Benih Titipan Om Bara

Benih Titipan Om Bara
DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

AGNE memandang Nyonya Sarah dengan wajah terkejut. "Ibu tampar aku?" Ucap Agne dengan penuh dendam.


"Jaga tingkahmu!" Tegur Nyonya Sarah dengan wajah marah membuat Agne malah tertawa keras.


"Kalian semua sama-sama jahat," ucap Agne dengan sorot pada tajam.


"Diam Agne! Kau pantas ditampar atas perilakumu. Bagaimana jika Rachel dan anaknya terluka," ucap Nyonya Sarah kesal lalu kembali berusaha menenangkan Rachel yang masih terisak kesakitan.


Melihat Rachel yang terus kesakitan, Nyonya Sarah menatap suaminya. Sedang Tuan Kris langsung bergerak mendekati tubuh Rachel.


"Kita bawa ke rumah sakit," kata Tuan Kris lalu bersiap ingin menggendong tubuh Rachel.


"Ahh ... shhhh," ringis Rachel dengan mata yang setengah terpejam.


"Jangan munafik Ayah, seharusnya Ayah membelaku. Apa sudah waktunya untuk membongkar semua kebusukan Ayah?" teriak Agne yang berusaha mencegah Tuan Kris menggendong tubuh Rachel.


"AGNE!" Bentak Tuan Kris marah, lalu tamparan kedua yang sangat keras melaju kembali ke pipi wanita yang sudah kurang ajar itu.


Tidak cukup menampar wajahnya, Nyonya Sarah juga mendorong Agne hingga tersungkur ke lantai.


Agne merintih kesakitan kemudian langsung menatap tajam Nyonya Sarah . "Asal Ibu tau, suami Ibu, Om Kris sudah bermain denganku dibelakang. Bahkan sebelum aku menikah dengan Bara. Dia juga yang menyebabkanku mandul!" kata Agne dengan wajah begitu emosi


Nyonya Sarah hanya menatap Agne acuh. "Saya sudah tahu. Sebenarnya Bara sudah menceritakan semuanya. Tapi saya bodoh, karena tidak langsung percaya dengan cerita anak saya sendiri. Agne, saya pikir kamu itu wanita baik. Karena itu saya selallu membela kamu. Tapi ternyata kamu adalah wanita ******* dan_"


"Wajar Bu. Wajar kalau Agne jadi begini. Om Kris ..." Agne menunjuk pria paruh baya di samping Nyonya Sarah yang sedang merasakan kepanikan. "Sudah merebut rahimku dengan janji-janji palsunya. Dan aku diberi harapan bahagia setelah menikah dengan Bara, tapi apa? Gara-gara ponakan tidak tau diri itu membuat aku kehilangan Bara," teriak Agne murka membuat Nyonya Sarah menggeleng.


"Agne, saya minta maaf karena sudah melakukan hal itu padamu. Saya sangat menyesal. Saya rela dihakimi, Sarah!" Balas Tuan Kris sambil bersujud pada Nyonya Sarah.


Agne melotot terkejut. "Om Kris? Harusnya Om Kris membelaku! Kenapa Om Kris membuangku begitu saja?"


Nyonya Sarah mendekati Tuan Kris. "Bangunlah, tidak perlu bersujud seperti itu Kris. Saya tau apa yang kau sembunyikan dan rencanakan," kata Nyonya Sarah lalu beralih ke Agne. "Kamu yang lebih dulu mendekati suami saya, kan? Menjebaknya agar kau bisa merebut harta keluarga kami," jelas Nyonya Sarah membuat Agne terkekeh.


"Itu bohong," tuduh Agne membuat Nyonya Sarah menghela napas.

__ADS_1


"Terserah mau percaya atau tidak. Tapi yang jelas ini adalah hari terakhirmu menjadi menantu saya," ucap Nyonya Sarah tegas kemudian berbalik mendekati Rachel yang sudah digendong oleh Tuan Kris.


"Bagaimana? Masih sakit?" Tanya Nyonya Sarah sambil mengelus perut besar Rachel.


Rachel hanya bisa merintih menandakan bahwa ia masih merasakan sakit.


"Ya sudah. Kita ke rumah sakit," ucap Nyonya Sarah lalu menatap suaminya.


"Ayo Pih," titah Nyonya Sarah membuat Tuan Kris mengangguk.


Baru saja tubuh Rachel ingin digendong pergi tapi dorongan kasar oleh Agne membuat Tuan Kris goyah.


