
sedangkan yang akan dijahati hanya tersenyum tulus kepada para murid yang ia bimbing.tanpa waspada sedikitpun.karena ia percaya bahwa tunangannya akan selalu ada disampingnya kapanpun ia dalam bahaya.
padahal ia dijaga puluhan pengawal bayangan yang diutus pangeran Xua Han sendiri.tanpa Rong Jia sadari.
maklum pangeran Xua Han terlalu posesif ya dengan tunangannya itu.maklum bucinnya tingkat akut,tapi tak terlihat Dimata tunangannya sendiri maupun orang lain.
"sudah kalian ,praktekan dulu semua yang sudah saya ajarkan." ucap Rong Jia kepada para muridnya.
"baik guru." teriak mereka serentak.
Rong Jia pun berjalan duduk disamping adik iparnya.
"Meimei ,kau kenapa.?terlihat sedih" tanya Rong Jia dengan antusias melihat wajah cantik adik tunangannya yang ditekuk kusut.
"belahan jiwa yang didalam hutan kabut menghilang.aku tak bisa lagi berada disamping belahan jiwaku.apa ini yang namanya aku harus ikhlas menerima kaisar long ye menjadi suamiku sepenuhnya kelak.jiejie." jawabnya sembari sedih karena ia kehilangan setengah belahan jiwa sang kekasih.
"mungkin itu sudah takdir meimei.kau terima saja.toh itu tak akan merugikanmu." ucap Rong Jia yang tak tau masalahku calon adik iparnya.
"huhhh"
"APAAA,SEGEL ITU SUDAH DIBUKA DAN TELAH HILANG JIWA ITU." teriak seseorang yang baru datang karena ia mendengarkan pembicaraan mereka berdua setelah melewati halaman belakang mereka.
Membuat dua gadis yang berbicara menoleh melihat siapa yang berteriak dibelakang mereka.
telihatlah seorang pria paruh baya yang berdiri terlalu syok didepan mereka berdua.
"tetua lie,sejak kapan beliau ada dibelakang kita.jiejie" tanya Ling sin yang penasaran akan orang yang dibelangnya tadi.
"entahlah ,Meimei semoga saja.ia tak mendengar pembicaraan kita." jawab Rong Jia sembari ikut mengamati orang dibelakangnya.
sedangkan mereka berdua berbisik ,lain dengan orang yang mereka bahas.
"Bagaimana bisa,jiwa itu hilang.?"gumam tetua Lie yang masih didengar telinga tajam dua gadis didepannya.
pergi begitu saja tanpa permisi sama sekali.
melihat kepergian tetua Lie membuat dua gadis itu diam dan berkata
"apa tetua Lie tau." ucap mereka bersamaan dan diangguki mereka berdua.yang tak sadar mereka saling kompak mengatakan serta menganggukkan.
__ADS_1
sedangkan tetua Lie dengan tergesa gesa kembali keruangannya.
didalam ruangan tetua Lie semua hancur berantakan karena pemiliknya yang menghancurkan seluruh barang barangnya begitu saja .
karena semua itu tak sebanding dengan kitab kitab yang dewa iblis buat.
itu semua hanya kitab kitab duniawi saja.
"dasar kalau bukan mantra segel itu yang menghalangiku ,pasti setengah jiwa itu akan menjadi alat tukarku untuk mendapatkan kitab kitab dewa iblis.sial."gumam serta "GAGAL" teriaknya perustasi karena rencana yang ia susun dengan rapi gagal begitu saja.
setelah merasa sedikit tenang dengan kemarahannya membuat tetua Lie kembali berfikir kembali.
"hahaha hahahahahahaha" tiba tiba tetua Lie tertawa terbahak bahak mengingat sesuatu yang sedari dulu ia lupakan.
"meskipun tak dapat memiliki kitab kitab itu.tapi aku akan membuat reinkarnasi dewa iblis yang belum sempurna itu berpihak ke padaku.serta memanfaatkannya.karena ia tak akan mengingat kehidupan pertamanya karena hanya memiliki setengah jiwa .hahahahaha pasti ia akan berguna.tak akan ada yang bisa menyakitinya meskipun itu kaisar iblis,kaisar cahaya,maupun para dewa Dewi.hahahahahahaha" gumamnya dengan tertawa bahagia.kali ini rencananya harus berhasil .
tanpa disadari seorang pria yang berada dibawah jendela kamar tetua Lie merasa geram dan marah karena orang yang dicintai selain ibunya menjadi incaran maupun orang yang akan dimanfaatkan oleh orang lain.
