BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
084.KELUARGA BESAR JENDRAL MUI TU.


__ADS_3

"Sangat bagus " puji nyonya besar kepada mereka yang baru beberapa jam bersama sudah kompak menjawab bersaman dengan mui fi yang terkenal angkuh dan sombong dengan orang yang menurutnya sebagai penjilat keluarganya saja.karena dekat dengan kaisar Long ye.seperti keluarga jendral muda Xin/ yang tak lain keluarga perdana Mentri Lian Xin.


Mereka tertawa,berbincang serta menceritakan penderitaan yang terjadi kepada mereka disana dengan perasaan yang entah apa membuat nyonya besar Mui menjadi diam dan tak bergeming seperti waktu tadi.


"Apa katamu.menantu.?"tanya nyonya besar kepada menantunya yang keceplosan karena memberitahu prihal penderitaan suaminya berjuang tanpa mendapatkan penghargaan.


"Maafkan hamba suamiku,hamba kelepasan" ucap nyonya muda mui dengan sedih bersalah dengan suaminya.


"Begini ibu ," jawab nyonya muda Mui menceritakan awal hingga akhir penderitaan yang dialami suaminya,dirinya,putra semata wayangnya juga.


Mendengar penjelasan sang menantu membuat nyonya besar geram dan langsung berdiri beranjak dari duduknya


"Ibu akan memberitahu ayahandamu.kau istirahatlah dikamar kalian.Fi'er antar Gege,serta jiejiemu kekamarnya " ucap nyonya besar yang sudah sampai didepan pintu ruangan dan menghilang dibalik sana.


"Mari Gege,jiejie,serta keponakanku hamba akan mengantar kalian istirahat ditempat anda" ucap Mui fi dengan berdiri dan di ikuti yang lainnya.


Dilain tempat tepatnya didepan ruangan kerja jendral tua Mui.


"NYONYA BESAR MEMASUKI RUANGAN" teriak penjaga dengan lantangnya.


Pintu terbuka dan disana ada jendral Mui serta perdana Mentri Lian.


"Maafkan hamba mengganggu pertemuan anda tuan perdana Mentri Lian." ucap nyonya besar Mui yang merasa tak enak karena mengganggu pertemuan penting antara jendral dan perdana Mentri.


"tak masalah nyonya mui.hamba kemari hanya ingin menyampaikan titah dari kaisar long ye yang dititipkan hamba untuk disampaikan kepada suami anda."jawab perdana Mentri Lian dengan sopan.

__ADS_1


"Ya,baiklah jendral mui.sampai disini saja.hamba pamit undur diri.mari nyonya Mui." ucap perdana Mentri Lian dan dijawab jendral Mui.


"Terimakasih tuan Lian."


Tanpa aba aba perdana Mentri Lian langsung menghilang tanpa sepengetahuan yang lain dan hanya dihadapan kedua pasangan tua itu.


Sedangkan dikediaman MUI yang lain tepatnya di kamar tuan Mui dan nyonya Mui .


"Hamba merasakan aura itu istriku" ucap tuan Mui dengan sedikit bergetar .


"Siapa suamiku." tanya kembali sang istri yang memang tidak tau.


"Itu aura orang yang mengalahkan ku serta membuat hamba kehilangan kaki hamba karena menolong seorang jendral yang bertopeng." ucap tuan mui dengan sungguh sungguh.


"Lebih baik anda berbicara dengan ayah mertua agar ia lebih tau akan kesulitan anda dimedan perang." ucap nyonya Mui dengan penuh keyakinan .


Di ruang kerja jendral Mui.


"Suamiku,ada masalah apa sampai orang hebat tangan kanan yang mulia kaisar Long Ye datang sendiri kekediaman Mui."tanya nyonya besar Mui yang sangat penasaran karena biasanya utusan lah yang perdana Mentri Lian utus selama ini.hanya masalah yang penting dan serius hanya bisa membuat perdana Mentri itu datang langsung seperti peperangan 1000 tahun lalu.


"Heemm,ini masalah putra kita ,tuan Lian datang kemari membawa langsung bingkisan dari yang mulia permaisuri Ling Sin.yaitu obat yang bisa membuat putramu secepatnya akan memiliki sepasang kaki kembali." ucap jendral besar Mui dengan senang dan sedih.


