
"sangat bagus, hamba suka sekali yang mulia kaisar Leon"
"kau mendengarnya "syok kaisar Leon.
ditengah keributan yang dibuat Kaisar Leon dengan tangan Kaisar Leon menarik paksa lengan putri Yung dengan paksa menarik menuju luar halaman aula istanah menggunakan teleportasi,sesampai diperbatasan kekaisaran cahaya dengan hutan cahaya.
"Lepaskan" ucap Ling Yung dengan nada kasar serta tatapan tajamnya.
sedangkan Kaisar Leon membalas tatapan tajam Ling Yung dengan tatapan merendahkan.
hanya keheningan diantara mereka tetapi tatapan mereka berdua tak pernah lepas satu sama lain.
keheningan sirna setelah Ling Yung memulai pembicaraannya.
"yang mulia Kaisar Leon,apa ini niatmu menjadi sekutu dan musuh dalam selimut dikekaisaran cahaya." ketus Ling Yung tanpa basa basi.
Kaisar Leon masih diam dan hanya menatap wajah cantik putri mahkota kekaisaran cahaya dengan tanpa berkedip.
"hehhh,itu semua karenamu,karna kedatanganmu mengingatkan Zen kepada orang yang pernah mengisi hati Zen.dan dengan jahatnya meninggalkanku dengan semua kesakitan.kukira dengan bersekutu dengan kekaisaran cahaya bisa menghilangkan rasa kekesalan zen.tapi ternyata dengan mendengar cerita Mentri Pan ,ternyata kelahiranmu bersangkutan dengan wanita ular itu."ucap Kaisar Leon menjelaskan kebenciannya kepada Ling Yung.
"itu tak ada hubungannya denganku,maupun dengan kekaisaran cahaya.karena kau pemilik seluruh daratan Padang pasir.untuk apa wanitanya itu sampai dikekaisaran cahaya.bodoh." kata Ling Yung dengan mencibir Kaisar Leon karena ia tak akan pernah percaya dengan bualan seseorang yang berusaha mencelakai keluarganya.
dengan tersenyum liciknya Kaisar Leon menarik paksa lengan Ling Yung dengan kasar dan tubuhnya menghantam tubuh Kaisar Leon dengan wajah tepat didada bidang Kaisar Leon.
"lepaskan,dasar Kaisar sialan." teriak Ling Ling Yung meronta ronta dengan keras.
Kaisar Leon bukan hanya memeluk Ling Yung dengan erat tapi ia mengabaikan teriakan dan pukulan yang ia terima.
"lepaskan atau kau akan mati dengan racunku."ucap Ling Yung dengan amarahnya.
__ADS_1
"hemmm,biarkan begini saja.kau mau meracuniku,Zen akan mengambil sehelai rambut untuk penawarnya." jawab Kaisar Leon dengan santai berbeda dengan Ling Yung yang sudah syok karena Kaisar sialan itu telah mengetahui keistimewaan rambutnya.
"rambutmu begitu,Inda dan harum tapi sayang lambat laun akan habis karena digunakan untuk penawar racun." ucap Kaisar Leon dengan membelai rambut merah darah itu.
"tapi kau tak perlu kawatir ,hanya Zen yang tau akan hal itu selain kedua adik iparmu serta keluarga besarmu itu."
"Zen akan menjaga rahasia ini asal kau mau menjadi permaisuri zen."ucap Kaisar Leon dengan nada lembut.
Ling Yung hanya diam diam mencari kelonggaran pelukan Kaisar Leon dengan usahanya ia terlepas.
"hehh,dalam mimpimu pun,saya tak akan menerimamu.siapa yang Sudi menempati Padang pasir mengerikan itu "jawab Ling Yung dengan bersedekap didada.
"ada,ibundaku yang Sudi meninggalkan keindahan dunia ini demi menjadi Ratu kekaisaran Yunani.apa kau tak ingin bertemu dengan mertuamu Yung'er."ucap Kaisar Leon dengan akan menyentuh wajah cantik Ling Yung yang berpaduan seperti wanita wanita Yunani tapi ialah sang Dewinya.
sedangkan Ling Yung mundur dan berbalik pergi tanpa jawaban/ucapan sepatah kata pun kepada Kaisar Leon.
"kau memang lain dari yang lain putri Ling Yung.zen sungguh tertarik denganmu.zen akan pastikan kau menjadi istri Zen satu satunya.setelah ini Zen akan membunuh para selir Zen demi kau mau berada diistanah Zen." gumam Kaisar Leon dengan seringai licik dan kembali keaula istanah kekaisaran cahaya.