"tidak akan aku biarkan."geramnya sangat marah lalu diam diam pergi dari sana tanpa disadari oleh pemilik ruangan itu dengan membawah 5 keranjang berisi kucing kesayangannya.
masih disana dengan menengok kanan kiri pria paru baya itu mencari sesuatu dibawah maupun diluar jendelanya.
sedangkan disisi lain.
seseorang itu bergegas menuju tempat khusus guru sin.setelah dari belakang ruangan tetua Lie.
tapi seseorang itu tak berniat melangkah keruangan guru sin tapi berbelok melangkah ke tempat tinggal seseorang yang akan di temui.
sesampai didepan ruangan Meng Huo.
tok
tok
tok
setelah menunggu lama,baru seorang bocah laki laki membuka pintu asramanya.
melihat siapa yang datang bocah itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
tanpa basa basi ia meminta izin masuk kedalam.
"boleh saya masuk.membawah lima istriku." tanya seseorang itu dengan nada lembut yang tak pernah ia perlihatkan untuk semua orang.
bocah itu hanya memandang keranjang berisi 5kucing berwana putih yang lembut bulunya.
tapi mata dewanya melihat itu bukan 5kucing putih melainkan seorang wanita yang jiwanya berpecah menjadi 5.karena kutukan yang diterima karena ia berdosa dimasa lalu.
"masuk" ucapnya setelah diam beberapa saat.
mereka berdua masuk dan duduk setelah sampai dalam ruangan serta dipersilahkan pemiliknya.
"hamba tak akan berbasa basi lagi.langsung intinya saja paman .."ucap seorang itu dengan nada rendah.
"begini,hamba mendengar tetua Lie berencana memanfaatkan dan mengunakan paman untuk menyerang kekaisaran langit,serta menghancurkan para dewa.hamba setelah mendengar rencana itu.hamba langsung bergegas kemari.karena hamba tau dari ibunda bahwa paman ialah reinkarnasi dari dewa iblis." jelasnya dengan panjang lebar dan intinya ia hanya ingin memberi tahu pamannya.
sedangkan yang diberitahu hanya diam serta menatap tajam seseorang itu.
"Meng Zu ,sejak kapan kau menyadari Zen menjadi murid disini." tanya Meng Huo dengan dingin menatap keponakannya karena demi dia ia menjaga ratunya dari lamaran pria lain dan menjadi tunangannya ,serta dia juga demi mempersatukan wujud belahan jiwanya,ia rela mengambil darah para gadis perawan yang berhati jahat.meskipun ia hanya menyuruh perajurid melakukan hal menjijikan itu.
"haaaa,paman kukira anda mendengarkan hamba.tapi malah bertanya sejak kapan aku tau." gerutunya dengan wajah masamnya.
"Zen mendengar itu zu.jawab pertanyaan Zen saja." ucap Meng Huo dengan masih menatap tajam keponakannya itu.
"huh, baiklah.ibu yang memberi tahu.kata ibu,sekarang kau tak usah mengawasi bibimu lagi.karena pamanmu sudah ada disana menjadi muridnya.saya berfikir pasti paman adalah Meng Huo.secara paman memakai marga ibunda dan nama paman waktu kecil q tau dari ibunda ." jawabnya tanpa ada kebohongan disana sama sekali.
"kau ini selalu saja seperti itu." ucap dengan dinginnya.
"paman ,apa anda sudah bisa mengakui hamba." ucap meng Zu dengan nada sedih.
"kau masih kurang satu untuk memenuhi syarat itu."ucap pamannya dengan enteng.
"baiklah paman,secepatnya saya akan memenuhi syarat itu .agar kekasihku bisa kembali kewujud aslinya.paman maukan memutus kutukan itu."ucap Meng Zu dengan nada memelas dan memohon.
"ya"jawab singkat dan padat.
"kalau begitu hamba pamit undur diri paman." ucap Meng Zu sembari berdiri beranjak pergi setelah dipersilahkan dengan bahagianya menenteng keranjang dimana 5 kucing putih itu berada.
"Tetua Lie "
__ADS_1