
ia berjalan terseok Seok menahan sesuatu yang panas.
BRAKKKKKK
PYARRRR
Ling Yung dengan sempoyongan memecahkan semua yang ada disana dengan meraba raba dinding pembatas ruangannya.
"ada apa dengan tubuhku seperti terkena ramuan cinta tapi kenapa tak ada bau dan rasa dimana seseorang menaburkannya "gumamnya masih sempoyongan menuju ranjangnya dan membuat ia berbaring .
karena disini tak ada air dingin yang ada air hangat saja.
setelah sampai dirahangnya ia berbaring dengan nafas tersengal sengal karena menahan hawa panas ditubuhnya.
"ini tak bisa dibiarkan.aku akan mati didunia ini dan akan kemana lagi dilempar kembali ketubuh siapa oleh dewa reinkarnasi .",gumamnya yang tak ingin mati sia sia karena racun itu.
Tok
tok
tok
disaat ia berjuang menahan kegelisahannya .seseorang mengetuk pintu disaat yang tak tepat.
tok
tok
tok
"siapa"ucap Ling Yung dengan menahan nada seraknya.
"ini zen.apa bisa bertemu dan membicarakan sesuatu berdua." ucap kaisar Leon dengan nada biasa saja.dan dinginnya .
"emmm maa" ucapannya tak diteruskan karena dia menahan sesuatu ditubuhnya.
"apa ,aku harus melakukannya dengan kaisar sialan itu.atau aku mati konyol saja.lebih baik dengan kaisar sialan itu daripada dengan Kasim atau prajurit ." batinnya dan memutuskan untuk menemui kaisar Leon.
sedangkan ia hanya berbaring dengan sedikit berantakan dan tak berani melangkah keluar.
"masuklah yang mulia kaisar leon.hamba sedang tak enak badan jadi tak bisa menyambut Anda ." ucap Ling Yung dengan sedikit serak karena ia sudah tak bisa menahannya kembali.
mendapat jawaban masuk oleh pemilik ruangan .kaisar Leon perlahan membuka pintu dengan sedikit dan memasukinya.
"tutuplah pintunya dan kunci yang mulia " ucap Ling Yung dengan beraninya memerintah seorang kaisar.
__ADS_1
"anda memerintah Zen yang seorang kaisar ini.putri Ling Yung." ucap kaisar Leon dengan dingin.
"ya,lalu siapa lagi selain anda disini sialan." jawab Ling Yung yang sudah tak ada sopan sopannya.
"beginilah kau bicara dengan seorang kaisar disaat sedang berdua ."tanya kaisar Leon dengan geram dan tatapan tajam memandang seseorang dibalik kain panjang yang berada disetiap sisi ranjang.
yang hanya terlihat bayangan hitam seseorang wanita dibalik sana.
"hanya dengan kau saja kaisar Leon." jawab Ling Yung kembali dengan asalnya.
"kauuuu" geram kaisar Leon melangkah dengan geram nyibak kain selambu yang berada ditepi ranjang.
serta melihat wanita cantik dengan dandanan sehabis mandi dengan rambut basahnya .serta keadaan yang begitu berantakan.
setelah melihat kaisar Leon dekat dengannya membuat Ling Yung langsung menarik kaisar Leon dengan paksa dan terjadilah kecelakaan antara pria dan wanita didalam sebuah kamar.
waktu terus berputar dan tragedi itu pun sudah berlalu dan disana hanya ada sepasang manusia tanpa ikatan cinta disatu ranjang dengan keadaan yang begitu tak bisa digambarkan kalau ada seseorang yang memasuki ruangan itu.
dengan santainya Ling Yung bangun meskipun badannya remuk dan hancur karena ini yang pertama untuknya.
ia bergegas memasuki pemandian dan membersihkan badannya dengan air hangat.
"bagaimana ,menjelaskannya kepada kaisar sialan itu." ucap Ling Yung dengan menimbang nimbang apa yang akan ia katakan.
"tapi ia lebih mendominasi dan seperti lebih menginginkannya."sambil berfikir.
tanpa ia sadari Kaisar Leon mendengar ia bergumam sendiri dan melihat Ling Yung menenggelamkan tubuhnya terlalu dalam karena rasa malunya.
dengan perlahan ia melepas hanfu nya dan ikut melangkah memasuki kolam itu.dan melakukan aktifitas membersihkan tubuhnya yang baru saja bersentuhan dengan wanita.untuk pertama kalinya.
"Zen mendengar itu putri Ling Yung." ucap kaisar Leon dengan masih dinginnya membuat Ling Yung dengan terburu buru muncul dipermukaan dengan tanpa aba aba dan menenggelamkan kembali tubuhnya dan menyisakan kepala sampai bahunya saja.
