Best Friend Forever

Best Friend Forever
"TIDAK SEPERTI DULU"


__ADS_3

air mata mia tiba-tiba menetes, sontak riski mengusap air mata yang jatuh di pipi mia. dan mia menepis tangan riski dari pipinya dan mia mundur selangkah dari riski.


"kemana saja kamu selama ini? ninggalin aku tanpa alasan yang jelas dan sekarang, tiba-tiba kamu datang dengan perasaan tak bersalah?" sambil menangis mia meluapkan pertanyaan yang selama ini dia pendam.


"mia, aku minta maaf kalau selama ini aku udah buat kamu bingung dengan kepergianku. sungguh aku minta maaf, aku pergi karna ayahku pindah tugas."


riski mencoba menjelaskan pada mia tapi mia tetap tidak menyangka atas apa yang telah riski perbuat.


"terus... kamu gak bisa hubungi aku lewat handphone? 4 tahun ris, kamu menghilang. aku seperti orang bodoh, yang selalu nungguin kabar kamu."


"maafkan aku.... aku mau kita seperti dulu lagi. memulai kisah kita lagi."


"a...aku... aku gak bisa ris. maafkan aku."


"kenapa? apa sudah ada orang lain di hati kamu? apa orang itu lebih dari aku? kenapa kamu lakuin ini ke aku. aku sayang kamu mia...." riski mencoba menghampiri mia tapi mia menghindar.


"kamu nyalahin, aku? kamu gak pantas ngomong seperti itu. selama ini yang ninggalin aku duluan kan kamu. aku berhak untuk melangkah menatap masa depanku. aku lelah nungguin kamu... aku terlalu lelah ris buat nungguin kamu. aku wanita normal yang ingin di cintai bukan menunggu cinta yang tak pasti." mia berlari ke dalam rumah pergi meninggalkan riski.

__ADS_1


riski memanggil mia tapi mia tak menoleh sedikitpun.


"mia... mia.... dengarkan aku dulu."


sesampai di kamar mia langsung memeluk kedua sahabatnya. dia menangis sampai air matanya mengalir begitu derasnya.


"menangislah mia, kalau itu buat perasaan kamu nyaman." rina sambil mengelus lembut pundak mia.


"kenapa ini terjadi padaku? aku yang mencoba untuk melupakannya ternyata dia datang." mia melepaskan pelukannya.


"sekarang aku harus gimana? aku bingung."


"sahabatku, apa yang kamu katakan tadi ke riski sudah benar. kamu berhak buat mencintai orang lain. selama ini, kamu sudah cukup sabar menunggunya."


mia hanya bisa terdiam. pikirannya saat ini benar-benar kacau. kedua sahabatnya, kasihan melihat mia.


mia merebahkan tubuhnya di kasur, sambil memejamkan matanya. tak berapa lama kemudian mia tertidur dan kedua sahabatnya pulang meninggalkan mia.

__ADS_1


"kasihan mia. perasaannya saat ini pasti sedang bingung. aku harap besok dia ceria lagi dan tidak ada air mata yang menetes lagi di pipinya." ungkap nur


"iya, nur. aku khawatir ke mia, gak sanggup rasanya lihat dia ngadepin masalah kanyak gini." rina mengeluarkan nafasnya kasar.


pagi yang cerah... semalam mia tertidur dengan nyenyaknya. mia bangun dari tempat tidur dan menggerakkan badannya, sembari melangkah menuju jendela kamarnya. dia menatap keluar dan merasakan angin pagi yang berhembus masuk dari jendela kamarnya. hati ini minggu jadi hari santai buat mia.


mia berharap, hari ini tidak akan ada air mata lagi yang menetes di pipinya.


melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya dan mia menuruskan langkahnya menuju dapur. di dapur nampak ada ibunya yang sedang sibuk masak.


"pagi.... bu." mia menapakkan senyuman manisnya pada ibunya.


"pagi, sayang. bagaimana perasaanmu nak? apa sudah baikan?"


-------***-------


dear sahabat,

__ADS_1


kesabaranku kini sedang di uji.


akankah aku sanggup melewati ini semua?


__ADS_2