BERLIAN DALAM LUMPUR 1

BERLIAN DALAM LUMPUR 1
059.PERSIAPAN PERNIKAHAN .


__ADS_3

tapi dengan mata tajam kaisar Leon ia melihat seseorang pria dengan Surai seperti miliknya hitam malam dan tak lupa pria itu sangat gagah dan berkarisma seperti tingkatannya tak lagi tingkatan para penghuni alam atas melainkan tingkatan penghuni alam Nirvana seperti hawa hawa ayah serta ibunda kaisar Ling serta kaisar Xua yang tak lain bibinya itu.


"aura pria itu seperti paman dan bibi.siapa dia."


dengan ilmu teleportasinya ia menghampiri pria itu dan berada tepat didepan pria yang bersembunyi itu.


"siapa kau." tanya kaisar Leon kepada pria itu.


"kau tak perlu tahu siapa aku.anak muda.kau lambilah ini.untukmu kaubtak usah membuat ataupun mencarinya." ucap priabitu dan hilang begitu saja didepan mata kaisar Leon.


sedangkan kaisar Leon termenung dan melihat satu botol porselen yang diberikan pria misterius itu.


kaisar Leon membukanya dan menghirup sedikit ramuan yang ada didalam botol porselin itu dan menutupnya kembali.lalu tersenyum dan menyimpannya disuatu tempat.


"ramuan telah ditangan tinggal membuat rencana nya." batin kaisar Leon dengan bahagianya kembali diacara tersebut.


kaisar Ling pun memulai melakukan ucapan ucapan dan persiapan persiapan akhir dari acara yang ia adakan.


"baiklah,Zen akan membubarkan acara ini.tapi sebelumnya mohon para hadirin silahkan menikmati hidangan yang telah dipersiapkan.


acara dibubarkan dan mereka kembali ketempat masing masing hang telah dipersiapkan untuk menginap tamu terhormat diistanah cahaya tersebut.


pagi harinya.


dikediaman putri Yung,


"uhhh,seperti baru bangun tidur selama dua hari saja.sakit semua tubuhku." batin Yung yang merasa pegal pegal karena tak biasanya ia seperti ini.apa ini efek ia menggunakan rambutnya terlalu banyak seperti waktu dulu ia pernah melakukannya bukan hanya pegal dia pun seperti telah mati selama setahun tubuhnya sangat kebas.


"lebih baik,mengunjungi sin meimei.karena bentar lagi ia akan menikah." ucap Yung dengan berusaha duduk diatas pembaringan .


"saya tak boleh kelihatan lemah.semangat Yung kau harus memperlihatkan pada sin Meimei bahwa kau begitu kuat dan akan melindungi ayah serta ibu." gumam Yung dengan sekali an dia bersemangat agar pagi harinya tak akan sial.


"pelayan ," panggil Yung kepada pelayan yang ada diluar kamarnya.


pelayan itu pun lari tergopoh gopoh menghampiri junjungannya.


"ia ,hamba disini yang mulia putri." ucap pelayan menjawab pangilan putri Yung.


"aku ingin mandi" ucapnya dengan singkat dan pelayan itu mengerti apa yang ia lakukan.


"baik yang mulia hamba akan menyiapkan air hangatnya untuk mandi." ucap pelayan itu dan pergi menuju kolam pemandian didalam kediamannya.


setelah beberapa menit.


"putri,airnya sudah siap" ucap pelayan itu.


"baiklah,sekarang kau tunggu saya diluar.saya bisa melakukannya sendiri.


setelah sampai dipemandian Yung menanggalkan seluruh pakaiannya dan masuk kedalam pemandian dan mulai melakukan ritual mandinya.dan karena ada seseorang yang berada disana tanpa disadari karena kultivasi ya yang sangat tinggi dan umurnya yang sudah mencapai ratusan tahun .ia dengan santainya duduk disudut gelap pemandian melihat apa yang dilakukan oleh putri Yung.


selesai mandi Yung dengan santai keluar dari pemandian dan mengantikan dengan hantu baru berwarna biru Dongker kesukaannya.


"pelayan" teriak putri Yung memanggil pelayannya setelah keluar dari pemandian.


"iya tuan putri.ada apa."tanya pelayannya itu.


"apa kau tadi ada disekitar pemandian ku." tanya Yung antusias.


"tidak putri,hamba sedang menyiapkan sarapan dari tadi ada didapur kediaman ." jawab pelayan dengan jujur.

__ADS_1


"apa tadi hanya halusinasi saja .atau itu nyata" batin Yung dengan expresi berubah ubahnya.


