ajak kayren yang tidak bisa berhenti tertawa melihat tingkah kedua saudaranya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊😊😊😊😊
JANGAN LUPA LIKE VOTE RATE NYA YA KAKAK😚😚😚😚**
__ADS_1