
"Aku ingin pulang vano. apa kamu akan tetap disini atau mau mengantarkanku pulang". tiba-tiba kayren berbicara. devano sedikit mengernyitkan kening nya berpikir dan berniat menanyakan kenapa kayren mengajaknya pulang. tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat wajah kayren nampak kelelahan.
"Ok kita pulang. aku akan pamit dulu kepada gio dan alice serta komandanku. tunggu disini jangan kemana-mana". lalu devano beranjak meninggalkan kayren dan pergi ke arah gio alice dan komandannya yang sedang berfoto keluarga.
"Pak apakah acaranya masih lama". tanya devano kepada komandannya.
"Tidak vano. ada apa". jawab komandannya.
"Aahhh itu. kalau sudah tidak ada saya ingin undur diri. kelihatannya kayren sudah kelelahan dia ingin segera beristirahat saya akan mengantarkannya pulang".
"Oh seperti itu. ya sudah antarkan dia pulang benar kelihatan sekali di wajahnya kalau dia sudah kelelahan". komandannya melihat ke arah kayren.
"Dia kelelahan atau sedang menahan amarah karena cemburu padamu senior. aku sangat mengenal sahabatku. meski kelelahan jika suasana hatinya baik dia pasti akan ikut kesini dan berpamitan langsung padaku". ucap alice menggoda devano.
"Aahhh apa benar begitu al". tanya devano tidak mengerti. namun benar yang di katakan alice tadi kayren terlihat baik-baik saja sampai kejadian kimberly tadi.
"Hu'um awas berhati-hati senior bisa saja kayren menerkammu nanti di dalam mobil hahhaa".
"Sudah sudah. cepat sana antarkan kayren. jika memang kalian ada masalah lebih baik di bicarakan secara baik-baik dengan kepala dingin vano". sergah ayah alice.
"Siap komandan. saya permisi dulu".
Lalu devano mendekati kayren dan mengajaknya ke tempat parkir dimana devano memarkirkan mobilnya. setelah berada di dalam mobil suasana sangat hening. devano fokus menyetir dan terkadang melirik kearah kayren. namun kayren hanya menatap lampu-lampu jalan menghiasi kota yang terlihat dari balik kaca mobil. hatinya gusar hatinya sangat ingin bertanya kepada devano siapa perempuan itu sebenarnya. namun dia tetap menunggu devano menjelaskan.
Hingga sampai di apartemen milik kayren devano tidak juga menjelaskan hingga membuat kayren kesal. dia langsung turun dari mobil devano dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan selamat malam kepada devano.
Sebenarnya dia kenapa. tidak biasanya dia seperti itu. ah sudahlah ini sudah malam besok saja aku menanyakannya. hati devano bertanya-tanya namun dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat kayren jadi dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
Kayren yang menengok kebelakang menunggu devano mengejarnya namun tak ada tanda-tanda devano menyusulnya pun semakin merasa kesal.
Dasar laki-laki . tidak pernah peka. bahkan aku marah pun dia tidak mengejarku atau dia memang sengaja tidak mengejarku karena ingin segera kembali ke pestanya alice. apa mungkin wanita itu yang akan menemaninya selama aku tidak ada. aaaahhhh sialan awas kau kapten. jika memang benar seperti itu aku lebih baik mempercepat keberangkatanku saja. gerutu kayren dalam hati nya. dia mengambil hp nya dan langsung mencari kontak papihnya dan menekan tanda panggil.
Tuuuttt tuuuuuttt.
__ADS_1
Hanya nada itu yang terdengar di ujung sana. namun tak lama terdengar suara papih kayren mengangkat telponnya.
"Hallo nak ada apa".
"Tidak apa-apa pap. aku hanya ingin meminta bantuan papih untuk mengurus paspor visa dan surat-suratku yang lainnya saja".
"Memangnya kapan kau ingin berangkat nak. apa urusanmu di sini sudah beres".
"Ya pap urusanku di sini sudah beres. terserah papih saja besok pun tidak jadi masalah bagiku"
"Ok nak papih akan uruskan kau beristirahatlah ini sudah larut malam. good night swety".
"Good night pap". kayren menutup sambungan teleponnya. dia berjalan menuju ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya.