"baiklah,kau bantu saya menata rambut dan Jangan lupa hati hati jangan ada yang hjatuh sehelai pun.atau kau akan dapat hukuman." ucap Yung dan mengancam pelayannya


"baik yang mulia putri."jawab pelayan itu menjawab dan menganggukan kepalanya bertanda ia setuju.


mereka pun menyisir rambut dengan hati hati dan setelah selesai Yung sarapan dan akan kembali kekediaman mengambil sesuatu yang ia butuhkan takut sewaktu waktu akan datang musibah atau kejadian yang mendesak nya.


"pelayan,mari ikut saya ke kediaman putri Ling Sin." ucap Yung dengan santai dan berjalan meninggalkan ruangannya.


sedangkan seseorang yang duduk disudut gelap pemandian berdiri dan muncul wajahnya terkena sinar matahari pagi.


pria tampan itu tak lain ialah kaisar Leon yang hanya tersenyum menyeringai melihat pemandangan yang begitu indah didepan matanya.dan jangan lupa membuat ia ingin memilikinya.


"bagaimana dengan yang Zen tugaskan." ucap kaisar Leon kepada pengawalnya yang baru datang.


"sudah yang mulia kaisar ,informasinya setelah acara pernikahan putri Ling sin dengan kaisar Long Ye mereka semua akan berkunjung kekediaman tuan besar Patria ,kakek yang mulia."ucap pengawal itu.


"kapan pernikahan akan dilangsungkan." tanya kembali.


"besok yang mulia.setelah pernikahan dilangsungkan dikekaisaran Lang.selama tiga hari dan setelahnya mereka anakan berangkat menuju daratan Yunani setelah acara pernikahan telah usai." jelas pengawal itu dengan panjang lebar.


"sangat bagus.ditempat kakek begitu indah.melakukannya didalam terbuka atau digasebo kediaman Zen yang ada disana juga sangat bagus.pasti akan sangat puas ." batin kaisar Leon dengan antusias.


"lalu bagaimana dengan 10 selir sialan itu." tanya kembali kaisar Leon.


"hormat yang mulia ,mereka sudah hamba singkirkan dengan membuat mereka dihukum dan diadili karena telah lancang berselingkuh dari yang mulia.dan mereka akan dieksekusi hati ini oleh tuan besar sendiri yang langsung mengunjungi istanah dan merasa murka karena melihat dengan matanya sendiri." ucap pengawal itu.


"bagus,kerja bagus.kau memang bisa diandalkan.sekarang pergilah." ucap kaisar Leon dengan masih disana.


"hehh.menunggu tiga hari.itu tak akan mungkin.karena dendam ini akan terlaksana malam ini juga." gumam kaisar Leon dengan menyeringai dengan sangat menyeramkan.


lalu memasuki kamar Ling Yung dengan leluasa tanpa merasa malu pun.didalam kamar itu biasanya sangat dominan dengan warna serba putih disetiap kain tipis yang menjuntai di setiap sisi ranjang kamar gadis itu. dan jangan lupa suasana kamar itu bagaikan tempat yang indah seperti surga.


melihat ramuan itu kaisar Leon membuka tutup dan menghirup ramuan itu.


"ramuan ini baik untuk diminum setiap malam sebelum tidur."batinnya dan tersenyum licik menyimpan ramuan yang diatas meja dibalik hanfu nya dan meletakkan ramuan yang ia dapat dari pria misterius itu.


tanpa pikir panjang ia pergi dari sana dengan tanpa para penjaga mengetahuinya.


dikediaman Ling Sin.


"Sin Meimei,aku sudah bilang .jangan memaksa." ucap Yung setelah menolak setiap apa yang disodorkan oleh adiknya itu.


"sudahlah jiejie,kau coba saja hanfu cantik ini.karena ini sangat bagus.dan kau tau hanfu ini sangat nyaman dipakai dimalam hari.warnanya sangatlah indah kontras dengan warna kamar kita berdua." ucap Ling Sin dengan berbinar.


"huh , baiklah aku akan menyimpannya." ucapnya dan memberikannya kepada pelayannya tersebut.


"Meimei ,persiapan pernikahanmu sebentar lagi akan selesai.besok ialah hari sakral untuk menunaikan upacara pernikahan dan penjemputanmu ke kaisaran lang.apq kau bahagia Meimei." tanya Yung kepada Meimeinya.


"saya ,bahagia jiejie.kau tau.dia ialah pria yang selama ini ku cari dan dia reinkarnasi orang itu.yang telah menjadi suamiku dikehidupan pertamaku sebelum ratusan kali bereinkarnasi." ucap Ling Sin tanpa menutupi semua dari jiejie kandungnya.


