BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
038. halaman akademi chou


__ADS_3

"kau tetap sama seperti kehidupan yang lampau ,permaisuriku." gumam long ye,dengan sekejam memasang topeng buruk diwajah tampannya dan berubah menjadi bocah laki laki yang bernama meng huo murid Ling sin..


tiga hari kemudian.


hiak


hiak


hiak


sret


sret


hiak


hiak


para murid akademi Chou berjajar rapi mengayunkan pedang dihalaman akademi.


pelatihan murid pedang dilapangan pedang harusnya,


sedangkan seorang berpakaian guru menghampiri guru pembimbing khusus pedang .


"guru bie,kenapa anda melatih mereka di halaman akademi bukan dilapangan seperti biasa." tanya salah satu guru akademi Chou.


mendengar seseorang bertanya dibelakang,ia menoleh dan tersenyum menimpali pertanyaan rekannya.


"ohh,maaf guru han.saya tak tau anda ada disini." jawab guru bie sembari ia berhenti memperagakan jurus pedangnya.


"tak masalah,saya hanya tanya saja." ucap guru Han serta mereka berbincang bincang dengan berdiri santai.


"ohh ,lapangan yang biasa kami gunakan sedang digunakan oleh guru rong.jadi kita beralih ke halaman akademi.kalau murid semua saya bawa ke hutan itu tak mungkin karena terlalu bahaya bagi mereka para junior." jelas guru bie panjang lebar.


"lalu kenapa akademi tak membuka kembali lapangan yang lainnya"tanya Han yang tak pernah menetap diakademi sedangkan guru bie sering menetap disana.


sembari menengok kanan kiri guru bie mendekati telinga guru Han dan berbisik sangat pelan


"karena sejujurnya ada sedikit masalah setelah kedatangan tuan lie yang tiba tiba menjadi salah satu tetua."


mendengar itu membuat Han lebih ingin tahu.


"masalah seperti apa.?" tanyanya kembali.

__ADS_1


"ini masalah serius,selain masalah internal ,ini juga menjalar masalah keuangan.setelah menjadi tetua dia memanfaatkan posisi bendahara akademi yang kosong sebelum anda kembali.dan menyortir dana masuk serta keluar akademi." bisiknya kembali.


xua Han pun tersenyum serta menganggukkan kepala.


"baiklah ,masalah ini akan saya bicarakan langsung bersama tetua Liu serta penatu chou.kau bersabarlah." ucap guru Han serta menepuk bahu guru bie rekannya pergi meninggalkan halaman akademi tersebut.


setelah kepergian guru Han.


"semoga dengan ini,akademi seperti dulu." gumam guru bie serta kembali memperagakan teknik berpedang kepada para murid nya.


"kalian harus lihat teknik serta jurus yang akan kalian kuasai.kalian ingin ke negeri atas awan." teriak guru bie memberi arahan serta semangat kepada para murid yang ia bimbing.


"iya guru " teriak mereka serempak bersamaan serta melakukan kembali gerakan gerakan dasar berpedang.


hiak


hiak


srettt


hiak


hiak


srettt


lorong akademi


setelah dari halaman akademi .


guru Han menyusuri lorong akademi menuju ruangan tetua Liu secepat kilat,tepat didepan pintu ruangan tetua Liu terbuka lebar.dengan santai guru Han memasuki ruangan itu,setelah sampai didalam ruangan guru Han melihat tetua lie meminta sesuatu kepada tetua Liu dengan gencar merayu tetua Liu.


"bagaimana tetua Liu,izinkan saya masuk keruangan cermin kabut berada.ini hanya untuk penelitian yang akan saya lakukan kepada para penghuni dihutan kabut." terdengar begitu gencar rayuan rayuan tetua lie masuk ditelinga guru Han.


karna kehadirannya tak dihiraukan membuat guru Han berdehem .


"ehemmm"


mendengar deheman seseorang,membuat mereka sontak menoleh kearah pintu masuk ruangan.


sontak membuat tetua lie terkejut akan kedatangan guru Han sedangkan tetua Liu memanfaatkan guru Han untuk lepas dari rayuan tetua lie.


