
"Sekarang kalian keluar,atau kejadian seperti ini akan diketahui oleh penatu Chou serta tetua Liu." ancam gadis dibalik sekatan itu.
"boleh kami menengoknya nona" tanya tetua Lie yang masih tak percaya dengan ucapan gadis itu .
"KELUAR " teriak gadis itu yang sudah keluar dan berkacak pinggang dengan wajah marahnya .
"ohh maaf kan kami guru Sin,hamba tidak tau itu anda." ucap tetua Lie dengan takut karena ranah kultivasi guru Han serta guru Sin sebanding dengan penatu Chou serta tertua Liu yang ia lihat padahal lebih tinggi lagi .
setelah melihat gadis yang keluar tak lain ialah guru Sin mereka keluar dengan perasaan malu dan kesal.
"ini semua salah kau.gadis bodoh." ucap tetua lie dan pergi dengan marah diikuti para murid lainnya.
"dimana mereka ya." batin Rong Ai dengan masih tak percaya mereka sudah pergi begitu saja.
Rong Ai yang bingung dimana wanita bersurai biru laut itu.
sedangkan mereka ada disamping ranjang Meng Huo duduk manis disana bersama sama mendengarkan percakapan tetua Lie serta Rong Ai.
* sebelumnya
sedangkan mereka berenam hanya diam saja tanpa menjawab sama sekali.
"oh ya ,dia kembali kerumahnya saat saya datang kemari" jawab tiba tiba yang mempunyai alasan khusus ya siapa lagi kalau bukan pangeran kedua Meng Zu.
"dia masih keluarga dari ibunda saya." tambahnya dan diangguki oleh Rong Jia dan membuat semuanya lega tanpa harus khawatir mencari alasan lain.
"tak usah beralasan lagi Zu,mereka sudah tau siapa zen.yang belum tahu hanya nona Rong Jia saja." ucap kaisar Long Ye dan diangguki yang lain.
"sebelum itu,kita harus bersembunyi dulu.karena saya tadi waktu keluar melihat Rong Ai bersama tetua Lie menggeledah setiap ruangan selain ruangan penatu beserta tetua saja.lebih baik kita bersembunyi terdahulu." ucap Rong Jia yang baru ingat akan hal itu.
"baiklah " kata kaisar Long Ye berubah menjadi sesosok bocah laki laki kembali.dan membuat Rong Jia tau sekarang dan tak akan menanyakan kembali.
"kalian bisa bersembunyi dibalik skat antara ruang ini dengan ranjang dibalik sana.aku akan duduk ditepi ranjang.sedangkan kau " tunjuk Ling Sin kepada kaisar Long Ye .
"berbaring dan pura-pura sakit." tambahnya.
mereka semua pun bergegas merencanakan rencananya .dan tibalah suara gebrakan pintu dengan keras.
__ADS_1
* sekarang
"huhhh,mereka sudah pergi." ucap Rong Jia dengan membuang nafas dengan kasar.sedangkan kekasihnya dengan sayang membelai Surai biru laut.
melihat keromantisan sepasang kekasih membuat pangeran kedua Meng Zu mengikuti membelai Surai putih bercampur hitam kekasihnya juga.
"dasar peniru" batin kaisar Long Ye yang merasa cemburu karena tak bisa seperti itu.
"ehhhmmm,lebih baik kita secepatnya kembali kekaisaran cahaya. " ucap kaisar Moon San membuat mereka semua sadar dan menoleh.
"baiklah aku beserta Han gege akan memberi tahu penatu Chou serta tetua Liu secepatnya."
"ayo Gege" tambah Ling Sin mengajak sang kakak dan menggandengnya keluar dari ruangan Meng Huo.
setelah kepergian kedua saudara itu Kaisar Moon San, Permaisuri Xua Ana beserta Rong Jia yang mengikuti mereka berdua karena ia akan tinggal disana sementara pernikahan Putri mahkota Ling Ling Sin dengan Kaisar Long Ye menghilang dari sana begitu saja tanpa memberi tahu mereka bertiga .
"paman ,hamba beserta calon istri hamba kembali kekaisaran Langit saja ." ucap pangeran kedua Meng Zu meminta izin pamannya.
"ya,Zen izinkan." jawab kaisar Long Ye dengan dingin.dan pergi menghilang begitu saja dari sana.
sebelum menghilang kaisar Long Ye membuat telepati dengan kedua orang tua itu.
