
ku tatap jam di layar hpku, ternyata sudah jam 05.30 pagi. semalam aku tertidur sangat nyenyak. tiba-tiba ada Whats App dari kak emil.
#Kak Emil
Assalamualaikum.... pagi adek :)
udah bangun belum ne???
*** Waalaikumsalam... pagi juga :)
baru bangun ne, kak. tumben pagi-pagi udah WA... ada apa ne???
#Kak Emil
pengen tau, jawabannya yang kemaren. udah gak sabar ne dari tadi malam ke pikiran, sampek gak bisa tidur.
*** Em... gimana kalau kita langsung ketemu aja kak?
#Kak Emil
ok.... aku setuju. kapan??? pulang sekolah tah? ntar aku jemput dah.
*** Kanyaknya semangat banget ne???
iya pulang sekolah kak. gak usah di jemput dah kak. kita ketemuan di cafe deket sekolah aja.
#Kak Emil
iyalah, semangat. kan mau ketemu ma perempuan idaman ^_* hehehe
ok... aku tunggu dsana
*** Ya udah... aku mau siap-siap sekolah dulu. Assalamualaikum....
#Kak Emil
__ADS_1
Waalaikum salam... sampai ketemu nantik dan hati-hati ya di jalan :*
ku letakkan ponselku setelah chat terakhir kak emil, ku baca. aku masih gak tau harus jawab apa. aku harus minta pendapat sahabat-sahabatku.
1 jam kemudian....
aku bergegas ke luar dari kamar dan berpamitan pada ibuk. aku langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan, seperti biasa. aku jarang sarapan.
aku sampai di sekolah dengan nafas yang ngos-ngosan. ku lihat sahabatku tersenyum melihat wajahku.
ku hampiri mereka dan memeluk mereka.
"kanyak habis ketemu setan aja kamu. sampek nafasnya gak beraturan." kata puji.
aku melepas pelukan mereka.
"iya, ada yang mau aku omongin ma kalian."
"mau ngomong apa? gimana kalau kita tunggu rina dulu? soalnya dia belum dateng." tungkas nur
sebenarnya aku masih kesel ma rina. tapi ya mau gimana lagi, dia kan masih sahabat kita juga.
kita memutuskan buat nunggu rina di dalam kelas. tak berapa lama, rina dateng ma riski. ku tatap wajah rina seperti orang habis nangis. ada apa dengannya? fikirku di dalam hati.
"gak biasanya kamu telat, rin?" tanya nur
"iya, tadi aku masih ada urusan."
"kamu kenapa? kok kanyak yang habis nangis?" tanyaku sambil menatapnya
"a... aku gak papa kok. kamu udah gak marah ma aku?" rina malah balik tanya
"enggak.... aku gak berhak buat marah ma kamu. lagian, aku kan udah gak ada rasa ma riski." jawabku tenang
tiba-tiba bel masuk berbunyi, tandanya mata pelajaran pertama akan di mulai.
__ADS_1
3 jam kemudian.... Tet.... Tet.... bel istirahat berbunyi, para siswa bersorak senang dan langsung berhamburan menuju kantin. aku dan ketiga sahabatku, memutuskan buat ngobrol di dalam kelas.
"kamu gak ke kantin ma riski, rin?" tanya puji. rina hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.
"kamu kenapa? kok mukamu pucet. kamu sakit tah rin?" tanyaku
"eng... enggak, aku gak papa kok." jawab rina. tiba-tiba rina seperti orang mau muntah, mungkin lebih tepatnya mual. dia berlari keluar kelas dan menuju ke toilet.
"ada apa ma rina?" tanyaku penasaran
"mungkin lagi masuk angin. oh... iy katanya kamu mau cerita?" jawab puji
"iya, aku nyampek lupa. sebenarnya, kemaren aku ketemu ma kak emil terus kita pergi ke cafe deket sekolah. dia, minta balikan. kalau menurut kalian gimana? soalnya aku hatus berikan jawabannya sepulang sekolah nantik."
"em... kalau menurutku, mending kamu terima deh. lagiankan setelah kejadian yang dulu tu, gak sepenuhnya salah dia. tapi itu menurutku, apa lagi kamu kan masih sayang ma dia." nur mengatakannya dengan nada begitu yakin.
"aku setuju ma nur. dan yang paling penting, kita selalu ada buat kamu. apapun keputusanmu, kita ngikut aja asal kamu bahagia." puji menepuk pundakku halus dan tersenyum
"aku sekarang tau harus jawab apa ma kak emil. makasih ya.... sahabat terbaikku." ku peluk mereka erat.
kita sambil tertawa kecil dan rina baru balik dari toilet.
"kamu gak kenapa-kenapa kan, rin? kita khawatir lo sama kamu. apa kamu mau minta izin pulang dulu?" tanya nur.
"aku udah nyuruh riski buat minta surat izin." jawab rina lemas.
aku masih penasaran, ada apa dengan rina sebenarnya. mukanya begitu pucat.
-------***-------
dear sahabat,
sehebat-hebatnya kita menyembunyikan sesuatu.
pasti akan ketahuan juga.
__ADS_1
jadi lebih baik, kita berterus terang saja.
agar tidak membuat kita tertekan dengan semua ke adaan.