Semoga saja ini yang terbaik tuhan. batin kayren. dia langsung memejamkan matanya. dan terlelap dalam tidurnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi harinya devano sudah menunggu kayren di parkiran apartemen. dia menunggu hampir setengah jam dan terlihat kayren keluar dari apartemen itu.
"Tidak aku baru saja sampai". jawab devano berbohong.
"Oh begitu. ya sudah mari kita berangkat ada yang ingin aku bicarakan tapi nanti di dalam mobil saja". ajak kayren
"Ok masuklah. aku juga ingin menjelaskan sesuatu padamu". sambil membuka pintu mobilnya.
Kayren dan devano pun masuk. tak berapa lama mobil pun pergi dari area apartemen milik kayren. saat di perjalanan devano tidak konsen menyetir. sesekali dia melirik ke arah kayren. lalu dia mencoba memberanikan diri untuk memulai obrolan.
"Emhhh kay". panggil devano.
"Iya". jawab kayren saat dia menengok ke arah devano.
"Ada yang ingin aku jelaskan padamu".
__ADS_1
"Jelaskanlah sekarang karena aku tidak punya banyak waktu".
"Ok. sebenarnya wanita yang kemarin malam itu namanya kimberly. dia anak dari sahabat ayahku. sejak kecil tingkahnya seperti itu padaku. aku sebenarnya risih tapi dia tidak pernah jengah atas semua yang aku katakan padahal aku sudah menolak keras kay. aku minta maaf jika dia membuatmu tidak nyaman kemarin". tutur devano
"Haaaaahhhhh sudahlah aku sudah malas membahas dia. terserah kau saja vano". kayren menghela nafas dan menjawab malas. harusnya dia senang akan jawab devano. namun entah kenapa hatinya masih tidak bersemangat akan hal yang di ucapkan devano.
"Kay percayalah aku hanya mencintaimu. ya walaupun kau sangat cuek padaku dan tidak pernah bilang kau juga mencintaiku. tapi aku tetap akan mempertahankan hubungan ini". tegas devano.
"Kenapa. bukankah sudah ada wanita yang tergila-gila padamu. kenapa kau tidak menerimanya saja".
"Kau ini sudah gila ya. alice saja yang waras aku menolaknya apa lagi kimberly yang seperti itu jelas aku semakin menolak".
Kayren hanya terdiam dia mengakhiri obrolannya dengan devano. dia sampai lupa ingin membicarakan tentang keberangkatannya kepada devano.
"Kay apa kau punya waktu luang". tanya devano lagi. dia ingin mencairkan suasana yang sudah seperti di medan perang.
"Kenapa. mau mengajakku kemana". bukannya menjawab kayren malah bertanya kembali.
"Aku ingin mengajakmu bertemu ayahku".
"Kau serius vano". tanya kayren antusias. melihat ekspresi kayren devano seperti mendapat air jus segar di saat mnjelang berbuka. Akhirnya aku punya cara memperbaiki keadaan ini. batin devano.
"Tentu saja".
"Ok makan siang nanti hingga sore jadwalku kosong kau bisa menjemputku". entah kenapa kayren sangat antusias saat devano mengajaknya bertemu ayah devano. dia spontan menjawab jadwalnya kosong padahal banyak pasien yang harus dia periksa hingga malam nanti. Sepertinya aku akan menyogok dokter dave dan dokter kevin untuk lembur menggantikanku karena pasien sangat penuh hari ini. Gumam kayren.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit. kayren langsung turun dari mobil devano. dan hendak pergi namun dia menengok devano yang asedang berdiri akan menutup pintu mobil dan mengantarkan kayren ke dalam.
"Kau tidak perlu mengantarku. lebih baik kau langsung kembali sajah. jangan lupa dengan sarapanmu. aku mencintaimu". ujar kayren lalu berlari masuk ke dalam rumah sakit tanpa menunggu jawaban devano. devano yang mendengar ucapan kayren hanya bisa tersenyum puas. Hah hanya karena aku mau mengajaknya bertemu ayah dia langsung mengungkapkan perasaannya padaku. semoga ayah bisa menerimanya. batin devano.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING GUYS 😊😊😊😊😊
__ADS_1
AYO LAH JANGAN PELIT VOTE. BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP NYA. POINNYA KAN GRATIS JADI VOTE YANG BANYAK KALO KALIAN SUKA SAMA CERITA INI.
JANGAN LUPA LIKE RATE JUGA YA😊😊😊😊😊**