
sebelum mereka memasuki protal mereka dikejutkan dengan sesuatu.
"ssssssstttttttttttttt"
"ular" sentak mereka semu terkejut dengan seekor ular raksasa datang menghampiri mereka.dan tibalah berubah menjadi seorang prajurit didepan mereka.
"hormat hamba,para yang mulia.hamba diutus oleh ratu Patria kemari untuk membimbing para tamu yang akan menuju ke suku pedalaman ." ucap pengawal itu dan diangguki yang lain.mereka pun hanya pasrah dan pengawal itu ikut masuk kedalam portal yang akan ia lalui.
ia kira rencananya akan berhasil tanpa sepengetahuannya.ditengah tengah mereka ada yang lebih tau dan melihat rencana seorang yang menyamar menjadi pengawal.
"biar hamba yang memimpin jalannya ." ucap pengawal itu.
"hehhh,jangan mimpi anda santos.anda kira saya sudah buta tak melihat jalan menuju tempat kelahiranmu sendiri." ucap seorang wanita cantik yang tak lain ialah Medusa sendiri berjalan kedepan sekumpulan keluarganya.
"tuan putri Medusa .anda untuk apa datang kemari." ucap pengawal itu terbata bata.
"jangan anda panggil saya dengan sebutan tuan putri.karena saya muak melihat penghianat diantara keluarga saya."ucap kembali Medusa dengan santainya
"anda salah yang mulia.siapa yang penghianat." jawab pengawal itu yang tak lain Santos si penasehat keluarga Patria.
"meskipun saya tak tinggal di sana.tapi saya tahu tentang semua hal yang bersangkutan dengan keluarga saya.kau ingat itu Santos .siapa saya .? dan bagaimana saya lahir dan bagaimana saya ditemukan oleh keluarga patria.anda membunuh kedua orang tua kandungku.untung saja saya ditemukan keluarga Patria yang sedang berlibur di wilayah selatan kaum keluarga Gorgon.dan saya tau siapa saya sebenarnya dan keluarga Patria pun tau siapa saya dan dengan kekuasaan mereka merebut wilayah selatan yang berada ditangan anda dan dengan penyamaran kau masuk dan menjadi penasehat dengan bantuan paman Walles yang tak memiliki seorang penerus." ucap panjang lebar Medusa didepan semua keluarganya.
"kalian tau apa yang akan alian lakukan kan anak anak ,serta cucu cucu ku." ucap Medusa dengan memanggil anak anak serta cucu cucunya untuk melakukan sesuatu hal.
"iya ,ibunda/nenek."mereka menjawab secara serentak dan bersama menyerang Santos dan tanpa perkelahian sengit mereka sudah menyergap Santos dan mengikatnya dengan sihir cahaya.
"kalian dari alam atas kekaisaran cahaya.kalian tak memberitahu terlebih dahulu.dasar kalian para manusia licik." teriak Santos dengan geramnya.
"anda harus tahu tuan santos.kami juga punya sifat licik untuk menghadapi manusia yang sangat licik seperti anda tuan Santos." ucap Xua dengan melibatkan tangannya didepan dada.
"kalian akan mendapatkan balasan dariku." teriaknya kembali.
"kalau anda bisa lepas dari kami." tambah kaisar Ling dengan tatapan tajam dan Mada dingin.
sedangkan Santos telah berubah kewujut aslinya tetap saja tak bisa lepas dari belenggu senjata rantai naga emas milik Ling dan rantai naga hitam milik Xua.
membuatnya mengenguraskan seluruh tenaganya dan lelah dengan sendirinya .
"benar benar mereka sangat lah kuat." batin Santos dengan wajah murung dan iba.selama ia bertahun tahun pergi dari wilayah sana dan menjadi buronan klan Patria tak ada yang bisa menangkapnya.dan hanya bisa mengejar begitu saja.
__ADS_1
"kalian semua licik." ucap Santos dengan geramnya.
sedangkan mereka hanya merasa jengah atas ucapan orang yang tak mengaca dirinya sendiri.
"dasar apa anda tak pernah melihat dirimu sendiri.anda juga sangatlah licik tuan Santos hahahahahahahahahaha" ucap sambil tertawa Kaisar Moon San dengan nada mengejeknya.
"kalian bisa sombong.tapi setelah saya bekerja sama dengan Kaisar Long Ye kalian pasti akan tunduk dan menjilat kaki saya." ucap Santos dengan percaya diri.
"siapa yang akan bekerja sama dengan anda tuan santos.zen tak Sudi bekerja dengan seseorang yang mengancam kedua ayah mertua Zen."ucap kaisar Long Ye dengan mengeluarkan hawa kepemimpinannya yang khas seorang Kaisar langit.
"anda yang mulia Kaisar Long Ye.maafffk...." ucap Santos terputus karena pingsan terlebih dahulu .
