BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
068.JALAN BERSAMA SETELAH MENIKAH


__ADS_3

"ayo kita pergi."


ajak kaisar Long Ye kepada permaisurinya.


"kemana" tanya Ling Sin dengan mengerutkan keningnya.


"melihat danau yang ada disini." jawab kaisar Long Ye dengan tersenyum lembut.


"baiklah" ucap Ling Sin dan bergegas menerima uluran tangan suaminya dan mereka bergandengan tangan berjalan menuju danau dengan santai melewati lorong,pasar dan tibalah ia ditepi danau indah itu.


"sangat indah sekali." ucap Ling Sin dengan wajah berbinar karena merasa ini begitu sangat menyenangkan.


"apa kau menyukainya ,istriku" tanya kaisar Long Ye dengan memandang wajah berbinar permaisurinya.


dan tiba tiba Ling Ling Sin mengerutkan dahinya melihat seseorang yang berada disebrang danau.


"itu lihat siapa yang naik rakit ditengah tengah danau ,sepertinya sedikit familiar"ucap Ling Sin memandang dari kejauhan.


dengan mata tajamnya kaisar Long Ye sudah tau bahwa yang menikmati jalan jalan dan melihat keindahan danau itu bukan hanya mereka berdua saja tapi pasangan suami istri lainnya yang sudah tua seperti masih sangatlah muda siapa lagi kalau bukan kedua ibu serta ayah mertuanya,kaisar Ling serta permaisuri Wei San.


"mereka ibu serta ayahanda" jawab kaisar Long ye dengan sedikit cemberut.


"benarkah.huh mereka mengalahkan kita." gumam Ling Sin yang masih didengar suaminya.


"bukan hanya mereka.lihat sekeliling tepian danau ini." ucap kaisar Long Ye yang momen berduanya gagal karena banyak yang ada disana menikmati pemandangan .


sedangkan Ling Sin mengedarkan pandangannya dan melihat sekiling benar apa yang dikatakan suaminya.bukan mereka saja tapi banyak yang ada disana.


"apa kita pindah saja.suamiku.sepertinya kau tak menyukai keramaian." ucap Ling Sin peka melihat raut wajah suaminya itu meskipun tertutup topengnya.


"apa kita pergi ke laut yang berada disini.bagaimana" tanya Ling sin yang penasaran dengan laut dizaman ini.


"tidak bisa dan jangan.disana sangat berbahaya.banyak hewan aneh dan benda aneh yang tersapu ombak di tepi pantai sana.zen pernah pergi disana dengan kaisar Leon waktu itu dan menemukan bingkai lukisan gadis cantik dengan pakaian aneh disana." ucap kaisar Long ye dengan antusias menceritakan pantai misterius itu.


"benarkah.boleh saya melihat kesana.saya ingin tahu benda apa dan hewan apa yang ada disana.apq hewan itu masih hidup." tanya Ling Sin dengan penasaran.

__ADS_1


"ya seeokor hewan aneh itu masih hidup karena diberi makan oleh penduduk sekitar sana atas perintah kaisar Leon itu." ucap kaisar Long Ye dengan antusias.


"hewan aneh,benda aneh.maksudnya apa coba." tanya Ling sin dengan penasaran didalam hatinya.


"kau tau.kaisar Leon menemukan lukisan gadis kecil jelek sekali dan membawahnya kedalam istanahnya dan memajangnya di dinding kamarnya .bukan itu tak masuk akal dengan pinggiran dan benda aneh yang mengurung lukisan itu.kalau Zen lukisan yang Zen temukan Zen simpan di peti antik zen yang Zen kubur dalam pasir sana.agar seseorang tak menemukan gadis itu dengan ia yang tanpa pakaian" ucap kaisar Long Ye dengan santainya membuat Ling Sin mengerutkan keningnya dengan apa yang diucapkan suaminya.


"apa kau melihat tubuh wanita lain selain aku." ucapnya dengan geram.


"bukan wanita tapi gadis kecil." ucapnya membela dirinya sendiri.


"sama saja ia seorang wanita." ucapnya dan berjalan cepat.


