Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 43. Rasa telah berubah


__ADS_3

***


Dylan dan Axelia menyadari ada yang salah dengan kedua orang tua mereka. Sebelum menikah, Natasha dan Aiden terlihat canggung ketika sudah menikah. Padahal sebelum menikah mereka terlihat mesra dan baik-baik saja.


"Dy, kenapa aku merasa mommy dan Daddy tidak seperti dulu lagi?" tanya Axelia pada adiknya.


"Ternyata kau peka juga, aku pikir kau bodoh."


"APA?!" Axelia melotot pada saudaranya itu.


"Axe, sudahlah kita jangan berdebat. Lebih baik kita cari tau kenapa mommy dan Daddy bisa seperti itu setelah menikah dan setelah ingatan mommy kembali," ucap Dylan sembari berpikir.


"Tapi kau sendiri yang mengajakku berdebat! Ah...baiklah, kali ini kakak akan memaafkanmu. Lebih baik kita pikirkan urusan mommy dan Daddy dulu," cetus Axelia yang menang merasa ada yang aneh dengan mommy dan Daddy mereka. Seperti ada yang disembunyikan oleh kedua orang tua mereka. Rahasia besar di masa lalu.


Sementara para anak-anak sedang berpikir mencari tau mengenai masa lalu orang tua mereka dengan informasi dari internet. Aiden dan Natasha sedang berada di toilet wanita. Aiden memaksa masuk ke dalam sana dan mengunci pintu toiletnya.


"Apa yang kau lakukan Aiden? Keluar! Kau sangat tidak sopan!" usir Natasha pada suaminya itu.


"Kenapa aku harus keluar? Didalam sana ada istriku, bagian mana yang tidak sopan? Semua sah-sah saja dalam hubungan suami-istri, bahkan untuk bermesraan saja...itu halal." cecar Aiden kepada wanita yang seakan menutup hati untuknya.

__ADS_1


"Aiden..."


Aiden mencekal pergelangan Natasha, dia menyudutkan tubuh istrinya ke tembok hingga tak ada jarak antara tubuhnya dan tembok itu. Wajah keduanya berdekatan, Aiden menatap mata Natasha dengan intens. Namun, wanita itu memalingkan mukanya seakan tidak mau Aiden menatapnya.


"Lepaskan aku Aiden!"


"Natasha, lihat aku... tatap mataku!"


"Tidak!" tolak Natasha yang membuat Aiden terpaksa harus menggunakan cara paksaan. Satu tangannya mengenggam kedua tangan Natasha diatas kepalanya. Dan satu tangannya lagi mengapit dagu Natasha. Hingga mau tidak mau, Natasha menatap wajahnya.


"Lihat aku baik-baik! Apakah didalam ini masih ada dendam seperti dulu? Apakah didalam mata ini masih ada kebencian untukmu? Lihat baik-baik dan rasakan...bahwa kau sudah mengubah semua nya Natasha!"


Aiden membenamkan bibirnya pada bibir Natasha dengan lembut, tidak dengan kasar. Pagutannya penuh perasaan, cinta dan tidak ada kebencian disana. Natasha dapat merasakan kasih sayang disana. Natasha diam, dia diam dan membiarkan Aiden berbuat sesuka hati dengan bibirnya. Dia tidak membalas pagutan itu, ia takut jatuh terlalu dalam. Sejujurnya, Natasha sudah memaafkan kesalahan Aiden. Namun, dia masih merasa canggung dekat dengan pria itu.


Setelah 2 menit memagut bibir Natasha penuh perasaan, Aiden pun melepaskannya. Dia mengusap bekas Saliva dibibir Natasha. "Semua itu sudah berubah menjadi cinta, kau yang mengubahnya. Sejak dulu aku mencintaimu dan aku baru menyadarinya. Aku minta maaf Nath," jelas Aiden seraya membelai pipi Natasha yang lembut.


"Kau benar-benar tidak dendam lagi padaku? Kau tidak benci?" tanya Natasha lirih.


"Tidak, rasa itu telah berubah jadi cinta. Apa kau tidak bisa melihat di mataku ini? Hanya ada cinta saja disini," ucap Aiden seraya menyatukan keningnya dengan kening istrinya.

__ADS_1


Dada keduanya bergemuruh hebat, tak bisa Natasha pungkiri bahwa dia masih mencintai pria itu. Meski dia mencoba untuk membenci, tapi tak bisa. Apakah lebih baik untuk saling memaafkan dan memulai semuanya dari awal?


"Nath...kenapa kau diam? Apa kau baik-baik saja?" tanya Aiden cemas melihat Natasha menangis dan terdiam. Aiden mengusap air mata wanita itu dengan lembut.


"Aiden...mari kita menjadi pasangan suami-istri yang sesungguhnya. Bukan hanya orang tua untuk Axe dan Dy. Mari...kita mulai dari awal."


Deg!


Aiden tersentak kaget mendengar ucapan Natasha. Antara percaya dan tidak percaya dengan ucapan Natasha. "Apa kau serius?"


"Ya, aku serius. Kalau kau mau memaafkanku."


"Tidak, aku yang harusnya meminta maaf padamu!" Aiden memeluk Natasha dan wanita itu juga balik membalasnya.


Mereka telah memutuskan langkah besar untuk kembali memulai semuanya dari awal. Saling memaafkan satu sama lain.


...****...


Hai Readers, 🥰🥰 apa kabar semua? Semoga puasanya lancar semua ya🥰 author cuma mau bilang, jangan lupa mampir ke novel sebelah...Preman Kepentok Cinta Sholeha, khusus bulan ramadhan

__ADS_1


Udah lebaran, insya Allah author release lagi baru hehe...novel rumah tangga, tentang berondong, atau duda... kira-kira pada suka gak ya?😁❤️❤️


__ADS_2