Tuan Kris dan Nyonya Sarah menoleh ke arah Agne dan langsung melotot.


"Apa yang ingin kau lakukan hah?" teriak Nyonya Sarah marah. Sedang yang diteriaki hanya tersenyum licik dengan pisau tajam di tangan kanannya.


"Membunuh anak dan istri Bara," ucap Agne datar, lalu ...


"Arghh" Nyonya Sarah melotot kemudian segera mendorong tubuh Agne menjauh saat wanita itu berhasil melukai lengan suaminya yang berusaha menepis pisau yang diarahkan Agne ke perut Rachel.


"Shhh ..." desis Nyonya Sarah sambil memegang kepalanya yang terbentur meja.


Melihat istrinya kesakitan, Tuan Kris langsung bergerak mendekati Nyonya Sarah. Sedang Agne langsung tersenyum licik melihat kesempatan di depan matanya.Di sana,Rachel sedang sendirian dengan mata yang hampir tertutup.


Kemudian dengan secepat kilat, Agne berlari ke arah Rachel, dan—


"ARGHHHHH!"


Agne berteriak kesakitan saat tangannya ditarik secara paksa oleh Bara hingga tubuhnya jatuh ke lantai. Sedang Nyonya Sarah langsung bergerak mendekati tubuh Rachel.


"Mami dan Papi akan membawa Rachel ke rumah sakit," ucap Nyonya Sarah sedang Tuan Kris langsung bergerak cepat menggendong tubuh Rachel kemudian berlalu dari sana diikuti oleh Nyonya Sarah .


Dan Bara hanya membiarkan kedua orang tuanya membawa Rachel, karena ia memang harus menyelesaikan urusannya dengan Agne.

__ADS_1


Agne merintih kesakitan lalu menatap Bara dengan tajam. "Kau jahat Bara. Kau tidak punya hati!" maki Agne lalu berusaha bangkit dengan pisau yang masih berada di tangannya.


"Aku akan membunuhmu lalu bunuh diri," racau Agne kemudian bergerak mendekati Bara, sedang Bara hanya menatap Agne santai.


Agne tersenyum licik lalu mengangkat tangannya bersiap mengayunkan pisau ke tubuh Bara.


"Kau harus mati!" teriak Agne keras lalu menusukkan pisau itu tepat ke perut Bara yang tidak sempat menghindar.


"AKKKHHH!" Bara tergerak mundur dengan pisau menancap di perutnya. Darah segar mulai mengalir keluar membuat Agne melotot lalu menarik kedua tangannya.


"A-aku ... Mem-membunuh...." gagap Agne sambil menatap kedua tangannya yang dihiasi percikan darah.


Bara tersenyum tipis lalu perlahan kehilangan kesadarannya. Tubuh Bara tumbang tepat dihadapan Agne.


"Bara..." Panggil Agne takut kemudian menatap sekeliling. "Tidak. Aku tidak membunuh siapapun. Aku harus pergi dari sini," gumam Agne lalu segera berlari dari sana meninggalkan tubuh Bara yang bersimbah darah.


Namun saat Agne hampir mencapai pintu, lima orang pria berseragam polisi menunggunya di depan pintu.


"Tidak ... aku tidak membunuh siapapun!' teriak Agne keras saat dua orang polisi menarik kemudian memborgol tangannya. Sedang tiga lainnya masuk ke dalam rumah.


Agne terus memberontak saat tubuhnya ditarik paksa memasuki mobil polisi.


"Sudah ku bilang aku tidak membunuh siapapun. Dia adalah suamiku, mana mungkin aku membunuh suamiku!" teriak Agne keras.


"Diam! Jelaskan saja di kantor polisi!" bentak salah seorang polisi membuat Agne seketika terdiam.


Agne memeluk tubuhnya sendiri dengan perasaan takut, tubuhnya bahkan bergetar kuat. Ia baru saja menusuk Bara dengan pisau.


"Bara tidak mungkin mati karena tusukan itu kan?" kata Agne terus terngiang-ngiang dalam kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah sakit, Nyonya Sarah dibuat semakin kalut saat melihat tubuh putranya bersimbah darah. Tega sekali Agne melukai putra kesayangannya.

__ADS_1


"Bara ... Bara ...." Isak Nyonya Sarah keras. Belum selesai menantunya ditangani sekarang malah putranya yang harus dioperasi.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2