Best Friend Forever

Best Friend Forever
"MENYESAL"


__ADS_3

aku masuk ke dalam kamar, meninggalkan mama dan nada. aku menyesal sudah melakukan semua ini ke mia.


"perbuatanku ini, bener-bener udah nyakitin hati mia. aku gak nyangka kalau dia sudah mencintaiku dan aku malah membuat dia menangis. arrrrgh...." aku mengepalkan tanganku dan menonjok tembok kamar.


apa yang harus aku lakukan sekarang.


aku ingin waktu betputar kembali.


Tok... Tok... tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.


"siapa...?" tanyaku


"ini ayah, nak. bolehkah ayah masuk?" suara yang terdengar dari belakang pintu.


"iya.... silahkan masuk yah."


ayah masuk dengan senyuman di wajahnya. aku duduk di kasur, dan ayah mendekatiku. duduk di sampingku dan memukul bahuku perlahan.


"nak, ayah tau kalau saat ini kamu kecewa dengan dirimu sendiri. tapi ayah sarankan, kamu jangan sampai menyakiti dirimu sendiri. cobalah, berfikir dulu sebelum bertindak."

__ADS_1


aku hanya mengangguk mendengarkan ucapan ayah.


"apa kamu sangat mencintai mia?" aku menatap ayah, kenapa ayah mempertanyakan tentang ini.


"a...aku sangat mencintainya. tapi aku marah saat dia terlalu lama untuk membalas cintaku, yah. mangkanya, aku menerima pertunanganku dengan nada. wanita yang tidak pernah aku cintai dan aku harapkan."


"nak, kamu berhak marah pada mia tapi mia juga berhak untuk mempertimbangkan dirimu untuknya. seharusnya, kamu bersabar untuk menunggu jawabannya." ayah mengelus-ngelus rambutku dengan lembut.


"aku kecewa pada diriku sendiri, yah. betul yang ayah katakan seharusnya aku bersabar menunggunya. sekarang aku menyesal setelah tau kalau mia sudah mencintaiku." aku meneteskan air mata


"sebaiknya kamu temui mia dan berikan dia penjelasan. ayah juga sarankan agar kamu mengatakan sejujurnya pada nada kalau kamu tidak mencintainya." ayah berdiri dan beranjak pergi dari kamarku. aku memikirkan kata-kata ayah.


"nada, aku ingin bicara sama kamu".


mama pergi meninggalkan kami berdua. dan nada menarik tanganku untuk duduk di sampingnya.


"mangnya mas emil mau bicara apa? soal pernikahan ya?" dengan suara manjanya dan menaruh kepalanya di pundakku. aku mencoba untuk menghindar dan pindah tempat duduk.


"sebenarnya, aku mau bilang. kalau aku gak cinta sama kamu dan aku mau tunangan sama kamu karna terpaksa."

__ADS_1


"gak masalah, mas. ntar mas emil lama-lama juga cinta ma aku. jadi aku akan sabar nunggu mas emil."


aku gak nyangka dengan jawaban nada. dia menjawab dengan santai dan dengan muka yang biasa-biasa aja.


"tapi aku gak akan bisa membalas cinta kamu. lebih baik kamu cari laki-laki lain yang bener-bener mencintai kamu."


"sampai kapan pun, aku gak akan ninggalin atau batalkan pertunangan ini!" tegas nada dan dia berlalu meninggalkan aku.


"arghhh.... apa yang harus aku lakukan? wanita itu buatku semakin pusing."


aku merasa mati akal hadapin nada yang sangat keras kepala. aku duduk termenung di ruang tamu, mengapa ini terjadi padaku? apa aku harus memperjuangkan cintaku ke mia? atau aku akan terus melanjutkan bertunangan dengan orang yang gak sama sekali aku cintai? aku semakin bingung sekarang.


-------***-------


dear sahabat,


penyesalan itu selalu ada di belakang.


maka dari itu sebelum kita menyesal,

__ADS_1


lebih baik fikirkan dulu sebelum melakukan sesuatu itu karna waktu tidak bisa di putar kembali.


__ADS_2