Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 41. Luna minta maaf


__ADS_3

****


Aiden terbelalak mana kala Natasha mengatakan hal yang berbau salah paham. Apa maksudnya dia tidak mau menjadi yang kedua? Aiden tidak mau kesalahpahaman terus berlanjut. Ia pun menjelaskan semuanya pada Natasha, tentang pernikahannya dan Luna dulu.


"Aku memang menikah dengannya, tapi itu kesalahan! Aku sudah bercerai dengannya,"


"Kenapa?" tanya Natasha penasaran.


"Dia menipuku...aku pikir dia adalah wanita yang malam itu bersamaku. Dia juga berpura-pura mengandung anakku. Padahal dia sudah tau kalau kau yang bersamaku malam itu," jelas Aiden yang membuat Natasha terdiam seribu bahasa. Mulutnya ternganga, kedua matanya melebar. Ia tidak menyangka bahwa Luna akan melakukan semua ini pada Aiden dan pada dirinya.


Ya Tuhan, aku tidak percaya bahwa Luna tega melakukan semua ini kepada kami? Kepadaku? Batin Natasha tak menyangka.


Tak lama kemudian, terlihat dua orang berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Mereka adalah Dixon dan Luna. Aiden dan Natasha melihat kedatangan mereka berdua.


"Hai Nath, lama tidak bertemu." Sapa Luna pada wanita itu, sahabat lamanya.

__ADS_1


Natasha membuang muka, dia tidak menjawab sapaan dari Luna. Padahal wanita itu berniat tulus meminta maaf padanya. Ya, Luna tidak menyalahkan bagaimana sikap Natasha padanya saat ini. Apalagi setelah Natasha tau semuanya, wajar jika Natasha membencinya. Dia sudah menciptakan jarak dan kesalahpahaman yang begitu besar diantara Aiden dan Natasha.


"Nath, aku minta maaf padamu...maafkan aku karena selama ini aku sudah membuatmu dan Aiden menderita. Aku tau, kau pasti sulit untuk memaafkanku! Tapi aku benar-benar menyesali semuanya Nath, dan kalau bisa aku berharap kita kembali seperti dulu!" pinta Luna bersungguh-sungguh.


Natasha masih memalingkan wajahnya, namun ia mendengar semua yang diucapkan oleh Luna padanya. Luna mulai terisak, sakit sekali rasanya saat Natasha mengabaikannya.


"Nath, aku sudah memiliki seorang putri dan aku sudah berkeluarga. Aku bahagia dengan keluargaku. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku bersungguh-sungguh, aku minta maaf." Luna menundukkan kepalanya didepan Natasha.


Entahlah, saat ini Natasha tidak bisa merespon apapun. Masih terasa jelas bagaimana sakitnya saat Aiden menuduh dirinya yang menjebak pria itu dulu dan semuanya karena Luna. Bibir Natasha kelu, wanita itu diam seribu bahasa seakan ia bisu.


Didiamkan seperti ini sangatlah tidak nyaman, Luna paham akan hal itu. Dia ingin kembali seperti dulu, rasanya tak mungkin. Sebab Natasha juga belum memaafkannya, mungkin sulit. Sementara Dixon dan Aiden masih saling berpandangan dengan raut wajah yang sulit diartikan. Aiden merasa kehadiran Dixon adalah ancaman.


"Ya,Luna." sahut Aiden yang merasa sedikit kasihan karena dari tadi tidak ada yang menyahuti Luna.


"Terimakasih Aiden." Balas Luna sambil tersenyum, ia melihat ke arah Natasha tapi wanita itu sama sekali tidak melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Ayo Dixon, kau juga harus pergi!" ujar Luna dengan tatapan sinis pada Dixon. Entah kenapa Luna seperti itu.


"Aku akan bicara dulu dengan Kim, kau duluan saja!" tolak Dixon halus.


Luna mendekat pada Dixon, kemudian dia berbisik. "Dixon, jangan macam-macam. Ingat apa yang kita bicarakan tadi!"


"Come on, Luna! Aku hanya menyapa saja, tak lebih. Don't think anything about me," ucap Dixon berusaha meyakinkan Luna bahwa dia tidak akan macam-macam.


"Aku akan menunggumu diluar," ucap Luna lalu ia pun berjalan pergi keluar dari ruangan itu. Hatinya masih belum tenang karena Natasha masih belum memaafkannya.


Didalam sana, Dixon tampak tersenyum pada Natasha dan menyapanya. Dia bahkan memeluk Natasha didepan Aiden, suaminya.


"Aku merindukanmu, Kim! Syukurlah, kau masih hidup."


Aiden menatap nyalang pada Dixon, rasa amarah dan cemburu menguasai hatinya saat melihat istrinya berpelukan dengan pria lain. Bahkan Natasha membalas pelukan Dixon.

__ADS_1


"Aku juga senang bertemu denganmu lagi, Dixon!"


...****...


__ADS_2