
Dari pulang sekolah, mia langsung masuk ke dalam kamar. Dia merebahkan tubuhnya di kasur. Dia selalu memikirkan kata-kata puji.
Ibu lewat di depan kamar mia, dan melihat mia yang sedang berbaring dengan menatap langit-langit kamar.
"ada apa, mia? sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu."
"mia gak tau bu. mia harus gimana."
mia tidak pernah menyembunyikan sesuatu apapun dari ibunya. Dia selalu bercerita kepada ibunya.
"coba ceritakan ke ibu, nak. siapa tau ibu bisa bantu mia." sambil mengelus pundak mia.
"puji minta tolong ke mia, bu. mia harus jadian sama kak emil. kalau mia gak jadian sama kak emil..... puji di putusin sama prik. mia bingung ibu.... apa yang harus mia lakukan?" mia menangis dan memeluk erat ke ibunya.
"mia.... anakku. menolong itu hal yang sangat terpuji tapi jika itu menyangkut perasaan, kamu boleh menolak nak karena perasaan itu gak boleh di paksa. nantik, mia sendiri yang menyesal."
"tapi, bu kalau mia gak bantu puji kasian dia. dia terlalu sayang sama prik." mia menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.
ibunya tersenyum mendengar ucapan mia.
"hatimu memang mulia nak. kamu selalu memikirkan orang lain walaupun hatimu tersakiti. ikuti kata hatimu nak, jika menurutmu itu baik. lakukan nak, ibu akan selalu berada di dekatmu."
ibu mengelus kepala mia dengan penuh kasih sayang dan berlalu meninggalkan mia.
"Ya Allah, mia harus gimana? mia bingung. mia gak tau keputusan mia ini benar apa salah." mia menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
mia tertidur... dan terbangun ketika hand phonenya berbunyi. dia meraih hpnya dan melihat ada Whats App dari puji.
^puji bff^
mia, apa kamu sudah ambil keputusan tentang hal yang ku katakan tadi?
√ sudah, ji. aku mau jadian ma kak emil tapi aku lakukan ini semua demi kamu.... karna kamu sahabatku.
^puji bff^
makasih ya mia ^_^ kamu memang sahabat terbaikku.
√ iya, sama-sama. aku gak mau sahabatku terluka karna aku ^_^
^puji bff^
√ *_* ^_^
mia meletakkan hpnya dan dia berdiri menggerakkan badannya yang terasa kaku. mia berjalan keluar kamar dan menuju ke ibunya yang sedang duduk di ruang tamu sambil melihat laptopnya..
"ibu, ngapain?"
ibunya sedikit kaget dengan kemunculan mia yang secara tiba-tiba.
"mia... kamu ngagetin ibu aja. iya, ne ibu lagi lanjutin pekerjaan ibu. soalnya, besok ibu ada rapat dadakan."
__ADS_1
"oooo.... " mia duduk malas di kursi depan ibunya.
"bagaimana perasaanmu, nak? apa sudah membaik?"
"alhamdulilah, bu. perasaan mia sudah baik. dan mia sudah mengambil keputusan."
ibunya hanya tersenyum....
"semoga apa yg kamu putuskan itu yang terbaik buat kamu dan sahabat-sahabatmu."
"amin...."
mia kembali ke kamar dan langsung menuju kamar mandi. dia menyegarkan tubuhnya dan langsung menunaikan sholat lima waktu.
-------***-------
dear sahabat,
semoga keputusan yang aku ambil membuatmu bahagia.
kau selalu bahagia dengan kekasihmu.
jangan ada air mata lagi yang menetes di pipimu karena tangismu itu membuat luka di hatiku.
aku akan mencoba untuk selalu membuatmu bahagia walau hati ini tersakiti.
__ADS_1
demi kamu sahabatku.....