
"kau masih kurang satu untuk memenuhi syarat itu."ucap pamannya dengan enteng.
"baiklah paman,secepatnya saya akan memenuhi syarat itu .agar kekasihku bisa kembali kewujud aslinya.paman maukan memutus kutukan itu."ucap Meng Zu dengan nada memelas dan memohon.
"ya"jawab singkat dan padat.
"kalau begitu hamba pamit undur diri paman." ucap Meng Zu sembari berdiri beranjak pergi setelah dipersilahkan dengan bahagianya menenteng keranjang dimana 5 kucing putih itu berada.
"Tetua Lie " gumam Meng Huo setelah kepergian keponakannya yang jahat itu.
1jam telah berlalu.
setelah ia pergi dari ruangan pamannya ,pria bersurai coklat keperakan itu keluar dari akademi untuk menjalankan syarat terakhirnya.
ia menyadari diikuti oleh seseorang yang menganggapnya reinkarnasi dewa iblis karena warna rambutnya yang persis dimana para dewa memiliki rambut itu.
"huh,anggaplah saya reinkarnasi paman." batinnya sembari tersenyum mengerikan disudut bibirnya.
sedangkan penguntit itu tak tau bahwa yang dibuntuti telah mengetahuinya.
sesampai diibukota pangeran kedua meng zu.menyuruh salah satu prajuritnya untuk memberi tahu bahwa ia menunggu nona Wang Ban dipenginapan dekat rumah makan para bangsawan kelas atas .
"kau,bilang sama nona Wang .saya menunggunya disini." kata meng Zu dan pergi memasuki penginapan itu sebelumnya memesan arak beserta bubuk racun asmara.sedangkan ia telah menelan pil penawar segala racun dari sang ibu.
"rencana terakhir harusnya berhasil bukan."ucapnya dengan tersenyum simpul dan disana telah berdiri tiga pria hidung belang yang ia bayar seperti biasa dan telah menyamar menjadi bawahan pangeran kedua.
"ya yang mulia pangeran kedua.hamba akan berkerja keras mengungumpulkan darah prawan untuk yang mulia." jawab salah satu pria itu dan mereka hanya melihat majikannya hanya sibuk mengelus kelima kucing imutnya saja.
"kalian jangan sungkan.lebih kasar lebih baik.karena dia pernah membuat salah satu cintaku terluka ."perintahnya sembari memandang kucing yang pernah terluka karena dipukul Wang ban.disaat tak sengaja lepas dan didepan pintu halaman istanah.karena status nona Wang Ban anak seorang Kasim jadi ia juga tinggal dikediaman istanah khusus para Kasim.
tok
tok
tok
"yang mulia pangeran kedua,nona Wang Ban sudah datang sekarang menunggu yang mulia mengizinkan masuk." ucap pengawal asli pangeran kedua.
__ADS_1
"masuklah ban'er." ucap meng Zu setelah melihat Wang ban didepan pintu.
mendengar jawaban pangeran kedua.dan melihat begitu mewahnya penginapan itu .seperti didisen khusus untuk pengantin .
membuat merasa diatas awan.
"duduklah."
"minumlah arak ini khusus untuk kita berdua." ucapnya sembari menuangkan arak ke cawan Wang Ban membuat ia tersipu karena pangeran sendiri yang menuangnya .
"terimakasih yang mulia " ucapnya sembari meraih cawan itu dan menegak arak didalamnya sekali teguk.
"kau bakar lilin aroma terapi .yang sudah saya siapkan untuk nona Wang Ban." perintah salah satu pria disana yang ditunjuk oleh pangeran kedua.
setelah lilin aroma terapi itu dibakar dan beberapa menit pun reaksinya mulai terlihat .melihat Wang ban yang menggeliat karena kepanasan dan mendekat ke pangeran kedua.
"pangeran,tolong hamba .hamba ingin menyerahkannya sekarang juga tak apa yang mulia." bisik Wang ban ditelinga meng Zu dengan nada khas menahan hasrat.
