BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
082.tetua muda mui dzi aliran hitam.


__ADS_3

"Kebiasaan burukmu kambuh lagi putraku.kau yang sabar.ayahabda akan mencarikan penawar itu secepatnya " ucap tetua dulu yang sebelum digantikan oleh putranya karena kakinya yang hanya tinggal 1 membuat ia menjadi tak berdaya .


"Mereka memang keterlaluan.padahal kita sudah diam tak memiliki ambisi.ta,pi masih saja diserang dengan cara mereka meracunimu." ucap tetua tua itu.


"Bedebah."ucap ayah mui dzi yang tak lain mantan tetua dulu.karena kakinya yang tinggal satu membuat ia tak bisa apa apa.


"Suamiku,kapan kita akan keluar dari situasi ini.anda janji akan membawah hamba serta putra kita pergi dari sekte aliran hitam ini.tapi kapan janji itu kau tepati sampai putra kita wafat baru anda bergerak." ucap ibunda Mui dzi yang memang dari dulu sudah jengah dengan intrik para keluarga dari para sekte aliran hitam lainnya.


"Harus bagaimana caranya kita pergi dari sini tanpa diketahui yang lainnya." balas ayah Mui dzi yang sudah putus asa setelah salah satu kakinya hilang.


"Satu satunya kita harus meminta tolong pada madam may yang ada diperbatasan.hamba akan datang kesana secepatnya." ucap ibunda Mui dzi dengan semangat mengembara.


Waktu pun silih berganti dengan hari yang sudah juga berganti .


pagi hari sebelum matahari terbit nyonya Mui pergi dengan berjalan kaki membawah tas jinjing ,agar ia dikira akan pergi kepasar oleh para istri maupun yang lainnya.


Dipersimpangan jalan ia berpapasan dengan istri salah satu tetua yang bersifat licik.


"ehhh,nyonya Mui.pagi sekali anda akan pergi kepasar." tanya nyonya itu yang memang ia sedikit tidak suka dengan nyonya Mui itu karena bagaimanapun nyonya Mui yang sudah berumur tapi masih awet muda seperti seorang wanita yang masih berusia 21an tahun padahal ia berusia sudah hampir berusia 50thn.


"Iya,karena putraku ingin makan jamur kesukaannya yang berada dihutan jadi sekalian memetiknya terlebih dahulu." jawab nyonya Mui dengan tersenyum yang dipaksakan.


"Ohh,dasar ya memang keluarga kalian semua tak pernah mampu membeli jamur itu.makannya jangan sok menjadi orang yang tak memiliki hasrat jadi jamur saja harus memetik sendiri..huhh" ucap nyonya itu dengan pergi mengibaskan kipasnya yang ia bawa.bersama para pelayannya.


Sedangkan nyonya Mui hanya seorang saja tanpa pelayan sama sekali.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan sampailah nyonya Mui di pertengahan hutan dan memetik jamur yang ia maksud tadi karena ia merasa ada yang mengikutinya.


Benar saja apa yang ia rasakan ternyata ada dua orang pengawal nyonya tadi yang membuntutinya.


"Lebih baik kita kembali saja.toh wanita itu beneran memetik jamur ditengah hutan .kita langsung melapor pada nyonya saja." ucap salah satu penguntit itu kepada temannya.


"Ayo" ucap temannya itu.

__ADS_1


"Huhhh,syukurlah ,hamba merasakan kehadiran mereka " batin nyonya Mui dan langsung pergi menghilang entah kemana sedangkan keranjangnya yang penuh jamur ia sembunyikan dicincin ruangnya .


Setelah sampai diperbatasan ia melihat banyak rakyat perbatasan berlalu lalang karena memang ini aktifitasnya yang memang dekat dengan pelabuhan.


"Maaf tuan,hamba mau tanya.dimana tempat madam may berada " tanya nyonya Mui kepada salah satu penduduk yang ia temui.


"Madam may ,kediamannya dekat dengan pelabuhan yang ada tengkorak manusia diatas pintu kediamannya." ucap pria itu dan ia kembali menjajakan dagangannya yang berupa pernak pernik laut.


"Terimakasih tuan." ucap nyonya Mui dan tak ada balasan sama sekali.


"Madam may,ialah seorang perompak.barang apa yang ingin nyonya tukarkan." ucap tiba tiba seseorang dari belakang nyonya Mui.


"Hamba tak membawa apa apa." ucap nyonya Mui dengan bersedih dan hanya menggunakan pakaian sederhana dan kain sederhana.


