Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 50. Garis dua dan bahagia (End)


__ADS_3

🍁🍁🍁


Agatha begitu senang karena kehamilannya. Dia berencana untuk pergi ke dokter kandungan hari ini, guna memeriksakannya lebih pasti. Namun, dalam hati Agatha berpikir. Apakah Dixon akan senang dengan kehamilannya ini? Sedangkan Dixon sama sekali tidak mencintai Agatha. Hubungan mereka adalah hubungan formalitas suami-istri, diatas ranjang, didepan orang tua, tapi Dixon bersumpah tidak akan memberikan hatinya.


"Kau pasti akan senang bukan? Bagaimana pun juga ini adalah anakmu. Kau tidak akan menolak anakmu," ucap Agatha sambil mengusap perutnya yang masih datar.


Siang itu, Agatha putuskan untuk datang ke rumah sakit. Dia akan memeriksakan kondisi tubuhnya dan sekalian menjenguk suaminya, kalau suaminya belum pulang.


Sesampainya disana, Agatha langsung masuk ke ruang dokter kandungan yang sudah janjian dengannya. "Selamat siang nyonya Clayton," sapa dokter itu seraya berjabatan tangan dengan Agatha.


"Selamat siang dokter Glenda," sapa Agatha ramah.


"Mari kita langsung mulai saja pemeriksaannya! Silahkan berbaring di sana!" ujar dokter Glenda yang langsung meminta Agatha untuk berbaring diatas ranjang pasien. Agatha menurut dan langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Kemudian sang dokter memeriksa kandungan Agatha, pertama-tama ia mengoleskan gel ke atas perut datar wanita itu. Lalu tampaklah di layar monitor, bahwa memang ada kantung janin disana. Masih berukuran sangat kecil, belum berbentuk.


Dokter mengatakan bahwa Agatha hamil sekitar 8 Minggu, sesuai perkiraan Agatha. Dokter menyarankan agar Agatha meminum vitamin, menjaga kesehatannya dan tentu jangan sampai kelelahan di kehamilannya yang masih muda ini.


"Mari kita beritahu Papamu, nak!" ucap Agatha sambil memegang perut datarnya. Wanita itu tersenyum bahagia karena ternyata benar-benar ada bayi didalam kandungannya.


Ia berjalan keluar dari ruang dokter kandungan, lalu tanpa sengaja ia melihat Dixon tengah memeluk seorang wanita didepan ruangannya. Hati Agatha meringis melihatnya. Ia mengenali wanita itu dari wajahnya, ya dia adalah Natasha. Cinta pertama suaminya.


"Dia kan...cinta pertama Dixon. Jadi, dia masih hidup?" gumam Agatha dengan mata berkaca-kaca. Ia memberanikan diri untuk menghampiri suaminya dan Natasha.


Natasha terlihat mendorong Dixon, dia bahkan menampar pria itu dengan cukup keras. Agatha melihatnya dan langsung menatap tajam pada Natasha.


"Apa yang kau lakukan pada suamiku?" tanya Agatha dengan suara meninggi pada Natasha.


Sementara Dixon terlihat panik saat melihat istrinya berada disana. Baru saja ia berdebat dengan Natasha, tentang insiden sup di restoran. Sekarang istrinya datang, semuanya kacau dan dia tidak bisa mendapatkan Natasha lagi.


"Kau bilang istrimu tidak mempedulikanmu,tapi dia sepertinya sangat mencintaimu Dixon," kata Natasha sarkas. Tadi dia meminta izin pada suaminya untuk menemui Dixon, intinya dia akan berbicara tentang kebohongan pria itu dan memintanya untuk melupakannya.


"Apa maksudnya?" tanya Agatha tidak mengerti. "Kau wanita yang ingin merebut suamiku kan?" Agatha menatap wanita didepannya itu dengan waspada.


