
"apa kau merestui kalau Ling Yung menikah dengan pamannya Leon anakku." tanya Leona kembali .
sedangkan yang ditanya menganga syok mendengarkan perkataan itu.
"AAPPPAAAA YANG KAU KATAKAN."
teriak Medusa dengan kencang karena ia masih tak percaya akan ucapan kakak angkatnya.
"Leon dan Ling Yung sangat serasi bukan."ucap kembali Leona kepada adiknya .
"mereka tak bisa bersama.karena Yung ialah anugrah dari dewa agung." ucap Medusa dengan tersenyum simpul.
"maksud kau,apa dusa.anugrah dari dewa agung." tanya kembali Leona memastikan.
"benar karena Yung'er itu sepertiku ia hanya akan menikah dengan setengah keturunan dewa kakak.bukan putramu yang tak tau asal usul ayahnya dari mana itu." ucap Medusa menyinggung asal usul mantan suaminya.
"iya benar katamu adik.dia tak pantas untuk cucumu."batin Leona dengan wajah sedihnya karena tak bisa mendapatkan menantu seperti Ling Yung .
"tapi,aku penasaran Leon itu seperti siapa.wajahnya sama sekali tak seperti ayahnya dan sama sekali tak sepertimu."tanya Medusa kembali.
"benar aku juga binggung,karena waktu malam pertama dan malam malam seterusnya setiap melakukan itu selalu terjadi saat ruangan menjadi gelap gurita.kukira kaisar itu setelah tidur denganku kembali ketempat kerjanya."batin Leona menerawang masa lalu setelah menikah selama 3thn.
"benar katamu.kata ayah juga.kenapa sifatnya pun tak seperti kaisar yang mata keranjang itu.setiap ayah menyodorkan selir baru.putraku selalu muntah muntah dan marah marah.tak mau dekat dekat dengan lawan jenisnya selain saya dan ibu .kau tau 10 selirnya itu hanya jadi benda mati dikediaman haremnya tak pernah ia temui maupun bermalam disana.sampai sampai tiap Kasim ia suruh tidur dengan selirnya supaya selirnya tak kesepian katanya." ucap Leona yang dengan entengnya membuka aib sang putra dihadapan adik angkatnya.
"kau benar benar ibu kandung yang sangat sepesial kakak.membuka aib anak sendiri didepan orang lain"batin Medusa dengan bergidik nyeri melihat kakaknya yang menerka neraka sifat kakaknya .
"Dusa,ayo kita kembali ke istanah cahaya.takutnya anak homo ku itu menjadi tak waras karena dari tadi aku datang ia dengan terang terangan memandang cucu laki lakimu Xua Han" ucap Leona tanpa penyaringan sedikitpun.
gubrakkkkk
Medusa yang mendengarnya pun terjatung dengan tak elitnya karena ucapan sang kakak yang tak pernah ia saring sedari kecil dulu.
"kau tak apa apa ,Dusa." tanya Leona membantu sang adik bangun dari tanah yang kotor itu.
"aku tak apa kakak.tapi kau terlalu vulgar mengucapkan itu."ucap Medusa dengan membersihkan hanfunya yang kotor.
__ADS_1
"kasihan keponakanku itu punya ibu seperti dia.sunggu kasihan." batin Medusa dengan mengeleng kepala.
mereka berdua pun melakukan teleportasi kembali ke aula istanah cahaya.
AULA ISTANAH CAHAYA
"AKU KEMBALI SAYANG SAYANGKU."teriak Medusa kepada kedua putranya.
sedangkan keduanya merasa malu karena mereka tak lagi anak kecil .
"sini peluk ibunda sayangku." tambah kembali dan merentangkan tangan.
sebelum mereka membantah dan tak ingin menghampiri dan memeluk ibunya dan pawang mereka pun telah datang memberi Polototan tajam kepada kedua kaisar bersaudara itu.
"sini ,kemari cepat ." ucap kembali medusi dihadapan semua para tamu yang hadir.
kedua kaisar itu berdiri dari singahsana dan tempat duduk mereka berjalan menghampiri sang ibu ditengah tengah aula istanah.
dan mereka serempak memeluk sang ibu bersamaan.
"anak pintar,"ucap sang ibu memberi kecupan sayang kepada kedua putranya itu.Ling , Xua kaliqn memang sudah dewasa dan sudah memiliki istri dan putra putri masing masing tapi bagi ibu kalian tetap sama Ling kecil dan Xua kecil ibu ."ucap Medusa dengan jelas dan didengar para tamu yang adir.
"uhh,kalian manis sekali sayang.ibu jadi sangat bahagia sekali.dimana pelukan para cucu kepada nenek mereka." ucap Medusa dan ke tiga cucu mereka berlari dan memeluk nenek mereka.sedangkan Yung hanya diam mematung dibelakang tanpa maju sedikitpun memeluk sang nenek.
