Best Friend Forever

Best Friend Forever
*SAHABAT*


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.


Mia yang melihat jam langsung terkejut dan berlari menuju dapur.


"ibu, mia berangkat sekolah dulu ya. Assalamualaikum..... " sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Waalaikumsalam... mia selalu terburu-buru, sampai tidak sarapan dulu." ibu mia hanya menggeleng kepala karna sikap anaknya yang selalu terburu-buru.


Mia masih duduk di bangku sekolah kelas XII SMK ternama di kotanya. Dia anak tunggal, tapi sayang ayahnya sudah meninggal dunia semenjak duduk di bangku SMP. dan ibunya harus menjadi single parents selama ini.


Tet.... Tet.... Tet.... tanda bel masuk berbunyi & mia tepat berada di depan pagar sekolah.


"Alhamdulilah... pas sampai sekolah." sambil memperbaiki kerudungnya yang gak tau bentuknya.


mia segera mungkin menuju kelasnya dan disana sudah ada ke tiga sahabatnya yang menunggu kedatangannya di bangku masing-masing.


"telat lagi mia?" celetuh rina


mia menjawab sambil tertawa kecil.


"gak telat kok cma pas pada waktunya."


ketiga temannya hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan mia.

__ADS_1


Dan jam pelajaran pun di mulai. suasana menjadi sunyi seketika.... hanya angin yg berhembus dengan sejuknya di halaman sekolah.


Tet.... Tet.... Tet.... bel istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar. Begitupun dengan keempat sahabat.


Seperti biasa mereka selalu bekempul di taman sekolah. disana, mereka selalu sharing terkadang juga curhat tentang masalah mereka.


"kamu kenapa ji?" mia memulai pembicaraan.


"biasalah mi... puji katanya lagi tengkar m prik." tungkas rina.


"ad apa lagi? kenapa selalu bertengkar?" tanya mia sambil mengerutkan alisnya.


puji menghela nafas panjang dan mulai bercerita masalahnya.


"selama aku bisa dan mampu pasti aku tolong kamu kok, ji. kita kan sahabatan udah lama."


"a... a... aku mau kamu jadian ma kak emil."


"jadian ma kak emil? maksud kamu apa sih ji? kamu gak mikir perasaan mia? mia itu gak ada rasa ma kak emil. kamu sebenarnya ada apa?" sambil berdiri rina langsung melontarkan kata-kata yang memojokkan puji.


"aku gak tau harus mulai darimana cerita ini. aku juga gak tau apa yang aku lakukan ini bener apa gak. yang aku tau sekarang aku sangat sayang ke prik. aku gak mau putus ma dia." puji menangis menceritakan semuanya.


sedangkan mia hanya terdiam tanpa satu katapun keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"mia, aku mohon sama kamu. kalau kamu gak jadian ma kak emil, aku mau di putusin sama prik." puji sangat mengharap kalau mia mau menolongnya. tapi mia tetap tidak berbicara atau melontarkan satu katahpun.


(dalam hati mia)


apa yang harus aku lakukan Ya Allah? apa aku harus membohongi perasaanku sendiri demi sahabatku?? sedangkan aku sama sekali tidak mencintainya.


-------***-------


dear sahabat,


aku berharap persahabatan ini akan terus terhubung sampai akhir kelak.


jika esok jalanku salah maka ingatkanlah aku dan selalu genggam tanganku dalam hal kebaikan.


janganlah tinggalkan aku, saat aku terpuruk di dalam masalaku.


sahabat, bersama kalianlah aku tertawa lepas. tetaplah bersama, jangan sampai ada kata bosan di antara kita.


Nb :


* Prik adalah pacar puji yang pertama kali alias cinta pertama.


* Emil adalah kakak kandung dari prik.

__ADS_1


maaf kalau ada kata-kata yang kurang bagus karena saya sebagai penulis masih tahap belajar ^_^


__ADS_2