"kalian layani dia.saya harus pergi ada banyak urusan diakademi." ucapnya lalu pergi begitu saja dengan keranjang yang ia bawa tiap ia keluar .
setelah kepergian pangeran kedua.
dan teriakan terakhir Wang ban yang berubah menjadi lengkungan kenikmatan.
tapi salah satu dari pria bayaran itu bergegas keluar membawah 1 botol porselin yang ia kumpulkan setelah salah satu temannya melakukan penyatuan untuk pertama kali.
"yang mulia,ini pesanan anda." ucap salah satu pria itu sembari menyerahkan botol porselin itu dan masuk kedalam kamar penginapan itu kembali .
karena mereka tak akan menyia nyiakan sesuatu yang dengan mudah ia dapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.
"istriku kita akan bersama kembali." gumam men Zu dengan senang dan bahagia keluar dari penginapan itu.
meskipun dihari yang lain ia akan mendengar teriakan Wang ban yang histeris karena kehormatannya diambil tiga pria hidung belang.
diakademi Chou
tepatnya diruangan asrama Meng Huo.
__ADS_1
"kau ngapain lagi kemari." tanya pemilik ruangan itu kepada ponakannya yang tiba tiba mengganggu acara mandinya.
"paman bagaimana kutukannya.sekarang paman harus mengakui hamba." jawab meng Zu dengan antusias.
"Zen sudah pernah berkata.kau kembalilah ke istanah Long.zen akan menyusulmu." ucap kembali Meng Huo kepada ponakan ya.
"baiklah paman.hamba permisi mohon undur diri." ucap meng Zu dan setelah mendapat lambaian tangan menyuruh ia keluar.
Meng Zu keluar melalui jendela kamar kehalaman belakang tanpa orang lain ketahui sama sekali.
sedangkan pemilik ruangan kembali merendam tubuhnya yang sudah berubah wujud menjadi pria dewasa.
karena bagaimana pun ia harus selalu berubah menjadi dewasa disaat sedang mandi maupun tidur.
sedangkan disudut gelap yang tak ada pencahayaan seorang gadis cantik mendengar semua pembicaraan dan perubahan meng Huo menjadi pria dewasa yang tampan.
membuat gadis itu mengaga tak tau apa yang ia lihat mimpi atau bukan.
meskipun kaisar long ye tau keberadaannya .ia hanya senyum dan pura pura tak mengetahui keberadaan gadis itu.
ia ingin tau apa yang akan dilakukan gadis itu setelah melihatnya berubah.
"dia dan pamannya bukan bukan.dia itu meng Huo dan pria itu jadi selama ini .saya mengagumi muridku sendiri." batin gadis itu dengan wajah syok dan bengongnya.
"bukan bukan bukan.meng Huo dan pamannya itu hanya satu orang yang sama.ya benar jadi apa tujuannya menyamar menjadi bocah kecil untuk belajar disini."
"pasti ada rencana terselubung yang ia rencanakan seperti tetua Lie yang ingin mengambil separuh jiwa kekasihku.dan apa mungkin dia yang telah mengambil separuh jiwa kekasihku.saya akan memastikan itu terlebih dahulu." batin gadis itu dan pergi dari sana dengan tergesa gesa.ia akan menyusun rencana untuk membuka kedok muridnya itu agar tak bisa mengelak kembali.
"sialan,aku dibohongi begitu saja olehnya.memangnya ia siapa." teriak gadis itu yang sudah berada dalam ruangannya sendiri.
"apa menurutnya saya bodoh." tambahnya kembali.
duduk dengan nafas ngos ngosan karena menahan amarah besar karena ia dibohongi bocah tengik yang tak lain pria tampan itu.
"lihat saja pembalasanku pria tengik.kau akan menyesal menjadi muridku .hahahahahahahahahaa" tawa lepas Ling sin yang membuatnya puas akan rencana yang ia susun untuk muridnya itu .
"haicuhhh"
__ADS_1