Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 21. Waktu berlalu (Revisi)


__ADS_3

Wanita itu terbangun dalam keadaan bingung, seluruh tubuhnya juga masih terasa sakit. Dia semakin bingung manakala seorang wanita mengatakan tentang bayi dan koma selama 3 bulan. Dimana dia dan siapa wanita juga anak remaja didepannya ini, ia sama sekali tidak tahu.


"Nona, saya adalah Amy...saya seorang dokter dan ini adalah anak saya Albert." Amy, wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya dan putranya yang masih duduk disekolah menengah atas itu pada Natasha. Sedangkan Natasha hanya diam saja dengan wajah bingung seperti orang linglung.


"Namamu, siapa nona?" tanya Amy pelan-pelan.


"Na--ma?" tiba-tiba saja Natasha memegangi kepalanya, wanita itu merintih kesakitan saat ditanya tentang namanya.


"Nama...aku tidak tahu siapa namaku? Aku siapa....aku...nama... AARGGHHH."


Amy dan Albert langsung panik melihat kondisi Natasha saat ini. Mereka berusaha menenangkannya. Setelah melihat kondisi Natasha, Amy menyimpulkan bahwa Natasha mengalami hilang ingatan.


****


Di belahan bumi yang lain, seseorang baru saja siuman setelah ia mencoba mengakhiri hidupnya. Aiden membuka matanya, ia dapat merasakan beberapa selang yang terpasang ditubuhnya. Dia juga merasakan ada genggaman tangan yang menghangatkan tubuhnya yang dingin.


"Kakak! Akhirnya kau siuman juga, apa jadinya aku tanpa kakak? Kakak tega sekali, berpikiran untuk meninggalkanku, kakak jahat...hiks..." Ivana menangis haru melihat kakaknya sudah sadarkan diri, ia bahkan memeluk kakaknya itu.


"Seharusnya kau tersenyum melihat kakakmu siuman. Kenapa kau malah menangis?" tangan Aiden menyeka air mata adiknya dengan lembut.


"Jangan pernah lakukan itu lagi! Kalau kau berani melakukannya lagi, aku tidak akan tinggal diam! Aku tidak akan memaafkanmu." ancam Ivana pada kakaknya. Aiden tersenyum simpul mendengar adiknya mengomel karena mencemaskan dirinya.

__ADS_1


Aiden mengusap lembut kepala Ivana. "Aku janji, tidak akan pernah membuatmu takut lagi. Aku juga punya tanggung jawab pada Natasha dan kedua anak kami."


"Hah? Apa maksud kakak?" tanya Ivana bingung dengan ucapan kakaknya. Aiden tidak menjawab, ia hanya tersenyum sambil mengingat mimpinya tadi tentang Natasha dan dua anak kembar disana.


Aku akan menemukan kalian, pasti. Batin Aiden penuh tekad, ia akan mencari keberadaan Natasha dan anak-anaknya, ia yakin mereka masih hidup.




6 tahun berlalu.



"Kak Albert, ayo tangkap aku! Ayo kak!" kata anak perempuan yang berusia sekitar 5 tahunan itu pada Albert. Anak remaja yang dulu menemukan Natasha di pinggir pantai dan menyelamatkannya. Dia tumbuh menjadi pria yang tampan.



"Axelia, kau akan jatuh kalau kau berjalan seperti itu. Dan jangan ganggu dulu Kakak Albertmu, dia harus menyiapkan wawancara kerjanya." kata Natasha pada putri kecilnya itu.


__ADS_1


"Kenapa paman Albert juga harus bekelja? Mommy juga bekelja." gerutu Axelia.



"Masih ada adikmu Dylan dan Oma Amy yang akan menemanimu di rumah sayang." kata Natasha seraya memegang tangan putrinya. Tak lama kemudian terlihat seorang anak laki-laki dengan wajah kalemnya menghampiri Natasha, Axelia dan Albert disana.



"Tapi aku dan Axelia ingin mommy juga yang menemani kami. Kami ingin punya Daddy juga, mom." kata Dylan pada Mommynya dengan wajah sendu. Sejujurnya, Natasha juga ingin tau siapa ayah dari anak-anaknya ini. Tapi dia tidak ingat apapun dari masa lalunya bahkan sampai sekarang. Namanya saja dia tidak tahu, hingga Amy memberinya nama Kimberly. Nama yang tanpa sadar adalah nama tengah Natasha sendiri.



"Maafkan mommy nak, mommy juga tidak tahu siapa Dady kalian. Jika mommy ingat, mommy pasti akan memberitahu kalian," ujar Natasha sedih.



Dylan dan Axelia, kedua anak kembar itu terlihat sedih saat mendengarnya. Selama ini mereka ingin tahu tentang ayah mereka, tapi Mommynya tidak ingat masa lalunya.



...\*\*\*\*...

__ADS_1


__ADS_2