
"Jadi penolakan itu bukan karena guru .tapi ia sendiri yang menolak untuk bersama dengan hamba." geram Chu Yan dengan mengerahkan giginya karena emosinya yang meluap luap.
"Yin ,hamba akan meningkat semua itu sampai kapanpun " teriak Chu Yan yang ternyata salah paham dengan penolakan yin dan menjadikan salah paham itu hingga berabad abad lamanya.
MASA SEKARANG
BRAKKKK
Tibalah didalam kediamannya sendiri yang dimana tak ada seorangpu yang tau.
"Yin,kita bertemu kembali meskipun selama berabad abad kau tetap sama tambah cantik dan tambah angkuh pula." batin pria tampan itu dengan geramnya.
"Yang mulia,anda sudah kembali.sudah lama hamba menunggu selama berabad abad." ucap seorang wanita cantik berpakaian merah menyala dan sangatlah seksi.dengan berlari khas manjanya.
"Jangan mendekat, lima langkah mendekat akan Zen penggal kepalamu pelayan" ucap Chu Yan dengan sedikit keras dan penuh penekanan jangan lupa tatapan tajamnya seperti pedang yang terhunus melayang dicengkuk leher wanita itu.
"Maaaa aaffkan ,haaamm Baa yang mulia." ucap wanita itu terbata bata menahan rasa takut dan gemetar akan kepalanya yang akan terlepas dari kepalanya.
Selang beberapa menit setelah kepergian itu.
Seorang pria berlari dengan tergesa gesa dan diikuti dengan bawahannya.
Sesampai didepan Chu Yan kedua pria itu berhenti secara bersamaan dan menunduk sebelum itu ia melirik wanita yang ia curigai berhianat setelah tuannya pergi entah kemana berabad abad.
"Tuan,ada masalah yang sangat penting ." ucap pria itu yang berlari.
"Masalah apa itu ," tanya Chu Yan dengan sedikit menetralkan suaranya.
"Tuan,bisakah kita berbicara ditempat rahasia.ini tentang seorang penghianat yang menghianati tuan selama tuan tak berada di sini " ucap orang yang berlari itu melalui telepati tanpa mengucapkan sesuatu didepan semua orang .
"Begini tuan ,biar bawahan hamba yang menjelaskan lebih detail karena dia yang lebih tau semua itu." jawab pria itu yang masih melirik wanita itu.
"Mohon maaf yang mulia.hamba miminta izin terlebih dahulu menjelaskan masalah ini. BLA BLA bla ......Begitulah yang mulia yang terjadi." ucap bawahan Pria itu dengan memang ia bersekongkol dengan atasannya agar mereka tak dicurigai penghianat dan sang penghianat agar tak akan tau dan waspada.
"Baiklah ikut Zen" ucap Chu Yan lewat telepati dengan pria itu dan pergi begitu saja tanpa ada yang tau.
Tapi kedua pria itu tau dimana junjungannya saat ini.
__ADS_1
Saat kedua pria itu akan pergi.wanita itu melihat dan menegur kedua pria itu.
"Mau kemana kalian berdua." tanya wanita itu dengan angkuh seperti seorang ratu saja dikediaman itu.
"Itu bukan urusan anda.kami mau kemana karena kami pun punya keluarga jadi ada tujuannya " jawab pria satunya itu dengan lantang dan mereka melesat pergi bersamaan .
"SIALAN ,INI PENOLAKAN YANG KEDUA KALINYA,AWAS SAJA KAU."teriak wanita itu dengan geram dan menggema diseluruh penjuru kediaman membuat semua penghuni mendengar dan membiarkan nya begitu saja toh mereka tak ingin tau dan membantu wanita tersebut.
"Suara wanita itu lagi" ucap pelayan satunya yang sedang membantu juru masak diarea dapur.
"Siapalagi yang tak tau malu dikediaman ini.seorang pelayan yang sangat rendah dari kita sok cantik dan memakai baju bagus entah dari mana dan selalu kesana kemari tanpa menyelesaikan tugasnya selama ini." ucap pelayan 2.
"Sudahlah,orang tidak waras itu memang seperti itu.kita hanya diam saja dan lihat apa yang terjadi setelah tuan sudah kembali kekediaman." ucap sang juru masak yang memang masakannya sangat lezat dan nikmat yang memang sangat disukai oleh tuannya itu.
