Best Friend Forever

Best Friend Forever
"SEHARUSNYA"


__ADS_3

Prov Emil


Setelah mengantarkan mia pulang. aku bergagas menuju rumah. 30 menit kemudian, sampai di rumah.


"sepi banget... kemana orang rumah?" aku bingung pas masuk rumah gak ada orang sama sekali. aku langsung menuju kamar. tiba-tiba hpku berbunyi... ku lihat layar, ternyata ada chat dari mia.


#Kesayangan ^_*


Assalamualaikum..... kakak. inget ya kalau adek selalu sayang kak emil.


tersenyum... ku membaca chat dari dia.


* maksud adek apa??? kakak sudah tau kalau adek sayang sama kakak.


# yah... sapa tau aja pas tadi kak emil ketemu mantan tercinta terus mau CLBK lagi... kan mia gak tau perasaan kak emil ke dia udah gak ada atau masih tersimpan rapi.


* jangan mulai dah dek.... kakak udah gak ada rasa ma dia.


# mia cuma tanyak aja kok kak. kalau emang kakak masih ada rasa..... ya mau gimana lagi. mia ikhlas kok.


* adek... kakak otw ke rumahnya adek sekarang.


# ngapain kak??? mia lagi bad mood

__ADS_1


* kakak paling gak suka lok di curigai, apalagi di kanyak ginikan. mending adek ngomong langsung di hadapan kakak tadi.


# udah ya kak.... mia capek + ngantuk. Assalamualaikum.... kakak. Jaga hati ya buat adek *_*


ku letakkan ponselku di atas meja belajar. ada apa sebenarnya dengan mia??? aku tak habis fikir dengannya.


Tok... Tok... Tok....


siapa yang ketuk pintu ya?? aku berjalan menuju pintu ruang tamu dan ku buka pintu... betapa kagetnya aku ternyata Icha, perempuan yang buat mia cemburu dan curiga padaku. ngapain dia kesini??


" hai.... emil. gak papakan aku kesini?" dengan wajah sok manisnya.


"em... gak papalah. lagian kan udah ada disini. mari duduk di luar soalnya di dalam gak ada orang. takut terjadi fitnah nantik."


"bener-bener gak berubah dirimu."


"gak ada perlu apa-apa sih, cuma kangen aja pengen maen-maen kesini."


"oooo....."


kalau mia sampai tau bisa masalah besar ni...


" calonmu gak ada disini kan?" penuh penasaran

__ADS_1


"gak ada lah... dia tadi aku anter pulang, ada apa tanyak-tanyak dia?"


"bagus lah.... cuma tanyak aja. jadi lok gak ada dia kan enak, kita bisa ngobrol tanpa ada yang ganggu." sambil cengengesan.


"maksudmu apa?? dia bukan pengganggu. buatku dia itu segala-galanya."


"emmm maksudku kita lebih enak gitu ngobrolnya."


"lok gak ada yang mau di omongin lagi, mending kamu pulang soalnya ini udah hampir magrib. gak baik lok perempuan ke rumah laki-laki sampek magrib."


"sikapmu berubah ma aku. aku kesini karna aku kangen ma kamu. aku pengen kita balikan kanyak dulu. aku tau aku yang salah dulu karna udah ninggalin kamu." sambil menangis.


"maaf.... aku udah gak ada rasa ma kamu dan aku sudah mencintai wanita lain yang jauh lebih baik dari kamu. lebih baik kamu pulang sekarang dan jangan pernah kesini atau temui aku lagi."


"aku akan terus ganggu hubunganmu dengan dia!! aku gak akan pernah menyerah."


aku meninggalkannya di teras rumah dan menutup pintu untuknya. tak habis fikir dengan sikapnya. dia masih sama seperti dulu egois dan terobsesi. aku harus jauhkan mia darinya karna dia orangnya nekat dan bisa lakuin apa aja buat dapetin keinginannya. Mia.... ya aku harus kasih tau dia kalau icha tadi kesini, aku gak mau dia tau dari mulut icha.


-------***-------


dear sahabat,


ikhlaskan dia yang bukan milikmu,

__ADS_1


biarkan dia bahagia dengannya,


maka hatimu akan ikut bahagia melihatnya


__ADS_2