"Tapi,untuk cucu kita,ia harus bersabar karena kita yang akan datang langsung ke istanah untuk menghadap yang mulia kaisar serta yang mulia permaisuri apakah mereka bisa dipercaya tak akan menghianati kekaisaran ini " ucap jendral Mui dengan sedikit tegas dan lantang.


"Semoga saja mereka tak berkhianat karena hanya disinilah tempat paling aman didunia fana ini." ucap nyonya besar dengan rasa bersyukur karena memiliki pemimpin yang bijaksana dan berwibawa seperti kaisar serta sang permaisurinya.

__ADS_1


"Suamiku,apakah fi'er tak memiliki kesempatan untuk dekat dengan keluarga perdana Mentri Lian." tanya nyonya besar dengan sedikit sungguh sungguh.


"Kau ingatlah istriku,fi'er bukan putri kandung kita dan semua pejabat tinggi tau hal itu.jadi tak akan mungkin untuk menjadi istri sah dari kediaman mereka.apalagi mereka hanya memiliki istri sah tak pernah memiliki seorang selir.jadi kedudukan putri kita dikekaisaran ini hanya seorang selir atau istri orang biasa bukan bangsawan.dikekaisaran ini hanya ada 1 ratu yaitu permaisuri jadi seluruh bangsawan mengikuti kaisarnya sendari dulu dan kamu ingat kalau pun memiliki selir itu harus putri sah dari salah satu bangsawan.jadi kesempatan Fi'er dikekaisaran ini hanya menjadi istri orang biasa dan karena sifat sombongnya membuat tuan muda pedagang tak ada yang mengajukan lamaran untuknya " ucap jendral Mui yang merasa jengah karena kelakuan putri angkatnya.


"Hemmm,baiklah hamba akan lebih fokus lagi kepada putra semata wayangku saja.sedangkan untuk cucumu jujur saja hamba tak menyukainya karena dia terlahir bukan dari wanita beraliran putih." ucap nyonya Mui yang diam diam tak menyukai cucunya karena takut akan ia pas sangat menyayanginya sang cucu berkhianat karena lahir dari wanita asli aliran hitam itu menurutnya.


"Kita hanya bisa melihat saja .apa keputusan yang mulia kaisar nanti kepada anak itu." ucap jendral Mui yang dimana di ruangan itu terdapat set baju perangnya yang hanya dipakai saat ia dimedan perang prisai baju perak serta topeng perak disana ada tombak serta pedang yang tertata rapi ditempatnya karena sang istri setiap hari membersihkannya dari debu .karena jubah perang itulah sang suami menjadi salah satu orang


terdekat yang mulia kaisar selama berabad abad.


"Heemmm" jawab nyonya besar yang sudah berjalan mengelus jubah jendral perang suaminya.


"Meskipun ini jubah perak tapi hamba sangat menyukainya karena disini ada lapisan emas yang bersembunyi dibaliknya." ucap nyonya Mui dan meraba bagian dalam jubah itu .


"Kalau kau tau milik perdana Mentri Lian kau pasti akan bersorak gembira karena dari emas dengan lapis kristal didalamnya. dan kau tau putranya yang menjadi jendral perang termuda dikekaisaran ini.jubahnya emas dari luar dan dalamnya,sungguh keluarga terhebat yang hamba tahu." ucap tuan besar Mui sembari memeluk sang istri.


"tapi menurut hamba andalah yang terhebat." ucap nyonya besar dan mereka bermesraan tanpa sadar wajah mereka kembali seperti seorang yang baru berusia 35thn dan 26thn kembali.


"Suamiku,kita ini sudah tua.wajah kita seharusnya keriput .ubah kembali seperti tadi." protes nyonya besar kembali .


Mendapati wajahnya sudah tua kembali ia bergegas keluar kediaman dan bertepatan dengan cucunya berjalan di lorong kediaman itu.


"Hamba pastikan bocah itu tak betah disini." batin nyonya besar yang tak menyukai cucunya itu.


"Karena putraku akan selamanya menjadi putraku."

__ADS_1


__ADS_2