"Perkenalkan aku Natasha Kimberly Dacosta dan aku sudah menikah. Jadi jangan menuduhku sembarangan!" Natasha menunjukkan cincin pernikahan di jarinya pada Agatha. Wanita itu jadi tenang saat mengetahui kebenarannya.


"Ja-jadi kau sudah menikah? Lalu kenapa kau berpelukan dengan suamiku?" tanya Agatha curiga. Sedangkan Dixon terdiam karena semuanya sudah terbongkar didepan Natasha.


"Kau bisa tanyakan itu pada suamimu. Tapi jangan libatkan aku. Dan ya, Dixon... sepertinya istrimu baru saja dari dokter kandungan!" cetus Natasha seraya melirik dokumen rumah sakit dari dokter spesialis kandungan.


Dixon lantas menoleh ke arah Agatha dengan bingung dan penuh pertanyaan. Dia melihat ke arah dokumen yang dibawa Agatha.


"Agatha, kau hamil?" tanya Dixon.

__ADS_1


"A-aku..." Agatha pergi begitu saja sambil menangis. Dia tidak menyangka bahwa sesakit ini saat melihat suaminya masih ada rasa pada wanita lain.


"Agatha!! Tunggu aku!" panggil Dixon pada istrinya.


"Dixon, kau harus bahagia dengan istrimu. Jangan lagi kau menganggu istriku," ucap Aiden yang tiba-tiba datang menghampiri Dixon dan Natasha Ia lantas merangkul pinggang istrinya.


"Kejar istrimu Dixon! Jangan sampai kau kehilangan istrimu, seperti aku kehilangan Natasha dulu. Ingat, kesempatan tidak datang dua kali!" ujar Aiden lagi pada Dixon.


"Itu benar Dixon," ucap Natasha membenarkan.


Dixon tertegun mendengar ucapan Aiden dan Natasha. Dia berpikir, lebih baik melupakan Natasha dan berfokus pada Agatha yang mencintainya. Kemudian dia pun berlari mengejar istrinya. Beruntung Agatha masih belum jauh dari sana.


"Agatha..."


"Aku...aku tidak akan meminta pertanggungjawabanmu kalau kau tidak mau. Aku akan mengurus anak ini, tapi jangan menyuruhku untuk menggugurkannya." Kata Agatha ketakutan.


Dixon menatap sendu dengan mata berkaca-kaca pada istrinya. Dia pun memegang tangan Agatha dan duduk berlutut didepan wanita itu. "Agatha, maafkan aku! Maafkan aku yang tidak bisa melihat cintamu untukku. Maafkan aku karena aku bajingan. Tapi tolong...berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku akan memperbaiki semuanya, aku akan menjadi suami yang baik untukmu dan ayah yang baik untuk anak kita." pinta Dixon dengan setulus hatinya. Dia sadar disaat-saat terakhir, bahwa Agatha adalah wanita yang selama ini mencintainya.


Agatha memegang tangan suaminya, dia membantu suaminya berdiri. Agatha menangis, dia mengatakan bahwa dia akan memberikan Dixon kesempatan. Mereka pun berpelukan dan memutuskan memulai semuanya dari awal, sebagai pasangan suami istri.


5 bulan kemudian...


Keadaan pun membaik setelah itu, Dixon dan Agatha pergi keluar negeri dan memulai hidup baru disana. Dixon jadi sangat mencintai istrinya.


Semua keluarga, bahkan termasuk anak-anak mereka berkumpul di taman rumah Ivana dan Theo. Mereka memberikan ucapan selamat pada Ivana dan Theo, yang diundang ke acara itu hanya keluarga besar saja karena Ivana tidak mau mengundang banyak orang.


"Ivana, selamat ulang tahun!" Natasha mengucapkan selamat seraya memberikan kado ulang tahun untuk Ivana.