Diruangan penatu Chou disana sudah ada tetua Liu yang juga dapat telepati dari Kaisar Long Ye bersamaan.
setelah putus telepati itu tetua Liu berbicara dengan penatua Chou.
"penatua ,yang mulia Kaisar Long Ye .telah kembali kekaisaran langit.pasti bentar lagi yang mulia putri mahkota Ling Sin beserta yang mulia putra mahkota Xua Han juga akan datang kemari."ucap tetua Liu dan diangguki oleh penatua Chou karena itu pasti benar.
ya benar saja ucapan serta yang dipikirkan mereka berdua.
selang beberapa menit pun.
kedua saudara itu,datang keruangan penatua Chou bersamaan.
"salam penatua Chou, salam tetua Liu" ucap mereka bersamaan.
"iya ,dalam kembali guru Han serta guru Sin.ada apa kalian berdua datang kemari secara bersamaan.tak seperti biasanya." tanya penatua Chou dengan pura pura tak tau.
__ADS_1
"ya ada masalah atau ada apa" tanya tetua Liu ikut menimpali .
"begini penatua Chou beserta tetua Liu.kami berdua akan kembali kekaisaran Cahaya hari ini.karena ini atas perintah yang mulia kaisar Ling ." jawab Xua Han dengan santai dan tenang nya.
"baiklah,saya mendoakan agar kalian semua sehat dan bahagia selalu." ucap penatua Chou "ingat jangan lupakan kami.datanglah setiap anda tak sibuk.karena pintu Akademi Chou terbuka lebar untuk kalian berdua." ucap penatua Chou dengan tersenyum lembut dan ditambahi oleh tetua Liu .
"ingat jangan lupakan kami."
"baik,kami tak akan pernah melupakan penatua Chou beserta tetua Liu .kebaikan anda begitu mulia ." ucap Ling Sin tersenyum senang.
"baiklah,kami berdua pamit undur diri kembali kekaisaran cahaya.permisi penatua Chou ,tetua Liu." ucap Xua Han dan berdiri pergi sembari mengajak Meimeinya dan berjalan keluar dari ruangan penatua Chou dan pergi menghilang begitu saja.
diruangan penatua Chou .
"Akademi Chou akan sepi tanpa kedua saudara itu" ucap penatua Chou begitu sedih.
"benar ,apa kata anda." jawab tetua Liu dan mereka menggangguk bersamaan.
"lebih baik kita berdua menyusun rencana bagaiman membuka kedok tetua Lie itu.bukti sudah terkumpul semua." kata tetua Liu dengan kembali ketopik obrolannya yang tertunda beberapa menit yang lalu.
" itu begitu sangat mudah.serahkan semua itu kepada madha ." jawab penatua Chou dengan santainya.sedangkan tetua Liu begitu terkejut.
"Madha,tukang pancung itu." ucap tetua Liu dengan syok.
"siapa lagi kalau bukan tukang pancung itu.memang ada Madha yang lainnya." jawab penatua Chou.
"huhh,kau ini anakmu itu terlalu kejam .tugas begitu saja harus memanggilnya turun kemari." tanya tetua Liu kepada penatua Chou itu yang dengan entengnya akan memanggil gajah perkasa kebanggan keluarga besar Chou.
"kau tak tau saja.tetua Lie itu sangat licik serta dia ialah akademi penganut sekte aliran hitam.hanya Madha saja lah yang akan dengan mudah tak termakan kelicikannya serta ilmu hitamnya.karena Madha mempunyai takdir istimewah dari dewa agung.ia ialah jelmaan gajah perkasa Nirvana makannya dari kecil ia sudah kealam Nirvana tanpa melakukan kultivasi tertinggi." jelas penatua Chou dengan panjang lebar.
" baiklah ,terserah kau saja." ucap tetua Liu pasrah saja dengan rencana penatua Chou karena setiap rencana yang disusun penatua Chou sangatlah bagus dan akan berhasil dengan mudah.
KLACK.
suara ranting pohon kering yang diinjak seseorang.
dan tetua Liu langsung menghilang keluar kehalaman belakang itu dan disana ada pemuda tampan yang mendengar semua pembicaraannya.
__ADS_1
"kau ,sedang apa disini."