
Ditempat Lainnya .
Tepatnya tempat Rahasia Chu Yan dan para abdi setia nya.
BRAKKKKK
"SIALAN ,PELAYAN ITU " teriak Chu Yan dengan murka dan sudah meluap luap sampai keubun ubun amarah dan emosi nya.
BRAKKKKKK
"Bagaimana?."
ucap seorang pria dengan wajah garang dan tampak marah ,disaat dia tidak ada ditempat dengan bebasnya penghianat itu menghukum dan membunuh para dayang setianya.
"Kau apa sudah memiliki seluruh bukti semua penghianatannya" tanya kembali pria itu.
"hamba sudah mengumpulkan seluruh bukti atas semua kejahatannya tuan." jawab pria yang dari tadi diam hanya anak buahnya yang menjelaskan dari tadi .
"Sekarang seret dia diruang penjara bawah tanah sekarang juga tanpa ada kegagalan sedikitpun." perintah pria itu dengan melambaikan tangannya dan pergi dari ruang rahasia itu.
Setelah mendapatkan perintah dari tuan mereka ,kedua pria itu bergegas kembali keluar dari ruangan rahasia lewat jalan lainnya tak ikut dengan tuannya itu.toh tuannya itu langsung menuju penjara bawah tanah sedangkan mereka bertugas menyeret penghianat itu.
Ditaman sekitar ruangan tuan rumah ,dengan sombongnya wanita itu memperlakukan pelayan wanita dengan semena mena karena membuat gaunnya rusak dan lusuh.
"Dasar kau pelayan sialan.apa kau tak mimiliki mata sama sekali.biar kucingkul mata kalian sekarang juga." teriak wanita itu dengan semena mena berbicara kasar dan sadis.
"Heh,kau juga seorang pelayan.tapi lebih rendah dari kami.setelah tuan tak ada dirumah kau semena mena dengan kami .kami diam saja bukan berarti tak mau melayan.tapi tak ingin meladeni wanita busuk sepertimu." ucap salah satu pelayan senior yang tak lain yaitu bibi tua pengasuh tuan itu.
Dengan lantang wanita itu akan menampar pelayan tua itu tapi ia dikagetkan karena tangannya dipegang erat oleh seseorang dengan kasar dan jangan lupa tangan satunya pun juga dipegang oleh seseorang disisi lain dan langsung dirantai begitu saja tanpa perkataan.
"Sedang apa kau sialan.lepasss" teriak wanita itu.
Tanpa menjawab pertanyaannya ,kedua pria menyeretnya tanpa ampun karena banyak krikil dan debu yang menempel di gaun ,krikil melukai kulitnya tanpa ampun dan berhenti mereka berdua membawahnya keruang bawah tanahb bisa disebut juga penjara bawah tanah dimana tempat mengerikan itu berada.
Disana ada manusia setengah hewan yang memiliki nafsu begitu besar,jangan lupa tak ada seorang wanita yang pernah masuk disini jadi ini pertama untuk mahluk setengah manusia itu dan ia pasti akan sangat senang dan menjunjung tinggi majikannya itu.
"Lepas "
"Lepas,kalian akan menyesal karena memperlakukanku seperti ini.tuan akan menolongku" ucap wanita itu penuh percaya diri .
"Wan roq.Itu nama aslimu" ucap salah satu pria yang menyeretnya itu.
Setelah mendengar nama aslinya disebutkan ia berusaha lepas tapi tetap saja tak bisa karena rantai itu bukan rantai sembarangan jadi ia tak bisa melepasnya dengan kekuatan yang ia miliki.
"Sampai kapanpun rantai itu tak akan melepas mangsanya,hanya kematian yang bisa membebaskan mu dari belenggu rantai itu.kau tau rantai itu ialah milik guru besar tuan yaitu dewa iblis .jadi mimpi saja." ucap salah satu bawahan pria yang menyeret WAN roq.
__ADS_1
sreeettttttt
sreetttttt
BRUKKKK
DUKKKKK
Dengan kasar mereka melempar Wan roq disebuah ruangan tapi penuh dengan Marina anyir tapi dengan penampilan seperti kediaman seorang pengantin penuh dengan warna merah.
Seorang pria membelakangi Wan roq dan berbalik memperlihatkan wajahnya.
"Tuan,apa ini namanya kejutan untuk hamba" tanya Wan roq dengan tersenyum penuh kebahagiaan bahwa kejahatannya belum terungkap.