"Terimakasih kakak iparku tersayang!" ujar Ivana senang. Natasha pun mengelus perut buncit Ivana, dia mendoakan bayi itu selalu baik-baik saja dan lancar sampai lahir ke dunia. Aiden juga mengucapkan selamat ulang tahun pada adiknya, dia mengecup kening sang adik dengan penuh kasih sayang. Berharap keponakannya yang kedua akan segera menyapa dunia.


Ketika semua orang tengah asyik bermain di taman, menikmati pesta. Terutama anak-anak, Starla, Dylan, Axelia dan yang lainnya. Disisi lain Natasha dan Aiden sedang menikmati makanan di dekat prasmanan yang tersaji.


"Kau makan dengan sangat lahap, sayang." Aiden tersenyum melihat istrinya banyak makan.


"Kenapa? Kau tidak suka?" tanya Natasha dengan bibir yang mengerucut sebal.


"Aku suka, kau jadi semakin cantik kalau gemuk!" ujar Aiden seraya memegang pipi Natasha.


"A-apa? Aku gemuk?" Natasha tercengang, ia tak suka dibilang gemuk.


"Tidak sayang! Kau tidak gemuk!" sangkal Aiden cepat, sebelum istrinya mengamuk. Karena akhir-akhir ini Natasha sensitif terhadap hal-hal kecil.

__ADS_1


"Hey Nath, sekarang kau lebih berisi ya." celetuk Elena, bibi Aiden alias kakak dari ibunya saat melihat Natasha yang gemukan.


"Tuh kan aku gemuk!"


"Tidak honey," ucap Aiden berusaha membujuk istrinya. "Aunty Elena..." lirih Aiden pada bibinya.


"Maaf...hehe." Elena hanya terkekeh saat mendengarnya.


Tiba-tiba saja Natasha mual-mual, dia menutup mulutnya dengan satu tangan. Mual-mual itu terjadi saat dia melihat cumi dan mencium bau cumi yang di bawa Elena.


"Uwekk...uwekk..."


"Honey, kau kenapa?"


"Aku...cumi itu...sangat bau...uwekkk..." Natasha pun berlari pergi dari sana lalu menuju ke toilet wanita. Aiden menyusulnya, dia takut terjadi sesuatu pada istrinya. Semua keluarga langsung menyimpulkan bahwa Natasha hamil lagi.


Maka dari itu Natasha diminta mengecek keadaannya mengunakan testpack. Dan setelah mengeceknya...


"Garis dua," ucap Natasha yang sontak saja membuat semua keluarga bahagia.


"Aku akan menjadi ayah lagi!" Aiden langsung menggendong istrinya dengan penuh rasa bahagia. Tanpa peduli bagaimana semua orang melihatnya.


"Horey, aku akan punya adik!" celetuk Axelia bahagia. Dylan juga tersenyum bahagia.


Semua orang mengucapkan selamat pada Natasha dan hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk mereka semua. Aiden berjanji akan selalu membahagiakan Natasha dan anak-anak mereka.


Disela-sela perayaan itu, Natasha melihat sosok ayah dan ibu mertuanya tersenyum dari kejauhan. Tidak ada raut wajah kesedihan, melainkan kebahagiaan dan haru.


"May your family always be blessed with happiness..." ucap sosok Zeevana itu pada Natasha.


Natasha tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, dia menangis haru. Sungguh, dia berterimakasih pada kedua mertuanya yang memberikan restu secara tidak langsung, akan hubungannya dan Aiden.


Hingga waktu berlalu, mereka pun hidup bahagia selamanya...


...The end ...


...****...


Hai Readers, mohon maaf aku Persingkat alurnya karena tak mau bertele-tele... 🥰😅semoga kalian suka dengan endingnya ya...sing penting happy


Btw author ada novel baru buat bulan depan...ditunggu ya 🥰🥰🥰 Jangan lupa bentar lagi lebaran 🥰 so, author mohon maaf lahir dan batin ya buat kalian semua

__ADS_1



__ADS_2