"Hahahahaha,menyedihkan ." orang orang yang tadi bicara dibelakang nyonya Mui pun pergi dengan rombongannya.setelah melihat bahan pakaian yang digunakan nyonya Mui tak sekelas para bangsawan.


Setelah sampai di depan pintu kediaman Madan may.tiba tiba ada seseorang membukakan pintu nya dengan penampilan yang begitu mengerikan .


Nyonya Mui pun masuk dengan sedikit bergetar .


"Selamat ,anda sampai disini tanpa kehilangan salah satu anggota tubuhmu karena kau tak membawah barang berharga sama sekali.kau datang kemari karena menginginkan sesuatu bukan begitu."tanya madam may yang berada dibalik tirai.


"Iya Madam,hamba ingin pergi dari tempat terkutuk itu tapi tanpa diketahui oleh mereka." ucap nyonya Mui.


"Kau bersungguh sungguh.dan tak kan pernah berkhianat dengan penolongmu kelak." tanya madam may kembali.


"Kami sudah lelah madam,suami hamba sudah cacat ,putra hamba terkena racun.lalu kami harus bagaimana." tanya nyonya Mui dengan berderai air mata.


"Pergilah,dan datanglah kepada kaisar Long Ye di kekaisaran Langit mintalah perlindungan mereka.selain kalian dapat perlindungan putramu serta suamimu akan sembuh seperti sedia kala.percayalah bahwa aliran putih lebih bisa dipercaya daripada para mereka." ucap madam may dan menghilang begitu saja tanpa sepatah katapun dan hanya tinggal nyonya Mui yang tiba tiba sudah berada ditengah hutan dimana ia memetik jamur itu .


"Bagaimana kami pergi sejauh itu tanpa diketahui mereka." batin nyonya Mui.


Tibalah disaat ia melamun ia terjatuhan oleh sebuah gelang giok putih yang tiba tiba jatuh didepannya saat ia terduduk lemas.

__ADS_1


"Ambilah gelang giok itu .kaisar Long ye mengizinkan kalian datang secepatnya.karena kalian sudah diberi izin.dengan gelang itu kalian akan pergi tanpa diketahui mereka.pakai gelang itu dan sebutkan mantara BLA BLA portal akan terbuka." ucap suara mengema diudara tapi hanya nyonya Mui yang bisa mendengarkan suara itu.


"Terimakasih" ucap nyonya Mui dan ia langsung memakai gelang itu dan menutupinya dengan lengan hanfu setelah terasa aman ia kembali mengeluarkan keranjang yang berisi jamur dan memetik kembali sedikit buah buahan kecil yang sering ia jadikan bumbu.


Dengan senang dan tersenyum bahagia.nyonya Mui pulang dan melewati pasar kembali dan karena senangnya membuat nyonya yang tadi menyuruh pengawalnya menguntit merasa cemburu.


"Wah,pasti dapat banyak jamurnya melihat wajah anda bahagia seperti itu.nyony Mui." tanya nyonya itu dengan sedikit mencemoh.


"Iya,dapat banyak bisa membuat putra dan suamiku kenyang malam ini.jadi bahagia." jawab nyonya Mui dengan santai dan masih tersenyum.


"Dasar miskin" ucap nyonya itu dan pergi dari sana.


Setelah menempuh perjalanan panjang dengan jalan kaki sampailah nyonya Mui dikediamannya.


"Suamiku,kabar bahagia.hamba mendapatkan jamur banyak hari ini." ucap nyonya Mui dan melirik seseorang dibalik pintunya itu.


"Benarkah,sini hamba bantu membersihkannya.putra kita pasti akan senang makan enak hari ini" ucap tuan Mui dengan tersenyum bahagia.


Setelah mendengar pembicaraan kedua pasangan Mui penguntit pergi kembali ingin melapor tuannya.


"Putraku datanglah dibelakang rumah kita membersihkan jamur merah bersama sama" teriak nyonya Mui biar meskipun penguntit itu akan pergi biar tau bahwa keluarganya aman aman saja.


"Suamiku,kita akan pergi dari sini tanpa diketahui oleh siapapun" ucap nyonya Mui dengan antusias.


"Apa yang dikatakan madam may." tanya suaminya.


"jangan banyak omong kita sudah dapat izin dari kaisar long ye di kekaisaran Langit .kapan saja kita bisa kesana." ucap nyonya Mui dengan berbisik sembari membersihkan jamur merah itu.


"Ibunda kapan kita bisa pergi.kalau bisa secepatnya hamba sudah sangat menderita dengan racun ini " ucap Mui dzi dengan sedih menahan sakitnya.


"Setelah makan malam.ayo bantu membersihkannya"


"Baik ibu"

__ADS_1


__ADS_2