
"Ibunda kapan kita bisa pergi.kalau bisa secepatnya hamba sudah sangat menderita dengan racun ini " ucap Mui dzi dengan sedih menahan sakitnya.
"Setelah makan malam.ayo bantu membersihkannya"
"Baik ibu"
Mereka bertiga membersihkan jamur merah dengan canda bahagia.dengan peran masing masing.
"Ibunda ,hamba kedapur terdahulu untuk menyalakan tungku masaknya." ucap Mui dzi dan diangguki kedua orang tuanya.
"Istriku,hamba memiliki cincin penyimpanan yang berdimensi sedikit luas.nanti anda memasak biar hamba yang membereskan barang barang yang akan kita bawa." Ucap tuan Mui dengan sedikit berbisik jangan lupa ia pura pura menggoda sang istri biar yang melihat dari jauh tau mereka sedang bercanda saling menggoda.
Dikejahuan terdapat seorang pria setengah baya dan jangan lupa ia berdiri bersembunyi disana dengan pengawal bayangannya yang bertugas mengawasi keluarga Mui.
"Dasar ,tua tua tak tau malu " Geram pria itu yang tak mendapat informasi mencurigakan dari pasangan kedua insan yang sedang sengol menyenggol dibelakang kediaman mereka.
Krakkkkk
"Siapa disana." ucap tuan Mui dengan sedikit keras saat mendengar ranting pohon yang seperti di injak sesuatu.
"Huhh,mungkin kucing atau hewan lain suamiku." ucap nyonya Mui dengan mengelus pundak tuan Mui supaya tidak membuat darah tingginya naik karena sedikit emosi.
Dilain arah tepatnya dari dalam dapur belakang Mui dzi muncul dengan sedikit arang hitam yang menghiasi wajah tampannya.
"Ibunda,apinya sudah siap." ucap Mui dzi memberi tahu dengan menyeka arang itu yang ada diwajahnya dengan handuk yang dibawakan oleh ayahandanya meskipun dengan cara berjalan tertatih tatih.
"Terimakasih ,ayahanda" ucap terimakasih kepada pria yang menjadi panutan dan kebanggan selama ini.
Meskipun sang ayah sudah tak muda lagi dan jangan lupa sekarang menjadi cacat tapi tak mengurungkan sang putra mengagumi ayahandanya yang berwibawa dan tegas dalam mengambil keputusan yang sangat tepat dan tak pernah menarik kata katanya kembali karena pendiriannya yang begitu kokoh.
Tapi dibalik sifat ayahandanya yang begitu berkarisma ada sifat manja yang hanya terlihat dihadapan sang istri tercintanya.jangan lupa yang menjadi poin penting ialah kesetiaan yang dimiliki oleh tuan Mui kepada sang istri membuat para nyonya sah menjadi iri dengan nyonya Mui .
Sedangkan nyonya Mui ialah wanita yang sangat pintar dalam startegi dan cerdas tapi semua keunggulannya ditutupi dengan kepolosan dan kebodohan yang ia perlihatkan didepan umum.Selain pintar merancang rencana dan juga cerdik dalam segala aspek ia juga terkenal wanita tercantik dizamannya sampai sekarang ia masih saja terlihat awet muda meskipun berusia puluhan tahun.
Membuat para pria iri kepada tuan Mui yang mendapatkan wanita cantik dengan sejuta pesona hingga masih membuat lainnya iri kembali saat kelahiran Mui dzi yang dimana putra para tetua yang tertampan sendiri dengan nasib yang begitu bagus sampai membuat para tetua lainnya was was dan menaruh racun disetiap minumannya saat perjamuan dilaksanakan .mulai mereka memberikan racun saat Mui dzi berusia 20tahun karena kecerdasannya menyusun rencana yang begitu sempurna membuat mereka merasa geram takut apa yang mereka incar selama ini jatuh ke tangan pria muda itu yang mengantikan tuan Mui yang cacat karena kehilangan salah satu kaki kanannya.
Next
Setelah mendapat elusan dipundak membuat tuan Mui kembali tersadar akan kemarahannya.
"Suamiku,mari kita kedapur ,putra kita baru saja memanggil kita.bantu dia meracik bumbu bumbu yang akan kita gunakan untuk membuat sup jamur merah." ucap nyonya Mui yang masih mengelus pundak suaminya dan menggandeng pergelangan tangan sang suami dengan tangan satunya membawa keranjang yang berisi jamur merah bersih yang siap dimasak.
__ADS_1
Mereka berdua pun melangkah masuk kedalam dapur ,sesampainya disana ia melihat sang putra sudah memotong motong daging asap yang mereka taruh didalam wadah guci yang sangat besar serta dalam .
"Putraku,dagingnya secukupnya saja." ucap nyonya Mui yang sudah menaruh jamur merah kedalam wadah guci yang lain dengan ukuran sedang dan mengambil secukupnya untuk dimasak hari ini.