"sedang apa kau kemari." tanya Ling Yung dengan nada tak sopannya.
"membersihkan diri." jawab kaisar Leon dengan acuh.
"terserah." ucap Ling Yung berenang ke tepi yang sedikit jauh dengan kaisar Leon.
"apa kau tak ingin bertanggung jawab dengan Zen." ucap kaisar Leon dengan tak tau malu membuat Ling Yung diam dan kembali menghadap pria itu.
"apa .ini bukan yang pertama untuk anda .untuk apa hamba harus bertanggung jawab kaisar Leon." tanya Ling Yung dengan nada dinginnya.
"sedangkan ini,yang pertama untuk hamba.jadi lupakan saja .anggap ini hanya kecelakaan antara anda dan hamba." ucap Ling Yung dengan akan pergi sebelum kaisar Leon menambahkan ucapannya.
"kalau kau tak ingin.bertanggung jawab.serta tak ingin menikahi zen.zen akan memberitahu semua keluarga bagaimana putri mereka yang mereka banggakan menodai seorang kaisar yang alergi terhadap wanita." ucap kaisar Leon dengan spontan.
__ADS_1
membuat Ling Yung diam dan hanya menatap tajam kaisar Leon.
"semua rakyat kekaisaran cahaya akan tau bahwa putri mahkota mereka ialah seorang putri mesum.atau seorang putri yang hanya mementingkan nafsunya saja tanpa bertanggung jawab." ucap kaisar Leon yang membuat Ling Yung terus menatapnya tajam karena pria didepannya sangat tak tau malu.
"dasar tak tau malu" geram Ling Yung dengan menyambar pakaiannya dan memakainya didalam kolam serta melangkah keluar dari sana .
sebelum keluar kaisar Leon berkata lagi.
"Zen akan datang untuk melamar Anda putri Ling Yung .biar Zen saja yang bertanggung jawab menikahi anda." ucap kaisar Leon dengan dingin.
sedangkan Ling Yung sudah melangkah keluar pemandian dengan wajah sangat masam.
"heh,ini semua rencana zen.zen akan mendapatkan apa yang Zen inginkan dengan cara apapun" batin kaisar Leon dengan tersenyum sinis.
sedangkan diruang kamar tidur Ling Yung sedang marah.
"tuan putri apakah anda ingin dibuatkan sarapan atau teh terlebih dahulu." ucap pelayan itu dengan takut karena ia terlambat datang kekamar majikannya.
"buatkan dua sarapan saja.setelah itu kau boleh pergi melakukan tugas lain." ucap Ling Yung dengan nada dinginnya.
"baik yang mulia." jawab pelayan itu dengan takut.
"apa tuan putri sedang marah dengan seseorang.tak biasanya tuan putri berkata kasar seperti itu kepada hamba." batin pelayan pribadi Ling Yung.
"selang beberapa menit sarapan sudah tersaji dan pelayan itu pun pergi.
dan keluarlah kaisar Leon dengan hanfu yang sudah rapi dan kebanggaan seorang kaisar.
"makanlah terlebih dahulu.sebelum kau meneruskan apa yang akan kau bicarakan tadi malam." ucap Ling Yung dengan dingin dan tanpa melihat kaisar Leon dan meneruskan memakan sarapannya.
mendengar perkataan gadis yang merah dan menurutnya imut itu dan melihat sarapan yang sudah tersaji ia duduk dan ikut memakan sarapannya dengan sumpitnya.
setelah makanan selesai dan meja sudah dibersihkan pelayan pribadi Ling Yung yang penasaran dan kaget kapan kaisar Leon berkunjung dikediaman majikannya.
"hemmm,apa yang akan anda bicarakan dengan hamba tadi malam .yang mulia kaisar Leon."tanya Ling Yung dengan santainya.
"hanya masalah pribadi.zen ingin membicarakan Minggu depan Zen akan datang kekaisaran cahaya untuk melamar Anda putri Ling Yung." ucap kaisar Leon dengan santai dan dingin.
"AAAAPPPAAAA ,HANYA ITU SAJA." teriak Ling Yung dengan syokk.
"ya,dan Zen akan bertanya berapa putra dan putri yang anda inginkan tuan putri Ling Yung." tanya kaisar Leon dengan dinginnya.
"kauuu yang...." ucap Ling Yung tak bisa diteruskan karena tak memiliki kata kata lagi.
"bukan" ucap kaisar Leon dengan dingin dan tak mau mengakuinya.
__ADS_1
"ohh ku kira "
"apa"