Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 40. Kita sudah suami-istri


__ADS_3

...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


Deg!


Aiden tercengang saat mendengar Natasha mengatakan bahwa wanita itu membencinya. Aiden sudah tau, bahwa akan seperti ini jadinya. Natasha akan marah padanya saat semua ingatannya kembali. Tentu saja Natasha marah, mengingat semua yang ia lakukan di masa lalu kepada wanita itu. Aiden tak pernah memperlakukan Natasha dengan baik dimasa lalu. Selalu menyiksanya dengan rasa bersalah.


Namun, mendengar kata benci dari Natasha membuat hatinya sakit. Pria itu diam terpaku ditempatnya dengan sorot mata sendu menatap Natasha. Jangan berharap Natasha akan iba, ia kecewa dan sangat kecewa.


Sorot mata Natasha yang lain kepada Aiden, membuat keluarga Foster dan keluarga Ivana bingung melihatnya. Apa yang dikatakan Natasha kepada Aiden sehingga wajah pria itu berubah menjadi pusat pasi? Pasti ada sesuatu.


"Mom, mommy sudah siuman? Apanya yang sakit mommy?" tanya Dylan seraya memegang tangan Mommynya.


"Iya mommy, apa yang sakit? Biar Daddy bantu meledakan cakitnya," Axelia melihat ibunya dengan cemas.


"Tidak apa-apa, mommy tidak butuh Daddymu untuk meredakan sakit mommy. Mommy butuh dia menjauh dari mommy, agar kepala mommy tidak SAKIT lagi." Wanita itu berkata dengan ketus, dengan lirikan tajam pada Aiden.


Semua orang jadi bertanya-tanya akan sikap dingin Natasha, wanita itu jadi berubah drastis. Aiden terhenyak mendengar ucapan Natasha barusan, seolah dia adalah penyebab rasa sakitnya. Natasha mengusirnya secara halus.


"Oh...jadi Daddy harus bagaimana mom?" tanya Axelia polos. Sedangkan Dylan sedikit memahami dan peka, bahwa ada sesuatu antara kedua orang tuanya. Meski dia tidak tahu jelasnya.

__ADS_1


"Suruh Daddymu, keluar! Panggil saja paman dokter kemari," ucap Natasha seraya tersenyum pada putrinya. "Kepala mommy sakit," keluh Natasha seraya memegang kepalanya. Dia tidak bohong, kepalanya memang terasa sakit.


"Nath, kepalamu sakit lagi?" tanya Aiden yang berniat memegang tangan Natasha, namun wanita itu memberikannya tatapan sengit dan menepis tangan Aiden.


"Aku baik-baik saja." Kata wanita itu dingin.


Pasti ingatan kak Natasha sudah kembali, lihat saja sikapnya yang dingin. Batin Ivana gelisah.


Setelah Aiden memanggil dokter dan dokter itu memeriksa kondisi Natasha. Natasha mengatakan rasa terimakasihnya pada Amy dan Albert yang selama ini sudah merawatnya dan juga si kembar. Dia berterimakasih sebagai Natasha yang dulu, Natasha yang semua memorinya telah kembali.


"Ibu dan Albert senang karena ingatanmu sudah kembali Nath. Kau juga pasti sangat bahagia karena kembali bertemu dengan pria yang kau cintai. Sekarang kau sudah menikah dan kalian sudah menjadi suami-istri. Jadilah keluarga yang bahagia, ya?" Amy memegang tangan Natasha, ia mendoakan kebahagiaan wanita itu dengan tulus.


"Terimakasih, kita memang suami-istri. Kita pasti akan menjadi keluarga yang bahagia, Bu." cetus Natasha sambil tersenyum pada wanita paruh baya itu.


Setelah dokter mengatakan bahwa Natasha harus dirawat selama 1-2 hari di rumah sakit. Ivana, Theo, Starla, si kembar dan keluarga Foster pun pulang terlebih dahulu. Sedangkan Natasha berada di rumah sakit bersama dengan Aiden.


"Apa kau mau makan atau minum sesuatu?" tanya Aiden seraya menatap wanita yang masih duduk bersandar diheadboard ranjang itu.


"Aku tidak lapar."

__ADS_1


"Bagaimana bisa tidak lapar, sedangkan kau belum makan dari tadi siang?" tanya Aiden cemas.


"Lebih baik kau pergi dari sini!" seru Natasha pada pria itu dengan sorot mata tajam.


"Kau lupa, aku suamimu? Aku berhak berada disini," ucap Aiden tegas. Natasha mendengus kesal, bagaimana bisa pria itu mengaku sebagai suaminya. Sementara dia sudah menipunya tentang masa lalu?


"Pergi! Aku bilang--"


"Aku minta maaf Natasha! Aku...minta maaf karena sudah membohongimu!" serka Aiden seraya memegang tangan Natasha dengan erat. Dia melihat butiran air mata mengalir dari pelupuk mata wanita itu.


"Aku minta maaf...aku salah telah berbohong karena aku takut kehilanganmu. Aku tau kau pasti marah, tapi kumohon...kita sudah suami istri dan mari kita membuka lembaran yang baru!


"Tidak bisa! Lebih baik kau ceraikan aku sekarang juga. Tak mudah untuk membuka lembaran baru, apalagi kau masih memiliki masa LALU AIDEN!" teriak Natasha dengan dada yang naik turun.


"Natasha, masa lalu dan masa depanku hanyalah kau. Mungkin aku memang terlambat menyadari perasaan ini, tapi aku mencintaimu." lirikan Aiden penuh kesungguhan. "Tidak akan ada perceraian! Aku hanya mencintaimu selamanya, aku ingin kau, aku dan anak-anak menjadi keluarga bahagia!"


"Tidak bisa Aiden! Kau sudah memiliki wanita lain, bagaimana bisa kau mengatakan ini padaku? Kau pikir aku mau menjadi kedua?" tanya Natasha sakit hati. Aiden lantas tercengang mendengar ucapan wanita itu. Tampaknya Natasha telah salah paham.


...***...

__ADS_1


Assalamualaikum, Maaf guys author dua hari gak up...โ˜บ๏ธ๐Ÿ™soalnya lagi sakit perut ๐Ÿคง but tinggal dikit lagi ending kok


__ADS_2