"kau sangat beruntung sayang.aku pasti akan merindukanmu." ucapnya.dan mereka berdua seharian penuh berbincang sampai hari sudah menjelang sore.


"Meimei,aku akan kembali kekediamanku.kau juga istirahatlah karena besok ialah hari bahagiamu." ucap Ling Yung dengan membelai Surai indah sang adik.


setelah itu ia bersama pelayannya berpamitan dan pergi menuju kekediamannya.


sesampai dikediaman ia langsung melemparkan tubuhnya keranjang

__ADS_1


"dimana pakaian itu." tanya Ling Yung kepada pelayannya


"ini yang mulia,pakaian yang diberikan oleh yang mulia putri Ling Sin."ucap pelayan itu dan.menyerahkan pakaian yang ia bawa dari tempat adiknya .


"siapkan aku air .karena aku akan mandi sebelum mencoba pakaian ini." ucap Ling Yung yang dengan polos nya menjinjing pakaian itu yang sangat menerawang seperti ayakan tepung begitu tipisnya dan halus.


sedangkan dipemandian pelayan itu berdialog sendiri.


"apa mungkin.putri ingin mengunakan baju transparan itu waktu tidur.kalau ada yang masuk gimana.kalau itu seorang wanita tak masalah.kalau seorang pria dan ia melakukan sesuatu kepada putri.saya sangat khawatir ' sekali." gumam nya dan menyiapkan kelopak mawar didalam air pemandian itu.dan mengecek suhu air panas tersebut dan menutup lubang air panas dengan batu besar kembali.


"sudah siap,tinggal yang mulia menikmatinya dengan tenang dan rileks "gumamnya dan pergi dari sana dengan rasa senangnya.


sesampai dihadapan junjungannya.


"yang mulia putri,airnya sudah siap." ucapnya .


"pergilah,istirahat karena aku akan mandi sendiri dan langsung tidur saja."ucap Ling Yung sambil meraih botol porselin itu dan mencampurkannya dengan air minum.


melihat ada yang aneh dengan bau ramuannya.


"kenapa baunya tak tercium.apa mungkin sudah hidungku ada masalah." batinnya dan mencium cium botol porselin yang sudah ia buka dan sedikit demi sedikit ia hirup.


"tak ada yang masalah." ucapnya dan berdiri membawah wadah itu kedalam pemandiannya dan ia letakkan ditepi pemandian tersebut.


setelah menanggalkan seluruh pakaiannya ia memasuki pemandian yang sangat menyegarkan dengan berendam menikmati pijatan air panas yang ada didala. pemandian itu.


perlahan kelopak matanya menutupi netranya.dan terpejam dengan sempurna.dipemandian diatertidur dengan nyaman dan santai karena ini ialah istanah ayahnya dan jangan lupa kamar pribadinya sudah terpasang takbir pelindung tak ada yang bisa masuk dari luar atap tanpa seizinnya.


tanpa disadari ia tertidur sampai hari sudah menjadi gelap dan hanya ada penerangan yang mengelilingi pemandian itu.


Ling Yung membuka mata dan melihat kalau hari sudah gelap dan ia bergegas keluar dari pemandian dan tak lupa memakai pakaian yang diberikan adiknya.


"sungguh pakaian apa ini.begitu tipis hingga pakaian dalamku terlihat." gumam Ling Yung merah merona karena malu.dan dia kemudian Menganti pakaian itu kembali memakai pakaian biasanya.


tanpa ia sadari ia selamat dari bahaya .dan lupa meminum air yang telah ia bawah dipemandian tersebut.


tok


tok


tok


"masuk lah." ucap Ling Yung duduk dengan membaca bukunya didekat jendela .


"putri ,apa anda sudah meminum ramuannya."tanya pelayannya itu.


"oh,iya hampir saja lupa.ambilkan itu dipemandian.tadi saya membawahnya kesana dan lupa meminumnya." ucap Ling Yung dengan masih sibuk melihat isi buku nya..


setelah kepemandian dan keluar membawah secangkir air.


"putri,ini.dan hamba akan pamit terlebih dahulu.karena kata kaisar Ling anda harus selalu sehat kaisar tak ingin anda mengorbankan diri anda untuk orang lain kembali." ucap pelayan itu dan pergi.


sedangkan Ling Yung meraih cangkir itu dan


PRANGGGG


BYARRRRT


"dasar kucing sialan" geram Ling Yung yang kaget karena kucing itu menyenggol cangkirnya

__ADS_1


"sudahlah,besok saja meminum setelah perjalanan pulang dari kekaisaran Lang.


"SIALANNNNNNNN"


__ADS_2