Best Friend Forever

Best Friend Forever
"ANTARA SAHABAT"


__ADS_3

Aku masih terpukul atas semua yang terjadi. ku mencoba tuk mengikhlaskan semua ini tapi sangat sulit tuk melupakannya. berkali-kali aku mengalami kekecewaan hanya karna cinta. rasanya, tak ingin lagi ku merasakan yang namanya cinta. aku duduk sendiri di taman, menangis dan kedua sahabatku menghampiriku.


"mia..." nur memegang pundakku


"kita bersama kamu. kamu, masih punya kita. menangislah, agar hatimu tenang. berbagilah keluh kesahmu ke kita, jangan kau simpan sendiri." puji mengusap air mataku. dan kini, aku memeluk mereka. menangis sejadi-jadinya, air mata ini rasanya gak mau berhenti.


"makasih, kalian masih mau bersamaku. menemaniku, mendengarkan semua kepedihanku. aku gak ngerti, kenapa ini semua terjadi padaku." nur mengelus punggungku halus dan melepaskan pelukan kami.


"mia, kita aja baru tau tentang semua ini. kita juga gak nyangka, mereka sampai hati melakukannya. tapi mia, aku cuma pengen kamu ikhlaskan semua ini dan aku gak mau persahabatan kita akan retak hanya gara-gara semua ini. kamu dan rina, sama-sama penting buat kita."


"aku akan mencoba mengikhlaskan dan melupakan semua ini. walaupun, berat rasanya buat menerima semua ini. aku tau, kalian pasti bingung untuk memilih di antara aku dan rina. kalian, gak usah khawatir persahabatan ini akan baik-baik saja. aku hanya ingin sendiri dulu. ingin menenangkan diri ini." mereka memelukku erat


"ingat ya mia, kita selalu sama kamu. jsngan pernah berfikiran yang aneh-aneh. kalau kamu, butuh apa-apa. bilang ya ke kita." ucap puji. aku mengangguk dan mereka pergi meninggalkan aku.

__ADS_1


Tet.... Tet... Tet... bel masuk berbunyi. rasanya berat untuk melangkahkan kaki ini ke kelas. tak sanggup bertemu dan menatap rina dan riski.


"argh.... aku harus bisa. aku harus masuk ke kelas." aku menuju ke kelas dan setibanya di kelas, aku duduk dengan nur. rina, menatapku. aku berpura-pura tidak melihatnya. kelas menjadi sunyi ketika guru pelajaran bahasa inggris masuk ke dalam kelas.


4 jam kemudian....


Tet.... Tet.... Tet... bel pulang berbunyi. semua siswa teriak riang dan mereka langsung berhamburan keluar setelah guru keluar lebih dulu dari kelas.


"nur, puji. aku duluan ya..." kataku


"ada apa lagi? hari ini, aku capek. pengen cepet-cepet nyampek rumah. lain kali aja ya. maaf." dan aku pergi meninggalkannya.


"mia..... aku mohon, dengarkan aku dulu!" langkahku terhenti, dan aku membalikkan badanku. menatap rina yang berdiri mematung.

__ADS_1


"rina, kalau kamu mau minta maaf. aku sudah maafin kamu. biarkan aku sendiri dulu, jangan ganggu aku. ini bukan salah kamu tapi semua ini salahku. aku sudah mengikhlaskan semua ini, aku melepaskan riski untukmu. sahabat terbaikku! walaupun hati ini perih, tapi aku bisa apa? aku hanya bisa menangis dan mengikhlaskan riski pergi dariku." air mataku, menetes lagi. ku coba menenangkan diriku sendiri tapi apa danya, hati ini tidak bisa.


"a... a.... aku." rina berlari memelukku dan menangis di pelukanku. aku mencoba melepaskan pelukannya. aku mengusap air matanya


"cinta itu gak bisa di paksa. mungkin, riski bukan Allah kirimkan untukku tapi untukmu hanya saja, melaluiku. aku ikhlaskan semua ini. walaupun aku gak nyangka, kalau riski berdusta dan melukai hati ini." setelah mengatakan semuanya, aku pergi meninggalkan mereka. air mata ini, terus menetes. aku mencoba tersenyum dan melupakan semua.


-------***------


dear sahabat,


ku titip sahabat terbaikku kepadamu.


jangan kau lukai dan sakiti hatinya seperti kau menyakiti dan menghianatiku.

__ADS_1


cukup aku yang merasakan semua ini.


__ADS_2