
...🍀🍀🍀...
Rahang dari pria yang berstatus sebagai suami Natasha itu mengeras, manakala ia melihat seseorang mengirimkan foto dimana Natasha terlihat sedang memeluk Dixon dengan kondisi Dixon yang bertelanjang dada. Jarak mereka begitu dekat dan jelas saja Aiden merasa cemburu, melihat istrinya dekat dengan pria lain.
"Tidak, Aiden. Jangan emosi dulu dan kau harus dengarkan penjelasan istrimu, sebelum kau menyimpulkan sesuatu." Aiden berusaha untuk mengatur nafas, dia menahan emosi didalam dirinya. Sekarang ia tidak boleh emosian, atau Natasha akan melarikan diri lagi darinya.
"Dad!"
Suara gadis kecilnya yang berdiri diambang pintu kamar itu membuat Aiden menoleh ke arahnya. Aiden tersenyum dan menghampiri putrinya.
"What wrong princess Daddy?" tanya Aiden lembut.
"Dad, ayo kita makan cemilan. Nyonya Elara sudah membuatkan cemilan, Dad." kata gadis kecil itu yang sekarang sudah mulai pandai berbicara r dan l.
"Fine, setelah Daddy membersihkan diri, Daddy akan menyusulmu." sahut pria itu sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala Axelia.
"Okay dad...tapi kenapa mommy belum pulang ya?" tanya Axelia sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal. Dia heran sebab Mommynya belum pulang jam segini, biasanya jam 3 sore. Mommynya sudah ada di rumah, sedangkan ini sudah jam 5 sore.
"Dia masih sibuk dikantornya princess,"
Natasha bahkan tidak mengangkat telponku, bagaimana bisa aku tau dia sedang apa? Apa yang sedang istriku lakukan bersama Dixon? Hah! Aiden.. tidak mungkin dia macam-macam. Tidak mungkin! Batin Aiden gelisah.
"Oh begitu ya. Baiklah dad, aku dan Dy menunggu Daddy di ruang tengah. Cepatlah dad!" seru Axelia, kemudian gadis kecil itu berlari dan pergi berlalu dari sana. Setelah Axelia pergi, Aiden masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
****
Sementara itu Natasha masih berada di rumah sakit, dia menunggu Dixon yang katanya harus dirawat sehari disana. Luka bakar di punggungnya cukup parah, bahkan tak jarang pria itu meringis, tidak nyaman tidur dengan posisinya. Dia pun terpaksa tidur meminggir.
Natasha merawat Dixon hari itu, dia merasa bersalah pada Dixon. Jika bukan karena Dixon, maka dirinya yang akan terbaring dan terluka seperti ini. Tak terasa waktu sudah malam, Natasha baru teringat kalau ia lupa menghubungi Aiden karena sibuk merawat Dixon. Ternyata benar, istri Dixon tidak datang sama sekali ketika tau suaminya sakit.
Natasha segera mengambil ponselnya yang tadi di charge di dekat nakas ruang rawat Dixon. "Astaga! Ini sudah malam dan aku lupa menghubungi Aiden. Dia mengirimi ku pesan dan menelponku berkali-kali," gumam Natasha merasa bersalah melihat notifikasi di ponselnya.
"Kim, maafkan aku...karena aku sudah membuatmu repot. Kau pulanglah, aku akan telpon Phil agar dia menjagaku!" ujar Dixon dengan memelas.
"Baiklah, tapi aku akan tetap disini sampai sektretarismu datang."
__ADS_1
"Tidak perlu Kim, cepat pulanglah! Nanti suami dan anak-anakmu cemas," ucap Dixon.
"Aku akan tetap disini, sampai sektretarismu datang Dixon." kata Natasha yang kembali duduk disamping Dixon. Diam-diam Dixon tersenyum menyeringai, melihat Natasha yang kembali duduk didekatnya.
****
Pukul sembilan malam, akhirnya Natasha pulang ke rumah dengan diantar supir Dixon. Natasha harus bersiap-siap menjelaskan semuanya pada Aiden agar suaminya tidak salah paham.
Tepat saat Natasha berjalan untuk masuk ke dalam rumah, dia melihat Aiden sudah berdiri didepan pintu dengan berdiri tegap dan tangan menyilang di dada.
"Kau baru pulang?" tanya Aiden dengan suara dinginnya. Dia kesulitan untuk menyembunyikan amarahnya pada Natasha.
"Iya Aiden, a-aku...maafkan aku karena tidak membalas pesan dan mengangkat telpon darimu. Aku--"
"Kita bicara didalam, disini dingin." kata Aiden seraya memakaikan jaket ke tubuh istrinya. Dia masih berusaha menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin.
Natasha bahkan kagum dengan ketenangan pria itu, dia tidak seperti dulu yang mudah emosi bahkan karena hal-hal kecil. Sekarang Aiden sudah membuktikan bahwa dirinya sudah berubah. Mungkin 6 tahun itu sudah merubahnya menjadi seperti sekarang ini.
