BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
081. RAPAT BESAR


__ADS_3

"Apa harus mengirim surat untuk para akademi lain." tanya kembali tetua Liu.


"Mereka sendiri pasti lagi pusing memikirkan masalah ini.biarkan mereka yang mengirim surat.atau biarkan tetua penatua wanli yang mengadakan pertemuan ini toh akademi wanli yang nomer satu dan terbesa di benua ini.kita hanya nomer dua."ucap penatua Chou yang memberi tahu tetua Liu bahwa merekdiurutan dua .meskipun menang setiap pertandingan tapi mereka masih gagal untuk sebanding kekuat dengan penatua wanli tak terkecuali guru Han ,guru sin dan Rong Jia yang menyembunyikan kultivasinya .


Tanpa mereka dua .seorang pengantar surat memasuki akademi dan memberikan surat itu langsung kepada penatua Chou.


"Mohon maaf penatua dan tetua.di luar ada seorang pengantar surat yang langsung untuk penatua Chou." ucap salah satu murid senior yang sudah lama berguru disana.


"Suruh,datang menemuiku disini." ucap penatua Chou dengan tegas.


Setelah mendapat printah,murid itu pergi dan kembali lagi dengan seorang pembawah tas rajut khas pengelana.


"Mohon maaf,mengganggu ketenangan penatua akademi chou.hamba kemari hanya ingin menyampaikan surat ini langsung kepada anda."ucap pengantar surat tersebut dan memberikan surat itu kepada penatua Chou.


Setelah suratnya diterima oleh yang berhak pengantar surat memohon undur diri dan kembali melakukan pekerjaannya mengantar surat lainnya.


Setelah kepergian pengantar surat itu.


Barulah penatua Chou membuka gulungan itu dan melihat dan membaca dengan diam.


isi.


Surat undangan


Kepada Akademi chou.


Dengan ini berlaku dari kami selaku Akademi dalam urutan pertama terkuat dan tertinggi.meminta para penatua akademi sekte aliran putih.


Hadir dalam rapat besar dengan mendadak karena masalah yang bersangkutan dengan masa depan umat manusia.


Mohon para penatua dari berbagai akademi hadir dalam rapat ini.


Hormat ,kami dari akademi wanli.


penatua Song wanli.


Selesai membacanya penatua Chou menggulung kembali dan membakar surat itu.


"Apa isinya penatua Chou." tanya tetua Liu dengan penasaran.

__ADS_1


"undangan Rapat Besar dari penatua wanli." jawab penatua Chou.


setelah itu mereka berdua kembali berbincang pincang dan membahas lainnya.


KEKAISARAN LANG


"Permaisuriku,apa yang kau pikirkan" tanya kaisar Long Ye dengan penasaran karena istrinya yang sedang melamun.


"Hanya memikirkan peperangan antar sekte aliran hitam dan putih akan tetap terjadi seperti dahulu lagi.


"tapi semoga saja kita lebih kuat dari masalalu." jawab Ling sin dengan panjang lebar karena kegundahan hatinya.


"Sekte putih aliran kita akan menang sekarang.karena kita memiliki pasukan banyak berbeda dengan dulu kita hanya para dewa yang berperang.sedangkan sekarang banyak akademi yang mengikuti sekte aliran putih,para kekaisaran serta para penghuni nirwana lain juga akan ikut membantu melawan iblis dari sekte aliran hitam."jawab long ye dengan halus agar bisa dimengerti oleh sang istri yang begitu khawatir akan kejadian dulu terulang kembali.


"Katanya ingin bertemu ayahanda mertua serta ibunda mertua.tapi wajah masih ditekuk seperti itu .Zen tak akan pernah mengajakmu." ucap kaisar long ye yang dengan sengaja mengejek sang istri.


"terlihat jelek saat seperti itu." ucap kembali Long Ye penuh ejekan.


"Kau awas saja .jangan tidur satu ruangan dengan ku." ucap Ling sin dan pergi dari sana dengan hati yang marah karena diejek suaminya sendiri.


Setelah sampai didalam kamar.ia bercermin dan melihat pantulan wajahnya.


"Kukira wajahku tak sejelek yang ia ucapkan.dasar pria itu.awas kau."geram Ling sin dan kembali melakukan aktifitasnya yang tertunda .


