Best Friend Forever

Best Friend Forever
"RUMIT"


__ADS_3

Hari ini, aku akan temui mia. aku mau minta maaf padanya dan aku ingin dia mau menerimaku kembali walaupun statusku sudah bertunangan. semalam nur sudah chat aku, kalau mia sedang menginap di rumahnya. pasti mia belum pulang, aku bergegas menuju motorku yang sudah terparkir di halaman rumah. pas di ruang tamu ternyata ada nada yang sedang duduk bersama mama. aku heran, dengan wanita ini. sepagi ini sudah ada di rumahku. dia melihatku dan tersenyum manja kepadaku.


"mas emil mau kemana? kanyaknya lagi buru-buru."


aku malas mau menjawab pertanyaan nada.


"ma... emil pergi dulu ya? soalnya barusan kepsek nelfon di suruh ke sekolah."


"loh... ini kan hari libur?" tanya mama


"namanya juga ada kerjaan dadakan ma, jadi gak ada hari libur."


"o... ya sudah. kamu ajak nada ya?" nada langsung berdiri dan menghampiriku. cewek ini, emang ngeselin, lagian mama ngapain sih malah nyuruh dia ikut.


"ma, emil kesana mau kerja bukan mau santai. lain kali aja ya, ntar aku ajak kamu." kataku kepadanya dengan terpaksa berjanji.


"beneran tapi ya mas?"


aku hanya mengangguk dan pergi ke motor dengan buru-buru.


15 menit kemudian, aku sudah sampai di rumah nur. ku mantapkan hati dan mengetok pintu

__ADS_1


"Bismillah...."


Tok... Tok.... Tok....


nur membuka pintu dan kaget dengan kedatanganku


"kak emil? ngapain kesini? kan tadi malam aku udah bilang jangan temui mia dulu!" nur berbicara seperti gak nafas.... nyerocos aja.


"aku mau ketemu mia dan aku mau jelasin ke dia." tiba-tiba mia, puji, dan rina keluar.


"kak emil? ada apa lagi? bukannya aku udah bilang, jangan temui aku lagi?"


"mia, berikan aku waktu buat ngejelasin ini semua. aku gak minta waktu banyak kok, 10 menit aja." aku memohon pada mia.


"mia menurutku lebih baik kamu dengerin dulu deh penjelasan kak emil." kata-kata rina membantuku membujuk mia dan sahabat mia masuk ke dalam meninggalkan kita berdua.


"apa lagi yang mau kak emil jelasin? bukannya kemaren, udah jelas semuanya?"


"mia, kemaren tu aku beneran gak tau kalau di rumah ada nada dan aku kan udah bilang ke kamu, kalau aku tunangan karna terpaksa." aku mencoba menjelaskannya.


"terus mau kak emil sekarang apa?" tanya mia dengan mata yang berkaca-kaca. aku memegang tangan mia tapi mia mencoba buat lepaskan.

__ADS_1


"aku mau hubungan kita terus berjalan. aku gak sanggup kalau harus kehilangan kamu."


"kak emil gak mikir ya? kak emil, aku gak mau jadi orang ketiga di antara kalian. aku gak mau sakit hati lagi karna hubungan ini. lebih baik kak emil lupain aku dan belajar buat buka hati kak emil buat nada. kak, cukup aku yang menderita disini. aku gak mau kalau kak emil sampek nyakitin hatinya nada. dia wanita kak sama sepertiku yang juga bisa merasakan sakit."


mia menangis, aku gak tega melihat air matanya tumpah begitu derasnya.


"tapi aku tidak mencintainya! aku sangat mencintaimu mia."


"cukup kak! kak emil harus belajar untuk mencintainya. dan hilangkan rasa cinta kakak kepadaku karna orang yang mencintai kita tidak akan tega menyakiti bahkan menghianati orang yang di cintai, itu yang mia tau kak."


aku terdiam mendengar kata-kata nada. apa nada sudah sangat membenciku? hingga dia tidak mau memaafkan kesalahanku. oh.... Ya Rabbi, apa yang telah ku lakukan???


-------***-------


dear sahabat,


cinta itu tidak dapat di paksa dan


cinta itu juga tidak mudah untuk di hindari.


biarkan cinta datang dengan sendirinya seperti air yang mengalir.

__ADS_1


__ADS_2