"Suamiku,hamba minta tolong bawahlah ke empat wadah guci ini ,masukan kedalam cincin penyimpanan untuk persediaan saat kita belum mendapatkan tempat tinggal nanti" ucap nyonya Mui dan diangguki tuan Mui dan menaruh wadah wadah itu kedalam cincinnya .
Mereka bertiga sibuk membantu wanita tercinta mereka menyiapkan makanan untuk malam nanti.
"Hidangan sudah siap." ucap nyonya Mui dengan tersenyum bahagia.
Melihat daging rusa yang ia olah menjadi begitu nikmat dan sangat harum baunya.jangan lupa tumis jamur merah yang tak kalah nikmat,acar manis yang sudah dipermentasi dan ditaruh dalam mangkuk,dengan tiga mangkuk nasi yang asapnya masih mengebul karena baru saja masak juga.
Dengan minuman hasil racikan nyonya Mui susu sapi dengan perasan tumbukan buah berry yang sudah disaring dan dicampur dengan susu sapi murni .
Membuat siapa yang melihat menggugah selera dan bertanya tanya siapa guru masak yang membuat nyonya Mui seperti seseorang yang pernah hidup di abad 21.
"Putraku,suamiku mari makan." ucap nyonya Mui yang sudah melihat suami dan putranya duduk manis setelah mencuci tangan mereka dengan air dan sedikit cairan dari perasan bunga melati membuat tangan mereka kembali segar dan bersih untuk memulai ritual makan malam.
Keluarga yang berjumlah tiga orang itu pun dengan nikmat menyantap hidangan yang mereka masak bersama dengan anteng tanpa suara hanya suara kunyahan tanpa memakan waktu lama mereka selesai menyantap hidangan itu tanpa tersisa sedikitpun untuk semut apalagi tikus .
Merasa kenyang dan selesai menetralkan perutnya kembali kedua pria itu membantu sang istri membersihkan meja dan mengelap hingga bersih mangkuk mangkuk yang sudah dicuci nyonya Mui dan menaruh kembali ketempatnya.
Tanpa menunggu lama ,semua pekerjaan karena dikerjakan sama sama membuat cepat selesai tanpa memakan waktu yang begitu lama.
"Terserah kapan anda siap berangkat putraku." ucap nyonya Mui dengan santai dan tersenyum sedangkan tuan Mui hanya diam menikmati apa yang akan mereka tinggalkan nanti.
"Kalau hamba ,secepatnya lebih baik." ucap Mui dzi dengan mantap tanpa bimbang membuat tuan Mui menoleh dan tersenyum kepada putranya.
"Baiklah duduklah didekatku " ucap nyonya Mui dan tak menunggu kedua kalinya nyonya Mui berkata kedua pria tercintanya sudah duduk di samping kiri dan kanan wanita cantik itu.
"Peganglah tanganku." tambah nyonya Mui dan kedua pria itu langsung menggenggam tangan nyonya Mui dengan kimat nyonya Mui merapalkan mantra mantra dengan lancar.dengan datangnya angin berhembus kencang itu dengan sendirinya mereka bertiga sudah tak ada ditempat mereka semula.
Ditempat lain.
Keluarga kecil yang berjumlah tiga orang itu pun sudah berada di depan pintu gerbang dimana seperti sebuah kediaman yang dengan membuat mereka binggung kenapa disana ada tulisan kediaman Mui.
hembusan angin kembali menerpa membawa sebuah pesan.
"Selamat datang di kediaman keluarga anda tuan Mui dan nyonya mui.di sinilah Anda sekarang.ingat janji anda tak ada kata penghianatan didalam kekaisaran ini.Masuklah dan temui kedua orang tua yang telah lama kehilangan anda tuan Mui Fu." ucap suara angin itu yang langsung menghilang bak ditelan angin kencang itu.
"Keluarga,"gumam tuan Mui yang masih syok atas apa yang ia dengar barusan.
__ADS_1
"Tanpa menunggu lama ,pintu besar itu terbuka dengan sendirinya dan munculah kedua penjaga pintu berganti berdiri disisi kanan dan kiri mengantikan rekannya yang akan beristirahat.
Melihat ada seseorang yang datang dan melihat wajah pria setengah baya itu berdiri diantara pemuda dan wanita seusianya membuat kedua penjaga lama itu sedikit mengenali wajah tamu itu.
"Maaf,apa bisa saya bertanya.apa anda kenal tuan Mui Fu." tanya salah satu penjaga itu.
"Ya,hamba sendiri yang bernama Mui fu.apa anda kenal dengan hamba." tanya kembali tuan Mui dan jangan lupa kedua pengawal itu menitikan air mata setelah mengetahui tuan mudanya yang hilang hampir 25thn itu menjadi cacat karena mereka melihat salah satu kaki tuan mudanya hanya tinggal sebelah kanan.
