Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta
Bab 47. Malam kedua berasa pertama


__ADS_3

Warning dikit ❌


...🍀🍀🍀...


Jantung pria itu berdegup kencang, manakala Natasha mengatakan bahwa dia siap menjadi istri seutuhnya untuk Aiden. Dia memberikan kode pada pria itu untuk melakukan hal ingin layaknya suami-istri.


"Nath, kau jangan bercanda! Jangan menggodaku, bila kau hanya memberi harapan pal-- hmphh---" Belum sempat pria itu menyempurnakan kata-katanya, Natasha sedikit mengangkat kepalanya dan membenamkan bibirnya pada bibir Aiden. Ia melu_mat bibir suaminya, mengajak Aiden berperang lidah.


Tentu saja Aiden tidak melewatkan kesempatan itu, lidahnya merangsak masuk menyesap lidah dan mengabsen deretan gigi istrinya dengan penuh hasrat.


Oh ya! Aku belum gosok gigi, aku juga belum mandi. Batin Natasha panik, saat menyadari dirinya baru pulang dan belum membersihkan diri.


Buru-buru gadis itu mendorong tubuh dada bidang suaminya dan otomatis pagutan mereka terlepas. Terlihat benang saliva masih menempel dibibir keduanya, menandakan pertarungan lidah barusan.


"Kenapa honey?" tanya Aiden setengah berbisik.


"Maaf, apa kau bisa menunggu 15 menit? Ah tidak 15 menit...7 menit?" tanya Natasha yang membuat pria itu mengerutkan keningnya. Pikirnya, kenapa Natasha malah tawar menawar dengannya saat hasratnya sudah bangkit begitu besar?


"Ada apa?"


"Aku...aku belum membersihkan diri, aku baru saja pulang dan tubuhku bau keringat. Dan lagi, aku belum gosok gigi--"


Kali ini giliran Aiden yang menyesap bibir Natasha dan membuat istrinya itu mau tidak mau, menjadi bungkam. Dia menikmati setiap lu_matan yang dilakukan oleh suaminya. Lama-lama dia menjadi mabuk, tangannya melingkar di leher Aiden, menekan pria itu untuk semakin menjelajahi mulutnya.


"Yang ini tidak bisa menunggu, honey. 6 tahun, aku sudah menahan diri." ucap Aiden dengan nafas yang memburu. Sementara Natasha dapat merasakan sesuatu yang mengeras menusuk pahanya, saat Aiden menindih tubuhnya.


Ya, pria itu sudah menahan diri selama 6 tahun. Dia tidak pernah menyentuh siapapun selain cinta satu malamnya bersama Natasha. Namun Natasha mengerutkan keningnya, ia menatap suaminya dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Kenapa kau menatapku begitu, honey?" tanya Aiden.


"Kau yakin sudah menahan diri 6 tahun? Bukankah kau seorang player?" ketus Natasha saat ia teringat dengan sosok Aiden yang dulu, selalu membawa wanita ke dalam ruang kerjanya. Wanita yang berbeda-beda.


"Apa? Apa maksudmu?"


"Banyak wanita yang keluar masuk kantormu, apa kau tidak ingat mereka semua?" tanya Natasha, lalu mendorong tubuh Aiden. Tiba-tiba dia kesal mengingat itu semuanya.


Aiden pun membelai pelan pipi Natasha, ia menatap wanita yang berada dibawah kungkungannya dengan penuh kasih sayang.


"Aku tidak pernah melakukannya dengan wanita manapun. Hanya denganmu, hanya kau Natasha. Tentang wanita yang selalu kau lihat datang ke kantorku. Mereka adalah wanita yang kubayar untuk membuatmu cemburu dan marah."


Natasha terperangah, ia menatap dalam pada sepasang mata biru milik suaminya. Berusaha mencari kebohongan disana, tapi dia tidak menemukannya. Natasha hanya melihat kejujuran didalam mata itu.


"Kau..."


"Aku percaya," ucap Natasha, lalu ia bertanya pada Aiden. Apa tidak apa-apa jika dia belum mandi dan gosok gigi? Aiden menjawab tidak apa-apa karena dia sudah tidak tahan ingin melakukan malam kedua alias malam pertama karena kali ini mereka berdua akan melakukannya dalam keadaan sadar.


Aiden memulainya dengan menghujani Natasha dengan ciuman di wajah, leher, telinga, bahkan beralih pada dua benda sintal milik istrinya. Lenguhan dan erangann seketika menggema di dalam kamar tersebut. Mereka melakukan malam kedua yang berasa malam pertama itu.


Keduanya telah sama-sama menanggalkan pakaian mereka dan berada diatas ranjang tanpa sehelai benang. Tubuh Aiden berada diatas tubuh Natasha.


"Aku akan masuk honey!"


"Please be gentle, honey!' pinta Natasha pada suaminya.


Akhirnya Aiden berhasil memasuki Natasha meski wanita itu sempat merintih karena kesakitan. Jelas saja, Natasha juga tidak pernah disentuh siapapun selama 6 tahun ini. Aiden melakukannya dengan perlahan, namun lama kelamaan setiap gerakannya begitu mendominasi, ia melakukannya lagi dan lagi.

__ADS_1


Hingga kegiatan itu berakhir pada dini hari, dan diakhiri dengan pelepasan, yang mana Aiden melepaskan benihnya didalam milik Natasha. Ia berharap benihnya bisa tumbuh, dan memberikan mereka anak lagi. Aiden ingin melihat dan merasakan masa-masa menjadi calon ayah dengan melihat kehamilan Natasha.


"Aku harap benihku tumbuh didalam sini, sayang." bisik Aiden seraya mengecup perut datar Natasha. "I love you Natasha."


"I love you too...Aiden," balas Natasha dengan nafas terengah. Lalu mereka pun tidur sambil berpelukan, setelah melalui malam yang indah itu. Tak peduli keringat masih membasahi keduanya.


****


Pagi itu, seorang wanita berambut sebahu mendatangani ruangan Dixon dan disampingnya ada Philip, sektretaris Dixon yang mengikutinya.


"Dixon, apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau terluka?" tanya Agatha cemas pada suaminya. Namun wanita itu hanya mendapatkan lirikan sinis dari Dixon.


"Phil, bagaimana kerjamu? Menghentikan dia saja kau tidak bisa!" sentak Dixon marah pada sektretarisnya itu.


"Pak Presdir, saya--"


"Jangan salahkan dia, aku yang memaksanya memberitahu tentang dirimu. Lagipula kau juga kenapa? Kenapa tidak memberitahuku? Kenapa kau--" mata Agatha berkaca-kaca melihat tangan suaminya di perban.


"Kau sangat cerewet! Pulanglah!" seru Dixon kasar pada istrinya.


"Dixon, aku ini istrimu...kenapa kau selalu menganggapku orang asing?" tanya Agatha sedih.


"Lalu karena siapa kau terluka? Apa itu seorang wanita? Jadi, kau sudah jatuh cinta lagi pada wanita lain selain masa lalumu itu?" tanya Agatha yang membuat Dixon semakin marah.


"Hentikan pertanyaanmu itu! Kau sangat cerewet, Agatha!" sentak Dixon emosi melihat istrinya berada disana. Agatha menangis melihat Dixon yang selalu bersikap seperti ini padanya, padahal ia sangat mencintai Dixon.


...****...

__ADS_1


__ADS_2