"maaf,terlalu lama menunggu ,lebih baik biarkan saja dia pingsankan.ayo cepat keburu ditunggu kakek serta nenek." ucap permaisuri kaisar langit yaitu permaisuri Ling Sin dengan nada tak bersalahnya membuat semua yang disana hanya menggangguk menyetujui tanpa berdebat lagi.
setelah pingsannya Santos mereka pun melakukan teleportasi menuju wilayah Patria.
wuuusssss
dengan sekejab mata mereka semua sampai didepan gua yang tepatnya ditengah tengah Padang pasir Sahara.
"gurun Sahara." ucap Ling Sin dengan wajah terkejutnya.
"ibunda ,mari hamba papah agar nanti didalam tak terpeleset karena didalam terlalu lembab." tambah kembali ucapan Medusa dan memapah ibu suri yang tak lain ibu mertuanya masuk kedalam gua tersebut .
"putriku,apakah benar nanti saya akan bertemu dengan besan." tanya ibu suri Rong dengan antusias dan berdebar.
"ya ibu,mari." jawab Medusa dan mereka semua masuk kedalam gua sampai yang terdalam.
sesampai diujung gua dan terpampanglah pemandangan yang sangat indah dengan aura Qi serta spiritual begitu pekat.
"sangat indah." batin mereka semua yang pertama kali datang diwilayah klan yang dipimpin tetua Patria.
"ya ini kampung halaman saya.dan dipaling ujung sana atau bangunan termegah itu.ialah kediaman tempat saya dibesarkan dan bernaung disana."tunjuk Medusa kebangunan yang begitu besar ditumbuhi berbagai bunga merambat didinding dinding tembok kediaman besar itu.
"sangat luar biasa " ucap Ling Sin dengan antusias.
"ya inilah surga ketiga " ucap Medusa yang telah menjelajah diberbagai tempat.
"kalau ini ketiga lalu yang kedua dimana." tanya Xua Ana dengan berbinar.
__ADS_1
"kau tak akan bisa kesana karena harus meminta izin. kepada dewa iblis Lucifer.karena itulah tempat dan wilayahnya .dan yang pertama ialah Nirvana tempat yang selalu bebas izin dari dewa agung .setelah kalian menerobos tingkatan Nirvana sendiri .akan langsung ditarik kesana." ucap Medusa panjang lebar.
sedangkan Ling Sin hanya memandang sang suami dan bertelepati.
"kapan kau akan mengajakku kesana suamiku." tanya Ling Sin melalui telepati.
"secepatnya,istriku pasti akan Zen bawa kewilayanh zen.biarkan keponakan Zen terlebih dahulu menjadi lebih dewasa.setelah itu pasti ia akan saya tugaskan menjadi tangan kanan kaisar terlebih dahulu." jawab Kaisar Long Ye dengan telepati ya.
mereka berjalan tanpa lelah dan sampai didepan kediaman besar itu mereka disambut dengan mereka penghuni disana.
"selamat datang tuan putri Medusa dan keluarga.mari hamba antar keruangan istirahat tuan Patria."ucap tangan kanan tetua Patria dan mereka berjalan dan masuk disana.
"ayah,ibu " teriak Medusa dengan lari dari depan pintu dan menghambur ke pelukan sang ayahnya.
dengan keajaiban tetua Patria kembali menjadi muda dan sehat seperti sedia kala.
"putriku." ucap sang ibu dan memeluk sang anak yang telah lama tak pernah bertemu.
"bagaimana keadaanmu anakku.dan bagaimana kamu bisa terlepas dari kutukan Dewi Athena." tanya sang ayah dengan bertubi tubi.
"ini semua berkat ibu mertua hamba ayah.kenalkan ini ibu mertua hamba.ibu rong" ucapnya dan meraih tangan sang ibu yang masih awet muda.
"terimakasih ,nyonya rong." ucap mereka berdua bersyukur karena diluar sana sang putri bertemu orang baik.
"dan siapa semua yang ikut denganmu nak." tanya sang ibu dengan melihat salah satu gadis cantik dengan Surai merah persis dengan sang putri.
"baiklah akan ku kenalkan ibu."
"ini suami saya Nalan Rou, putra pertama saya Xua Zudo serta istrinya Wei Sun,putra kedua Ling Zudo serta istrinya Wei San .dan ini cucu pertama Xua Han putra pertama dari Xua .cucu kedua Ling Yung San dari Ling.cucu ketiga Xua ana dan cucu bungsu Ling Sin San." ucap Medusa dengan mengenalkan satu persatu keluarganya.
"kenapa hanya Ling Yung yang seperti denganmu bersurai merah." tanya penasaran oleh sang ayah.
"karena dia anugrah dari dewa agung ayah " ucap Medusa dengan wajah berseri .
"kau memang pantas mendapatkannya putriku Dusa." ucap tuan Patria dengan bangga.
"mari kita makan siang terlebih dahulu sebelum kita belicarakan masalah pemberontak yang kalian hadiahkan buat kakek." ucap ketua Patria kepada para cucu dan menantu nya.
"Gubrakkkkkkkk seeeetttttt"
__ADS_1