"Silahkan masuk tuan muda.hamba akan memanggil tuan besar dan nyonya besar datang menjemput anda " ucap salah satu pengawal yang bertanya tadi sedangkan yang satu sudah pergi entah kemana tapi setelah ketiga tamu itu masuk kehalaman utama.pengawal satunya sudah datang bersama kedua orang yang sudah berumur berjalan didepan pengawal itu dan jangan lupa seorang wanita yang umurnya dibawah tuan Mui.
Dengan syok wanita parubaya itu menitikan air mata melihat wajah putranya yang telah lama hilang.dan jangan lupa melihat anggota badan putranya yang telah hilang salah satunya melihat itu tambah deras air mata yang mengalir di pipinya.
Sedangkan wanita disampingnya juga menangis karena disaat sang Gege menghilang ia masih didalam kandungan hanya cerita ibundanya dan ayahandanya yang memberitahu bahwa ia memiliki seorang kakak laki laki yang sangat tampan persis sekali dengan ayahandanya.
"Putraku,kaulah itu nak." ucap tuan besar Mui dengan sedikit nada begetar karena rasa haru bercampur sedih melihat keadaan putranya dan jangan lupa ia melihat seorang pemuda yang persis seperti putranya dengan sekali lihat ia mengetahui bahwa itu ialah cucu pertamanya dan satu satunya karena anak perempuannya tak ingin menikah kalau gegenya belum ditemukan.
Dengan sekali hentakan tuan besar memeluk putranya dengan erat dan tak bisa menahan tangisannya .hancur sudah wibawanya sebagai jendral tua Mui yang terkenal kejam dan keras kepala tapi hatinya bagaikan hello Kitty yang tak tahan akan keadaan keturunannya saat ini .
"Sedangkan nyonya besar Mui sudah dibawah kekamarnya kembali karena pingsan tak kuasa melihat keadaan putranya dengan dipapah putrinya serta para pelayan disana mereka membopong nyonya besar dan menunggu seorang tabib.
SKIP
Diruang keluarga mereka berenam duduk dengan satu meja bundar disana sudah ada teh hangat dan camilan yang menambah pelengkap mereka bernostalgia
"Gege Fu,bagaimana ini semua bisa terjadi " tanya Mui Fi adik perempuan satu satunya yang dimiliki tuan Mui saat ini.
Setelah mendengar cerita yang nyonya ji Kim istri dari putranya atau kakak ipar nya membuat mereka tau apa sajayang menimpa Mui Fu serta mui dzi yang tak lain cucu satu satunya.
"Begitulah ,para aliran hitam itu yang melakukan semua ini " ucap Mui dzi yang mewakili ayahandanya menjawab.sedangkan Mui Fu hanya diam memandang ibundanya yang telah lama ia rindukan didalam setiap mimpinya selalu muncul dengan wajah yang samar.
"Tenanglah racun yang diderita putramu secepatnya akan hilang.setelah kita menghadap Kaisar long ye memberitahu kedatanganmu serta keluarga kecilmu jangan lupa kalian jujurlah masalah racun cucuku serta kakimu yang hilang itu.pasti dengan kemurahan hati permaisuri Ling Sin akan memberikan keajaibannya untuk kalian berdua ." ucap jendral Mui yang tak lain tuan besar Mui.
"tapi jangan lupa,hamba tak memandang seorang penghianat siapapun itu.neskipun darah dagingku pasti akan hamba basmi sendiri " ucap jendral Mui kembali dan pergi begitu saja karena merasa marah kepada para penganut aliran hitam itu.
"Kalian jangan takut ,memang mertuamu seperti itu.hehehe" ucap nyonya besar dengan tersenyum.
"Besok sebelum menghadap ke istanah mandilah ke kolam suci disana hawa dari aliran hitam akan dibersihkan dengan tuntas .dan kau Mui fi." ucap nyonya besar dengan memanggil anak gadisnya.
"antarlah gegemu serta kakak iparmu besok keruangan itu.dan untuk mu cucuku." ucap nyonya besar memandang Mui dzi dengan tersenyum.kau ikut nenek kekolam nenek saja disana tak ada pelayan wanita.karena disana hanya khusus untuk kakekmu hanya nenek yang boleh masuk." ucap nyonya besar Mui yang tau bahwa putranya yang anti wanita lain pasti akan menurun ke cucunya yang tak jauh berbeda dengan jendral Mui itu sendiri.
"Baiklah" ucap mereka serentak bersamaan dengan kompak.
__ADS_1
"Sangat bagus " puji nyonya besar kepada mereka yang baru beberapa jam bersama sudah kompak menjawab bersaman dengan mui fi yang terkenal angkuh dan sombong dengan orang yang menurutnya sebagai penjilat keluarganya saja.karena dekat dengan kaisar Long ye.seperti keluarga jendral muda Xin/ yang tak lain keluarga perdana Mentri Lian Xin.