"Ya, dan ini hadiah buat seorang penghianat ,badong muncullah." ucap pria itu yang tak lain Chu Yan.
Dengan sekejam muncul Badobg yang merupakan pria kekar yang terdapat ekor di belakang bokongnya.
"Hamba disini tuan," ucap badong menjawab pangilan tuannya.
"Pengantin wanita sudah datang nikmatilah." ucap Chu Yan dan melangkah pergi keluar dari sana.
"Tinggalkan mereka berdua." ucap Chu Yan dengan lantang dan mereka semua meninggalkan wan roq disana .
"tuan ampuni hamba bawah hamba keluar.gamba tak ingin berada disini dengan siluman ini" teriak Wan roq dengan menangis pura pura.
Setelah mereka semua keluar ,para pelayan berbondong bondong menghampiri tuannya.
"Tuan,hamba ingin mengatakan sesuatu" ucap pengasuh itu dengan sedikit berbisik .
"Apa" jawab singkat padat dan jelas.
"Penghianat sebenarnya ialah seorang pria yang anda kenal tuan.dia ialah sekutu tuan sendiri.dan hamba sering melihat penghianat wanita itu sering diam diam bertemu dengannya dihutan belakang." ucap pengasuh itu dengan sedikit berbisih.
"Ohhh jadi dia orang iyang ingin merasakan kekejamanku" batin Chu Yan dengan tersenyum penuh misteri.
"Tuan apa kita langsung serang saja ia dikediamannya" ucap pria itu yang tak lain jendral dikediaman itu.
"Jangan dulu.buat dia tak memiliki waspada yang tinggi kita pura pura saja tak mengetahuinya." ucap Chu Yan pergi dari sana .
Akademi chou.
Seperti biasanya para murid murid akademi chou bermediasi dan berlatih dihalaman utama kediaman Chou itu sendiri.
Semua guru telah kembali melatih dan membimbing para murid tak terkecuali guru Rong Jia dan guru Han.
__ADS_1
"Han Gege,apa masalah diakademi sudah terselesaikan." tanya Rong Jia dengan sedikit pelan.
"Belum,karena tetua Liu masih belum mendapatkan sesuatu yang pas untuk mengumpulkan bukti bukti sesungguhnya yang menyangkut tetua lie.baru tiga hari ini tetua lie baru saja datang dari kediamannya yang entah itu dimana."jawab Han dengan sedikit berbisik.
"Hemmm,mari kita lanjutkan membimbing para murid." ucap Rong Jia dan diangguki Han dengan senang air.
Sedangkan tanpa mereka berdua ketahui penari Chou dan tetua Liu sedang gelisah,galau merana karena kemunculan iblis Dukon dan siapa Tuannya yang mengontrak iblis itu.
"Chou Gege, bagaimana ini." tanya tetua Liu dengan masih berfikir keras.
"Entah lah ,masih saya pikirkan." jawab penatua Chou masih memikirkan cara lain.
"Apa tak ada jalan lain selain meminta tuan si iblis itu untuk berpihak kepada aliran para sekte putih."tana kembali tetua Liu.
"Kita hanya bisa menunggu para penatua sekte aliran putih melakukan perkumpulan dan membahas masalah ini." jawab penatua Chou yang memang bukan hanya akademi chou yang sejurus aliran putih banyak akademi lain yang dibawah dan diatasnya akademi chou itu sendiri.
"Apa harus mengirim surat untuk para akademi lain." tanya kembali tetua Liu.
"Mereka sendiri pasti lagi pusing memikirkan masalah ini.biarkan mereka yang mengirim surat.atau biarkan tetua penatua wanli yang mengadakan pertemuan ini toh akademi wanli yang nomer satu dan terbesa di benua ini.kita hanya nomer dua."ucap penatua Chou yang memberi tahu tetua Liu bahwa merekdiurutan dua .meskipun menang setiap pertandingan tapi mereka masih gagal untuk sebanding kekuat dengan penatua wanli tak terkecuali guru Han ,guru sin dan Rong Jia yang menyembunyikan kultivasinya .
Surat undangan
.........
...,..,.....................
............................
............................
............................
.....................,......
.........................
..........................
.....
...........
Isinya ada di eps yang akan datang.🙏🙏🙏🙏
AUTHOR:
__ADS_1
terimakasih sudah mampir di novel q.jangan lupa vote,like,komen,favoridkan .💙💙💙💙