Best Friend Forever

Best Friend Forever
"TERNYATA"


__ADS_3

tak berapa lama kemudian, aku keluar dari kepsek dan segera ke ruangan menghampiri mia yang daritadi nunggu...


"maaf ya aku lama."


mia hanya tersenyum sambil kembali menatap layar handphonenya.


"ada apa mia? kok kamu kanyak yang marah ma aku?" tanyaku kembali.


"kak... sini deh. mia pengen cepet-cepet keluar dari sini soalnya daritadi aku jadi bahan tontonan orang." mia membisikkannya di telingaku.


"ya udah... yuk pegi." ajakku


aku menggandeng tangan mia lagi dan berpamitan pada teman yang ada di ruangan. sesampai di luar, aku memakaikan helm pada mia dan menyuruhnya naik.


"kita mau kemana lagi kak?" tanya mia


"kerumah. kan kamu belum pernah nyampek rumah."


"ow... ya udah."


aku melajukan motorku pelan dan tak berapa lama aku sampai di rumah. di dalam rumah sudah ada orang yang menunggu kedatangan kita.

__ADS_1


"Assalamualaikum...." ucap mia pada se isi rumah


"Walaikum salam.... ".


aku mulai memperkenalkan orang yang berada di ruang tamu.


"ini mamaku, ini ayahku, dan ini....."


mia menatapku penasaran saat aku berhenti memperkenalkan seorang wanita yang tidak berkerudung, yang sedang berdiri menatapnya begitu dalam.


"ini... tunangan emil." mamaku menyambung perkataanku.


deg.... spontan mimik wajah mia berubah dan dia menatapku tajam dengan air mata yang bermain di kelupuk matanya. aku tidak sanggup melihatnya, apa yang telah aku lakukan padanya? begitu jahatkah aku mempermainkan hatinya hanya karna cintaku tak terbalas olehnya??


"aku... pamit dulu ya soalnya tadi masih belum ijin ke ibu." mia langsung keluar dan dia menumpahkan air matanya. aku mengejarnya dan.....


"mia... tunggu dengarkan penjelasanku dulu." aku menahannya


"lepas kak emil. apa masih kurang kak emil nyakitin aku? apa salahku kak?"


"mia, aku minta maaf. aku gak bermaksud menyakitimu tapi aku lakukan karna aku marah sama kamu. aku juga gak cinta sama dia. mama yang jodohkan aku." aku mencoba menjelaskan pada mia. aku menatap mia tajam dan air mata mia yang tumpah begitu derasnya di pipi tembemnya.

__ADS_1


"kan kak emil tau kalau aku mencoba untuk buka hati buat kakak dan kak emil juga bilang mau tunggu aku. aku kira hari ini akan jadi hari yang spesial buat kita karna aku sudah bisa mencintai kak emil. tapi ternyata ini hanya akan jadi angan-angan saja."


aku terkejut dengernya, aku sangat menyesal sudah lakuin ini ke mia. aku memeluk mia dan mia mencoba ngelepas pelukanku.


"cukup kak... cukup. kak emil udah punya tunangan dan aku gak mau jadi orang ketiga buat kalian. aku memang pantas dapatkan ini semua." air matanya semakin menjadi-jadi dan dia berlari meninggalkanku. aku hanya terpaku melihatnya. Ya Allah, apa yang telah aku lakukan? aku menyakiti wanita yang lembut. dan yang sudah mencoba untuk mencintaiku....


mia sudah tak terlihat lagi dan aku kembali ke rumah. disana mama dan nada masih menungguku.


"sudah pulang wanita itu? mama gak suka sampek kamu ninggalin nada cuma buat wanita itu!" ujar mama kepadaku dengan tatapan benci


"sudahlah, mas jangan memikirkan dia. aku ini tunanganmu dan akan menjadi istrimu." tambah nada.


perkataan mama dan nada membuatku tambah pusing, aku pergi ke kamar dan meninggalkan mereka berdua.


-------***-------


dear sahabat,


ini hanya ujian dari Allah


Allah pasti merencanakan yang lebih indah lagi untukku.

__ADS_1


pria yang ku anggap akan menjadi imamku kelak ternyata tega menyakitiku


__ADS_2