Pasangan suami-istri itu pun masuk ke dalam rumah, Aiden bahkan menyiapkan teh hangat untuk Natasha. Wanita itu jadi terharu dibuatnya, harusnya ini tugas Natasha. Tapi Aiden yang melakukannya.
"Minumlah dulu, karena setelah ini kau harus menjawab banyak pertanyaanku!" seru Aiden seraya menyerahkan teh hangat itu untuk Natasha. Wanita itu menganggukkan kepalanya, lalu menyeruput pelan teh hangat itu.
Tak lama setelah itu, Aiden langsung menanyakan apa yang ada dipikirannya. Tentang Natasha yang pulang malam, tentang Natasha yang berada di rumah sakit bersama Dixon.
Natasha menjelaskan semuanya, tentang kejadian di restoran juga. Setelah mendengarkan cerita dari istrinya, Aiden merasa ada yang janggal. Namun ia tidak mengutarakannya pada Natasha, sebab ia tidak mengantongi bukti. Ya, dia akan menyelidiki tentang Dixon secara lebih mendalam. Dia tidak mau ada yang menganggu rumah tangganya.
"Aiden maafkan aku, aku lupa mengabarimu...maaf." Natasha menyesal sudah membuat Aiden kesal.
"Apa kau sadar kau sudah membuatku cemas dan cemburu?"
"Hah?"
Aiden duduk didepan wanita itu. "Kenapa? Tidak bolehkah aku cemburu? Kau pergi berjam-jam bersama pria lain dan tidak mengabari suamimu. Apa kau pikir aku tidak akan cemburu? Natasha...aku mencintaimu,"
"Ya, aku tau."
__ADS_1
"Tapi sepertinya kau lupa, makanya aku ingatkan lagi. Dan aku suamimu sayang. Aku perlu mengingatkanmu, bahwa aku tidak suka kau mengurus suami orang lain. Kau tau, aku bisa saja salah paham!" cetus Aiden dengan suara pelan, berusaha untuk menjelaskan pada istrinya untuk mengerti akan batasan.
"Maaf Aiden, aku tidak akan melakukannya lagi." sesal Natasha yang sudah membuat Aiden kesal. Dia akui, dia salah karena sudah berduaan dengan Dixon dan tidak mengabari Aiden.
Aiden sangat pengertian, kenapa aku malah membuatnya sedih? Ya tuhan, dia sudah berubah...dia bukan Aiden yang dulu.
"Soal Dixon yang terluka, biar aku yang mengurusnya. Aku akan menyewa perawat untuk mengurusnya, jadi kau tidak usah pergi menemuinya lagi. Apalagi sampai berduaan," ucap Aiden tegas pada istrinya.
"Baiklah, aku mengerti. Maafkan aku suamiku," ucap Natasha menyesal.
Aiden tersenyum lalu ia beranjak dari duduk jongkoknya, ia kembali berdiri dan menawarkan makan malam untuk Natasha. Wanita itu menjawab bahwa dia sudah makan malam bersama dengan Dixon di rumah sakit.
"Ya sudah, kalau begitu...tidurlah. Aku akan tidur di ruang kerja malam ini," ucap Aiden pamit.
Tiba-tiba saja saat Aiden melangkah pergi, tangan Natasha melingkar di tubuhnya dengan erat dan menahannya untuk pergi.
"Natasha? Ada apa?" Aiden mengelus pelan kepala Natasha.
Wanita itu mendongakkan kepalanya, lalu ia berjinjit dan menempelkan bibirnya pada bibir Aiden dengan lembut. Aiden terkesiap dengan ciuman inisiatif dari istrinya itu, refleks tangannya melingkar memeluk Natasha. Bahkan mengangkat tubuhnya ala koala, tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Aiden membawa Natasha ke dalam kamar mereka dengan posisi gendong ala koala. Sesampainya disana, Aiden merebahkan tubuh istrinya diatas ranjang, lalu melepaskan ciuman keduanya.
Netra mereka bertemu dengan dalam, penuh hasrat dan gairah. Kening mereka menyatu, hidung mereka saling bersentuhan.
Dengan sengaja, jari-jari lentik Natasha meraba-raba rahang suaminya dan membuka satu persatu kancing piyama tidurnya. Hingga tampak lah dada dengan perut kotak-kotak itu.
"Apa yang kau lakukan, Nath? Jangan begini!" seru Aiden ketika merasakan gelanyar panas ditubuhnya mulai muncul dan itu karena sentuhan Natasha.
"Aku siap Aiden, aku siap untuk menjadi istrimu yang sesungguhnya!" ucap Natasha seraya membelai pipi Aiden dengan lembut. Dia tersenyum manis, ia siap menyerahkan dirinya malam ini untuk Aiden.
Sementara Aiden masih merasa apa yang dikatakan Natasha adalah mimpi. Dia masih mencerna semuanya.
...****...
Hai Readers, maaf baru update 😍 jangan lupa komennya, karena nanti author mau double.up....
__ADS_1