"betapa dekatnya kau dengan ayahandamu ,Ling Yung San."batin Kaisar Leon dengan menatap tajam putri mahkota Ling Yung dan tatapan itu disadari oleh Kaisar Ling selaku ayah kedua putri itu.
"hemm,maaf Kaisar Leon ada apa kau sepertinya selalu menatap putri Zen dengan tatapan yang mematikan.apa Kaisar Leon mempunyai niat jahat kepada putri Zen." ucap Kaisar Ling dengan tenang dan tanpa ada yang disembunyikan.
"tenanglah Kaisar Ling ,saya hanya menatapnya bukan memintanya untuk dibawah ke istanah Sahara ku."jawab Kaisar Leon dengan tersenyum simpul.
"apa kau berniat menculik putri Zen dan membawahnya ke istanahmu itu." ucap Kaisar e yang tau maksud perkataan Kaisar Leon .
"ide bagus ayah mertua." ucap Kaisar Leon dengan tersenyum senang.
"jangan kau coba coba membawah putri kami dari sini" ucap Kaisar Xua dengan marah karena ia tau bahwa Kaisar Leon ingin membawah pergi Ling Yung diam diam.
__ADS_1
"kenapa dengan putri Ling Yung Kaisar Xua .apa kau juga tak memperbolehkan putri Yung berjalan jalan kekaisaran Yunani disana sangat indah." ucap Kaisar Leon dengan bangga karena tak ada yang tau disana sangat indah setelah melewati Padang pasir yang sangat luas.
"hehh, Kaisar Leon maaf bukannya saya mencampuri urusan anda.kau harus mendengarkan apa kata ayah mertuaku.karena bagaimana pun putri mahkota Ling Yung ialah anaknya." ucap Kaisar Moon San dengan tersenyum bangga karena ia dengan mudah mendapatkan gadis yang ia cintai.bukan hanya Kaisar Moon San saja yang bahagia.Kaisar Long Ye pun bahagia karena ia juga dengan mudah mendapatkan wanita yang ia cintai.
berdebatan antara para kaisar kaisar pun berjalan dengan ricuh karena bukan hanya kaisar Leon yang menginginkan putri mahkota Ling Yung menjadi istrinya .malah ada yang dengan lancang menginginkannya menjadi selir dengan tanpa perkataan kaisar yang ingin menjadikan putri kesayangannya menjadi selir dengan sekejab kaisar tersebut hangus dengan sendirinya karena tatapan Kaisar Xua .
perdebatan itu ricuh dan semua diam karena salah satu mereka terdiam menjadi patung .
semua orang diam diruangan itu menjadi hening tanpa ada yang berbicara dan memasang kewaspadaan .
"siapa yang melakukan itu diwilayah kekuasaan Zen." ucap kaisar Ling dengan keras dan tegas.
angin berhembus dengan kencang dan dari luar pintu aula istanah angin masuk membawah debu debu pasir berwarna coklat berputar putar keudara membentuk angin tornado dan angin serta pasir itu lambat laun merubah menjadi seorang wanita cantik khas kekaisarannya dan jangan lupa mahkota menjuntai diatas Surai hitam malamnya.
wanita itu pula yang membuat salah satu kaisar menjadi patung pasir dalam sekali nafas.
"Ratu Patria,"gumam mereka serempak,setelah melihat siapa yang datang tanpa disebutkan.
"ibunda"ucap kaisar Leon dengan kaget sang ibu datang tanpa memberi kabar keanaknya.
sedangkan Kaisar Xua hanya diam dan berkata
"Ratu Leona Patria"gumam Kaisar Xua dan Kaisar Ling dan mereka berdua ingat perkataan ibundanya serta ayahandanya sebelum ke Nirvana.
dengan telepati kedua bersaudara itu memcakapan.
"Gege kau ingat kata ibunda.kita harus menyembunyikan anak anak perempuan kita yang masih lajang.tapi anak yang lajang tinggal Yung'er."
telepati mereka terputus setelah mendengar perkataan Ratu Patria
__ADS_1
"seorang wanita yang keturunan dari kekaisaran Yunani harus kembali kekaisaran Yunani.karena Ratu Medusa tak pernah kembali maka keturunannya harus menggantikannya kembali kesana." ucap Ratu Patria melihat sekeliling ruangan dan tahu .
"KAMI TIDAK SETUJU,BIAR ISTRIKU YANG KEMBALI KESANA"