"jangan cemberut.apa kau tak ingin Zen ajak kesana." ucap kaisar Long Ye dan permaisurinya berhenti melangkah dan menoleh kearahnya serta berjalan menghampiri suaminya kembali.


dengan tanpa bicara mereka pergi dari sana dengan sekejab mata menghilang dari pandangan siapa saja yang melihat mereka berdua .


wwwuuuuussssss


"wah indahnya" ucap Ling Sin dengan antusias setelah sampai disana.


ada yang memanen jalanyabyang dipasang disalah satu tempat biasa para penjaga.ada yang sedang membawah hasil mereka menangkap ikan dengan keranjang bambu.ada yang sedang makan siang disana dengan ditemani keluarga mereka yang menjemput mereka dari tengah laut.


dan dengan terkejut ada seorang nelayan yang hanya mengumpulkan barang barang yang hanyut terbawah arus ombak terdampar di pantai dengan sedikit sedikit mengumpulkan dan menaruh ditempat pengumpulan barang itu.


"apa kau ingin melihat barang barang aneh itu."ucap kaisar long ye dan menarik tangan istrinya berlari membawahnya ketempat itu.


"lihatlah" ucap kaisar long ye menunjuk yang ia katakan barang tapi malah sampah yang ia lihat.


"apa bukannya ini sampah makanan ringan dari dunia dimana kehidupanku berada.benar benar sampah masyarakat." batin Ling Sin yang melihat sampah bertepuk begitu banyak disini.


"lalu dimanakah barang yang anda sembunyikan suamiku." tanya Ling Sin dengan nada manjanya.


"ohhh ya.zen lupa bahwa barang itu telah Zen bawah istanah Zen waktu itu." jawab kaisar Long Ye sembari meringis karena ia lupa bahwa barang itu telah dikekaisaran dan ia sembunyikan dibawah ranjangnya tepatnya bawah lantai ranjang kamarnya.


"huhh membosankan" gumamnya dan masih didengar oleh pria yang menjadi suaminya.

__ADS_1


"lebih baik kita berjalan dipinggir pantai.angin disini terlalu kuat kau pakailah jubah Zen." ucap kaisar Long Ye dan memasangkan jubahnya ketubuh istrinya yang hanya memakai hanfu tanpa jubah .


"apa kau menyukai dunia ini. AURORA ASMI."ucap kaisar Long Ye dengan sedikit menekankan ucapannya menyebut nama yang tak asing bagi istrinya.


"kau tau itu." tanya Ling Sin dengan nada syoknya.


"ya,karena itu ialah nama dimana jiwamu memasuki tubuh yang salah." ucap Long Ye dan memandang wajah istrinya.


"Zen tau semua.tentang istri Zen dimasa lalu maupun dimasa sekarang.karena Zen sudah sepenuhnya memiliki kedua jiwa Zen yang telah terpisah menjadi dua.zen lah yang mengambil setengah jiwa itu didalam cermin kabut itu." ucap Long Ye dengan panjang menceritakan tentangnya.


sedangkan Ling Sin hanya menutup matanya karena merasa ia baru saja kaget dan syok ternyata benar kaisar Long Ye ialah suami dimasa lalunya yaitu dewa iblis Lucifer.


"luc,kau kah itu." ucap Ling Sin dengan nada sedikit bergetar karena menahan tangis bahagianya.


"ya Rara ini, suamimu." jawab Long ye dengan tanpa aba aba Ling Sin memeluk suaminya dihadapan para nelayan di pesisir pantai dan berteriak.


"AKKKUUUU. SSSSAAANNNNGGGGATTTTT MMMEEERRRIIINNNDDUUUUUKKAAANNN MUUU LUC."teriak nya dengan panjang seperti gerbong kereta api eksekutif.


Sedangkan suaminya hanya membalas pelukannya dan berbisik.


"i love you Rara " ucapnya belajar mengucapkan kata asing yang ia pelajari dari buku tebal yang ia ditemukan dipantau ini.


"kau mengucapkan apa." tanya Ling Sin dengan syoknya lagi.


"ya,bahasa dari dunia itu." jawab Long ye dan ia pun menterjemahkanya.


"aku cinta kamu" ucapnya dengan tersenyum.


"darimana kau belajar semua itu." tanya Ling Sin penasaran.


"akan Zen beritahu setelah Zen mendapatkan seorang putra darimu." ucap Long ye dengan bercanda dan dianggap serius oleh Ling sin.


"kalau begitu kita pulang dan membuatnya.karena saya penasaran akan hal itu." jawab Ling sin dengan antusias karena penasarannya menghancurkan rasa malu malunya yang tak tau malu mungkin dihadapan suaminya.


"benarkah itu." tanya kembali.

__ADS_1


"ya"


__ADS_2