Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 45. Rasa bersalah


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Dixon merintih kesakitan manakala semangkuk sup panas tumpah di punggungnya. Si pelayan itu juga tampak ketakutan dan merasa bersalah karena sudah menumpahkan sup secara tidak sengaja ke punggung Dixon. Bahkan sup itu juga melukai telapak tangannya.


"Bagaimana bisa kau tidak berhati-hati hah? Temanku hampir saja terluka!" sentak Dixon pada pelayan wanita itu. Akhirnya keadaan disana jadi gaduh karena protes dari Natasha, Dixon, sektretaris Natasha dan Dixon.


Pelayan itu mendapatkan teguran berupa pemecatan. Dia juga tidak diberikan pesangon oleh restoran tempatnya bekerja itu. Pelayan wanita itu terus meminta maaf pada Dixon dan Natasha, akan tetapi Natasha terlalu marah sebab temannya terluka.


Di rumah sakit London, ruang perawatan.


"Dixon, maafkan aku..." ucap Natasha merasa bersalah. Dia hampir menangis karena melihat Dixon sedang diobati oleh dokter. Luka bakarnya sedang ditutupi perban. Hingga kini tubuh atletisnya terpampang jelas.


"Nath, kau jangan menangis seperti itu. Aku benar-benar tidak apa-apa." ucap Dixon pada Natasha guna menenangkannya.


"Tapi...ini semua tidak akan terjadi bila kau tidak menyelamatkanku. Mungkin aku yang akan terluka," ucap Natasha dengan isak tangis yang terdengar.


"Aku tidak apa-apa, jangan menangis." Kata Dixon sambil mengusap air mata di pipi Natasha. Namun, dengan cepat Natasha menghindar darinya. Dia ingat, bahwa dirinya adalah wanita yang sudah menikah dan Dixon juga la pria yang sudah menikah.


"Oh ya Dixon, berapa nomor telpon istrimu? Aku akan menghubunginya. Kita harus mengabarinya tentang keadaanmu," ucap Natasha sambil mengambil ponsel didalam tasnya.


"Aku sudah menghubunginya."

__ADS_1


"Kapan? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Natasha pada temannya itu.


"Tadi, lewat sektretarisku. Kau tidak usah cemas," ucap Dixon seraya tersenyum.


"Lalu, apakah dia akan datang kemari?" tanya Natasha polos.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Natasha, Dixon malah terlihat murung dan sedih hingga membuat Natasha bertanya-tanya, kenapa Dixon seperti ini saat membicarakan istrinya?


"Dixon, ada apa? Istrimu...akan datang kemari kan? Dia pasti akan merawatmu," ucap Natasha bertanya.


"Tidak, dia tidak akan datang. Selama ini dia selalu sibuk sendiri. Dia tidak akan peduli padaku," kata Dixon sambil menundukkan kepalanya, "Tapi kau tenang saja, aku akan merawat diriku sendiri." timpalnya lagi.


"Apa maksudmu merawat diri sendiri? Kau dengar kan apa kata dokter? Luka mu belum boleh kena air, tanganmu juga tidak boleh banyak bergerak dan tentu harus ada yang merawatmu!" seru Natasha.


Natasha semakin tidak paham, kenapa Dixon bicara seolah-olah dia tidak akrab dengan istrinya? Dia pun bertanya lagi ada apa dengan hubungannya dan istrinya. Dixon menjawab bahwa hubungannya dan Agatha hanyalah sekedar hubungan perjodohan. Mereka tidak saling mencintai, terutama Agatha yang selalu pergi keluar rumah dan mencari kepuasan dengan pria lain.


"Apa istrimu benar-benar seperti itu? Ya Tuhan, maafkan aku. Aku malah bertanya yang bukan-bukan, Maaf...Dixon." wanita itu memohon maaf karena dia sudah membahas masalah sensitif antara Dixon dan istrinya. Natasha juga tidak menyangka bahwa hubungan Dixon dan Agatha seperti ini. Natasha jadi merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, kau hanya bertanya. Kan aku sendiri yang bercerita. Kau tidak usah khawatir, aku akan segera sembuh. Lebih baik kau pulang dan temui Aiden, ini sudah sore. Pasti suami dan anak-anakmu sudah menunggu di rumah." cetus Dixon sambil meringis kesakitan beberapa kali. Natasha merasa bersalah dan tiga tega meninggalkan Dixon disini. Bagaimanapun juga Dixon terluka karenanya.


"Aku akan disini dulu, sampai perawat datang! Nanti aku akan minta izin pada Aiden, setelah ponselku selesai di charge." ucap Natasha.

__ADS_1


"Nath, tidak perlu--"


"Aiden tidak akan marah, dia tau kita hanya berteman Dixon. Dan aku juga tidak macam-macam disini." ucap Natasha memotong.


"Ah ya, baiklah kalau begitu."


Kau menganggap kita teman, tapi aku tidak! Batin Dixon yang berlainan dengan bibirnya.


****


Di kediaman Dacosta, Aiden sudah pulang bekerja. Dia tidak melihat istrinya seperti biasa, yang selalu menyambutnya saat pulang. Hanya anak-anak saja yang bermain bersama dengan pengasuh mereka, yang menyambutnya.


Aiden memutuskan untuk pergi ke kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu. Dia berusaha berpikir positif bahwa Natasha belum pulang karena sibuk bekerja. Belum lagi perusahaan Natasha baru berdiri, belum lama.


Dreet...drett


Ketika Aiden akan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Tiba-tiba terdengar suara getaran ponselnya yang berada di atas markas. Dia segera melihatnya dan membuka pesan gambar dari seseorang.


"SHITT!!" seketika wajah Aiden berubah menjadi merah karena marah saat melihat gambar tersebut. Entah, gambar apa yang dia lihat di sana.


...****...

__ADS_1


Hai Readers, maaf baru update 😍😍5 bab lagi mau ku end kan soalnya 😘 happy reading, jangan lupa komennya ya...gift juga jangan lupa ❤️


__ADS_2