"Benar juga" jawab pelayan 1 dan semua menganggukan kepalanya saja .
DiTempat Lain.
"Guru," ucap seseorang dengan berlari tergesa gesa menghampiri kedua pasangan kaisar dan permaisuri.
"Bagaimana ini.guru,hati hamba sangat berat melupakannya." ucap yin dengan menangis tersendu sendu.
"Yin,jangan khawatir.lepaskan bersabarlah.pasti akan ada jalan untuk semua masalah ini " ucap permaisuri Ling Sin dengan tersenyum tulus yang dimana pasangannya bermuka dingin ia bagaikan penyegarnya.
"Hemm,baiklah hamba akan mengikuti saran permaisuri guru saja." ucap yin dengan tersenyum.
"Yin,apa besok kau jadi berangkat ke akademi chou." tanya Ling sin kembali.
"Jadi ,permaisuri .besok pagi hamba akan kesana." jawabnya dengan masih menunduk.
"Baiklah titip salam untuk penatua Chou dan tetua Liu dariku." ucap Ling sin dan berdiri dari duduknya dan akan pergi dari sana .
Guru,hamba pamit undur diri."ucap yin dan hanya diangguki kaisar long ye yang masih memasang wajah dingin bagaikan es di kutup selatan .
"Suamiku,hamba pun ingin undur diri,kembali kekediaman karena hari sudah larut dan hamba sudah sangatlah lelah." ucap Ling sin dengan lembut.
"Baiklah,ayo Zen juga hari ini sangat lelah karena banyak kerjaan yang menguras energi Zen sendiri." ucap Long Ye dengan berdiri dan mengandeng Ling Sin dengan tatapan yang sangat lembut dan penuh cinta .berbeda dengan ia menatap orang lain.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kediaman mereka berdua yang dimana satu kediaman dengan suaminya.
Ditengah perjalanan mereka mendapati bayangan hitam melesat melewati mereka.
"Siapa itu" tanya Ling Sin yang juga melihatnya.
"Biarkan saja ,dia Chu Yan " jawab Long ye yang sudah tahu siapa yang pergi keluar dari istanahnya dengan sangat cepat.
Di kediaman lain masih di istanah kaisar Long ye.
Seorang wanita cantik baru saja sampai ditempatnya dan ia membuka kamarnya dan apa yang ia lihat selama membuka pintunya.
"Ahhhhhkkkkk,siapa yang mengobrak abrik kediamanku disini." geram yin setelah membuka pintu kamarnya .
"Apa yang sedang mereka cari meng obrak abrik seluruh isi kamar hamba." batin yin dengan sedikit menetralisir amarahnya.karena ia termasuk yang berhasil mengontrol amarah dan emosi.
Dengan berat hati dan rasa ngantuk ya.ia menata kembali kamarnya yang berantakan dan menaruh barang barang yang berserakan kembali ketempat asalnya.
Tak lupa dengan pakaiannya yang ia lipat dan kembalikan ketempatnya kembali.
Saat ia melipat seluruh pakaiannya ia melihat sebuah giok hitam entah siapa pemiliknya.
"Giok siapa ini."tanya tanya sendiri yin dengan sedikit binggung karena auranya sangat kental dengan sesuatu yang begitu buruk dan hitam pekat.
"Perasaan diistanah ini tak ada yang memiliki aura sejajata ini." batin yin dan menaruh giok itu ke sebuah kotak dan ia simpan di sebuah laci ranjang sebelah bawah .
"Huaahhh,sangatlah ngantuk.lelah sekali karena menata ulang kamar yang tadi sangatlah berantakan.
Lelah sekali ,lebih baik tidur toh besok harus berangkat pagi hari " gumam yin dan ia membaringkan tubuhnya tidur diatasnya tanpa menunggu lama ia tertidur sangatlah nyenyak dan tanpa beban yang mengganggunya.
Ditempat Lainnya .
Tepatnya tempat Rahasia Chu Yan dan para abdi setia nya.
BRAKKKKK
"SIALAN ,PELAYAN ITU " teriak Chu Yan dengan murka dan sudah meluap luap sampai keubun ubun amarah dan emosi nya.
__ADS_1