"Yang mulia Dewa agung,hamba beserta istri hamba akan berkunjung keistanah Dewa agung Minggu depan.mohon waktunya " ucap kaisar long ye mengirim surat suara melalui telepati.


karena daritadi tak merespon telepati ya .mungkin ada rapat atau perkumpulan para dewa membahas bencana yang akan datang kedepannya.setelah kemunculan iblis Dukon dan siapa Tuannya mereka belum tau sama sekali.


"Mungkin ayahanda lagi sibuk."batin long ye dan kembali menyelesaikan tugasnya yang dimana daritadi mereka didalam ruangan kerja kaisar long ye


"Sangat melelahkan." gerutu kembali kaisar long ye yang sudah lelah menjalankannya.


"lebih baik Zen istirahat saja menyusul permaisuri." ucapnya menyudahi pekerjaannya.


Ditempat lain tepatnya sekte aliran hitam.


Mereka semua berkumpul rapat mencari dimana keberadaan iblis terkuat itu dan. siapa tuannya agar ia bisa memanfaatkan orang yang dipilih sendiri oleh sang iblis.


"Iblis berwujud merah merah itu harus kita dapatkan." ucap para tetua aliran hitam itu dengan satu persatu memiliki ambisi masing masing yang dimana mereka ingin menjadi penguasa alam semesta ini.yang dimana hanya milik sang pencipta kita mahluk yang diciptakan sudah memiliki tempat masing masing untuk apa merebut tempat tinggal mahluk lain.

__ADS_1


"Kita harus segera menemukannya." ucap salah satunya kembali.


"Dengan cara apa." tanya yang satunya.


"Memanfaatkan penatua lie.yang sedang menyamar menjadi salah satu guru diakademi aliran putih."ucap salah satu tetua yang memakai jubah bercorak merah itu.


"ide itu sangat bagus.tapi bagaimana caranya menyingkirkan orang tua itu." tanya yang lain.


"Dengan ini" ucap berjubah corak merah sambil memperlihatkan botol porselen dimana ada racun yang mematikan.


"Itu" ucap yang paling muda.


"ini Racun langka yang tak ada penawar nya." jelas yang membawah botol tersebut.


Mereka semua tersenyum penuh kelicikan dan keserakahan didalam senyum masing masing mereka.


Hanya yang paling kecil saja yang hanya diam tak berniat bersuara ia hanya ikut saja sebagai generasi ke tujuh mantan ayahnya yang dulu ikut berpartisipasi dalam peperangan.


Dia hanya salah satu keturunan aliran hitam yang tanpa niat dan keserakahan dihatinya.


"Kau hanya diam saja.selalu diam saja.apa ada masalah dengan keluargamu." tanya tetua lainnya.


"Tak ada hanya sedang lelah karena pekerjaan sangat banya di perguruan." jawab ia dengan asal asal ia tak ditanya kembali.


"Hahahahaha,kau memang ya orang yang tak memiliki ambisi sama sekali.kau terlalu cuek dan diam.kapan kau akan berkeluarga." tanya tetua itu.


"entah lah belum ada yang cocok dihari ku." ucap dia dan meminta izin untuk kembali lebih awal dahulu.


"Maaf atas kelancangan nya.hamba pamit undur diri lebih awal karena hamba merasa badan .hamba sedikit lelah dan ingin segera beristirahat." ucap tetua yang paling muda itu dan para tetua seniornya hanya mengangguk dan menyetujui nya saja.


Setelah keluar dari aula rapat.ia langsung menghilang kembali kekediamannya untuk istirahat memang ia berencana untuk istirahat lebih awal karena entah kenapa ia merasa lelah dan letih.


"Kebiasaan burukmu kambuh lagi putraku.kau yang sabar.ayahabda akan mencarikan penawar itu secepatnya " ucap tetua dulu yang sebelum digantikan oleh putranya karena kakinya yang hanya tinggal 1 membuat ia menjadi tak berdaya .


"Mereka memang keterlaluan.padahal kita sudah diam tak memiliki ambisi.ta,pi masih saja diserang dengan cara mereka meracunimu." ucap tetua tua itu.


"Bedebah."


"Sabar ayahanda "

__ADS_1


__ADS_2