"tetua lie kau ingin izin masuk keruangan dimana cermin itu berada.kau bisa minta itu dengan guru Han " ucap tetua Liu yang memang ia tak bertugas tentang ruangan cermin kabut itu.

__ADS_1


mendengar perkataan tetua Liu ,membuat tetua lie memandang terlebih dahulu guru Han.


" seorang guru tapi hawa membunuhnya serta kultivasi ya lebih kental serta kuat dari tetua chou.siapa guru Han ini sebenarnya"batin tetua lie dengan diam didepan tetua Liu.


"ohh,guru Han selamat datang.senang anda mau berkunjung diruangan saya." ucap tetua Liu berdiri menghampiri guru Han serta berbisik " guru Han,anda penolongku.kalau tetua lie ingin masuk keruangan cermin kabut.mohon tolak karena saya merasakan sesuatu yang ganjil darinya." setelah mengucapkan itu dengan berbisik kembali berkata dengan keras.


" seharusnya anda tak usah datang kemari guru Han" ucapnya supaya didengar tetua lie.


"hemm,kau ikutlah dengan saya keluar menuju keruangan saya." kata guru Han lalu pergi dan diikuti tetua Liu,sebelum keluar tetua Liu berkata kepada tetua lie.


"tetua lie,maaf saya tinggal.tolong kau tutup pintunya kalah sudah keluar dari ruangan saya ." sembari melanjutkan langkahnya mengimbangi langkah guru Han serta berjalan beriringan.


setelah dirasa cukup jauh dari ruangan tetua Liu."kita akan menuju keruangan penatu Chou." ucap guru Han dengan sekali sembari berjalan.


"masalah lapangan,dan halaman yang digunakan " tebak tetua Liu tentang apa yang akan mereka bahas.


"ya,itu poin pertama kita bahas.poin kedua keuangan akademi,poin ketiga sumber daya internal akademi kita yang kian menipis ." ucap guru Han disetiap langkah menyusuri lorong yang mereka lalui.


"ya,kami juga ingin membahasnya .tapi menunggu anda kembali keakademi ini terlebih dahulu yang mulia pangeran xua Han." batin tetua Liu karena tak tau harus bicara apa.


sesampai didepan ruangan penatu chou.mereka mengetuk pintunya,setelah mendapat jawaban dari dalam.


"masuk'"


mereka berdua masuk dengan satu persatu melangkah melewati pintu ruangan.


melihat siapa yang memasuki ruangannya ,membuat penatu Chou tersenyum simpul.


"guru Han ,tetua liu.ada apa kalian berdua bisa bersama sama datang keruangan saya." tanya penatu Chou dengan tersenyum.


setelah sampai didepan penatu Chou.


"duduklah terlebih dahulu." kata penatu Chou mempersilahkan keduanya duduk.


setelah duduk .


"begini penatu Chou kami kemari hanya ingin membahas tentang halaman akademi yang sekarang menjadi tempat pelatihan para murid." jelas tetua Liu panjang lebar.


mendengar penjelasan tetua Liu membuat penatu Chou hanya diam dan memandang guru Han.


melihat pandangan penatu Chou mengarah padanya guru Han pun ikut menimpali perkataan tetua Liu.


"saya juga telah mendengarnya penatu Chou " ucapnya dan hanya helaan nafas yang didengar dari penatu Chou

__ADS_1


"sudah sampai separah ini.kami belum menemukan bukti kejahatan yang dilakukan tetua lie.apalagi dia sering datang ketetua Liu serta saya untuk mengizinkan ia masuk keruangan dimana cermin kabut berada.tapi kami hanya bisa menjawab.kami tam memiliki mantra membuka segel itu.kan mantra segel itu hanya guru Han serta guru sin yang tau.saya hanya bisa begitu saja menjawab." jelas penatu Chou dengan wajah tuanya yang keriput karena ia sudah lama tak menginjakan tanah di kekaisaran cahaya demi menemani sang cucu nya.


mendengar penjelasan penatu Chou dan perkataan tetua Liu .kesimpulan masalah ini disebabkan oleh tetua lie seorang


__ADS_2