"apa dia nenek saya.tapi kenapa wajahnya sedikit sangat mirip denganku.serta Surai merah darahnya sama persis denganku.jadi saya ini ialah putri asli mereka.jadi aku bukan anak angkat "batin Yung dengan hati bahagia sampai ia ingin menangis terharu.
"yung'er kau tak ingin memeluk nenekmu " tanya pria tampat itu yang tak lain kakeknya sendiri .
"saya ,ingin memeluk kakek.apa boleh" tanya Yung dengan tersenyum dan mata berbinar.
"hemm,cepat kemari." ucap pria tampan itu merentangkan kedua tangannya.
Yung berlari kecil dan memeluk sang kakek dengan erat.
"kakek,saya sangat bahagia karena.aku putri asli keluarga ini."ucap Yung dengan derai air mata.
__ADS_1
"lalu menurutmu kau anak siapa dan cucu siapa." tanya kakeknya dengan bertanya kembali.
"saya pun tak tau kakek." ucapnya tanpa melepas pelukannya.
seluruh aula terharu menyaksikan keharmonisan keluarga besar itu sendiri.
"benar benar keluarga harmonis.andai saja putraku yang homo itu cepat memiliki anak.tak alergi dengan wanita.pasti aku akan sebahagia seperti adik.huhhh,malah aku memiliki anak yang entah dia anak siapa .padahal saya nikah ma kaisar tapi anak tak mirip.siapa pria yang selama ini melakukannya denganku. dasar sialan karena obat bius itu membuatku tak tau."batin Leona yang sangat merutuki nasib jeleknya itu.
"pasti ayah akan bahagia.kalau andai saja seluruh keluarga besar adik ikut berkunjung."ucap Ratu Patria berdiri dibelakang Medusa .
mendengar perkataan kakaknya Medusa melepas pelukannya dan memandang kakak angkatnya.
"maksud kakak apa." tanya Medusa dengan penasaran.
"ayah serta ibu.pasti bahagia melihat cucu serta cucu menantunya mengunjungi kediaman.serta membawah para cicitnya apalagi yang tak membuatnya bahagia .
kau tau ayah selalu bertapa selama ini hanya ingin menunggumu kembali.sedangkan ibu tiap hari selama kau pergi memandangi suratmu dulu sambil melamun.apa kau tak ingin membuat kejutan untuk mereka Dusa." ucap Ratu Patria dengan panjang lebar dan jelas.
"yang dikatakan kakak ada benarnya juga .aku akan membujuk keluargaku agar berkunjung ke wilayah Sahara tempat kakek mereka tinggal."batin Medusa memandang semua anggota keluarga nya
"ide yang bagus kakak.aku akan memikirkannya." jawab Medusa dan mereka berpelukan.
"anakku Ling kau teruskan lah acaranya kembali.aku akan berbincang dengan bibimu serta ayahmu terlebih dahulu sayang." ucap Medusa dan mengandeng kakaknya serta diikuti suaminya pergi dari sana dengan senang hati.
sedangkan sang putra yang tak lain kaisar Leon diabaikan oleh ibunya sendiri .
"dasar wanita tua yang kejam.anak sendiri dicampakan."geram kaisar Leon dan Yung hanya tersenyum penuh kemenangan mengejek kaisar Leon.
sedangkan kaisar Leon tau senyuman mengejek dari Ling Yung yang menghinanya.
"kau lihat saja apa yang akan Zen lakukan padamu putri Ling Yung." batin kaisar Leon dengan gerem dan melambaikan tangan kebelakang membisikan sesuatu kepada pengawalnya.
"kau carilah sesuatu yang aku inginkan secepat mungkin.jangan sampai gagal ataupun tak mendapatkan bahan itu.zen ingin membuat ramuan baru " bisik kaisar Leon dan pengawal itu setelah mendapat printah meminta undur diri dan pergi dari sana.
sedangkan kaisar Leon hanya diam dan memperhatikan setiap tamu yang datang .dan dia fokus memperhatikan gerak gerik seseorang yang sangat mencurigakan menurutnya.dengan pakaian serba hitam putih didekat pilar pilar besar yang sangat jauh dari pencahayaan .
__ADS_1
tapi dengan mata tajam kaisar Leon ia melihat seseorang pria dengan Surai seperti miliknya hitam malam dan tak lupa pria itu sangat gagah dan berkarisma seperti tingkatannya tak lagi tingkatan para penghuni alam atas melainkan tingkatan penghuni alam Nirvana seperti hawa hawa ayah serta ibunda kaisar Ling serta kaisar Xua yang tak lain bibinya itu.
"aura pria itu seperti paman dan bibi.siapa dia."